Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Memuji atau Menghina ?

Lebih baik memuji atau menghina ?
Mungkin sebagian dari Anda akan heran melihat judul dari tulisan ini. Tidak heran bagi penulis, karena penulis mendapatkan ide menulis artikel tersebut saat berdebat dengan salah seorang teman melalui sms tentang puji-memuji.

Jika kita berpikiran terlalu simpel, maka secara langsung kita akan menjawab bahwa memuji itu lebih baik. Bila dijabarkan, kemungkinan akan seperti ini :
Pujian :
efek baik : akan membuat orang yang dipuji merasa dihargai dan kemungkinan akan semakin termotivasi.
efek buruk : lupa diri, sok tahu, bahkan cenderung malas belajar karena merasa sudah di level atas dalam bidang tersebut.
Ejekan/Hinaan :
efek baik : orang yang diejek kemungkinan akan termotivasi untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak seperti yang dikatakan orang – orang.
efek buruk : menimbulkan ketidaksetiaan, dendam, amarah, dan mungkin saja akan menjurus kepada tindak kriminalitas.

Efek dari pujian ataupun hinaan itu sangat bervariasi karena tergantung kepada kepribadian dari orang yang kita puji/hina. Itulah sebabnya seorang team leader biasanya diharuskan untuk mengenal karakter/temperamen dari bawahannya. Karena dengan demikian seorang team leader akan dapat mengetahui metode mana yang cocok (sedikit memuji atau sedikit menghina) untuk memotivasi bawahannya. Prinsip inilah yang mungkin bisa disebut sebagai prinsip jalan tengah. Tapi, harus hati-hati dengan prinsip ini. Karena prinsip ini tidak berarti kita memuji sekaligus menghina dalam satu kesempatan. Ingatlah bahwa biasanya kesan dari suatu hinaan melekat lebih kuat daripada kesan dari suatu pujian. Dan itu akan membuat pujian yang dilontarkan bersama dengan hinaan akan tetap dianggap sebagai hinaan. Contohnya adalah seperti ini.

“Hai,… kamu hebat deh hari ini” –> ini masih dianggap pujian.
yang kemudian dilanjutkan dengan kata-kata seperti ini “Meskipun ngga seberapa hebat dibanding AKU” –> Ini bersifat menyinggung.

Atau….

“Hai,.. kamu hebat deh hari ini,……….. sampai sampai tim kita bisa dapat peringkat 1 dari BAWAH” –> Kata – kata ini akan tetap dianggap sebagai hinaan.

OK, so what’s the main conclusion? Just one : “Watch your words carefully guys”. Remember that much things (whether big or small) comes and ends with words”. Jadi gimana dong ?? Jawabannya adalah jangan menghina dan juga jangan memuji !! (Oo0ps, WRONG ANSWER !!!) Tanpa salah satu atau keduanya, hidup kita akan hambar. Kesimpulan yang benar adalah “Menjaga ucapan/kata-kata !”. Ucapkan hinaan ataupun pujian di saat, dan tempat yang tepat, ..juga kepada orang yang tepat. Penulis sudah banyak melihat bahwa banyak hal (besar atau kecil), diawali dan atau diakhiri hanya oleh … KATA – KATA. Seperti kata – kata temanku di bawah ini :

HER WORDS make me cry
HER WORDS make me smile
HER WORDS make me strong
HER WORDS make me feel like a loser
Which words should I choose ?
And the old man answered that question for me
The old man said : “Choose the best for you !!”

Share

The Changes of Life

My, blogs.. today is very different. I have change my life.

Terkadang, sebagai manusia, kita merasa dipermainkan oleh nasib. Terkadang kita merasa bahwa keberuntungan sedang berpihak pada kita namun terkadang kita juga merasa bahwa nasib hanya sedang bermain-main dengan kita.
Aku merasa bahwa nasib sangat kejam padaku. Kenapa aku diberi harapan padahal pada akhirnya aku hanya akan kalah ? Dan kenapa … semuanya selalu saja terlambat.
Mungkin memang aku yang salah. Tidak seharusnya aku menyalahkan nasib. Bukankah aku sendiri yang menyatakan bahwa setiap orang menguasai nasibnya sendiri. Dan mungkin saja sekarang ini adalah masa dimana hukuman itu tiba itu mengadiliku, dan sekaligus mengajariku bahwa tidak ada sesuatupun didunia ini yang kekal abadi. Dan aku harus merelakannya dan mempercayai sepenuhnya apa yang pernah aku pelajari tentang kebijaksanaan.

Aku memang mungkin mengerti tentang kebijaksanaan. Tapi yang belum kumiliki adalah hati yang sejati. Aku berharap hari ini aku telah menemukan dan menunjukkan hati yang sejati, karena ternyata selama ini aku hanya menyimpan kepalsuan. Aku juga harus belajar untuk menerima kekalahan dan melanjutkan hidup ini dengan semestinya. Memang,.. tidak ada sesuatu hal pun didunia ini yang kekal. Dan ironisnya, kita tidak akan mengetahuinya sampai akhirnya kita mengalami sesuatu yang amat pahit dalam hidup ini.

Aku merasa amat tertekan dan merasa amat dirugikan oleh hidup ini, namun sekarang aku mengerti bahwa dunia ini bekerja dengan sangat misterius. Dari pengalaman pahit itu aku mempelajari sesuatu yang benar. Dan sebaliknya pengalaman manis selalu memanjakanku. Dan sekali lagi …. aku merasa sangat beruntung karena aku telah memandang dan belajar melalui sudut pandang yang benar. Terima kasih atas kebijaksanaan Sang Tathagatha yang telah membuatku berpikir secara benar. Tanpa ajaran-Nya, mungkin sekarang ini aku akan seperti mayat hidup, atau mungkin mayat dalam arti yang sebenarnya.

Namun perjalananku masih sangat panjang…

Share