Long time no see.. :-)
Aku tidak pernah tahu ada berapa orang yang membaca blog ini. Tapi kalo seandainya memang ada, maka anggaplah itu sebagai takdir yang tak terelakkan. :-)

Udah lama juga nggak nulis di blog ini. Biasanya kalo nulis di blog pasti pake bahasa resmi, bahasa Indonesia yang sudah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Tapi kalo dipikir pikir kenapa harus ???
Bukannya lebih baik make bahasa sehari hari ?

Biasanya orang nulis blog karena apa ? Apakah karena bosan ?
Ya, mungkin juga. Setidaknya itulah yang terjadi padaku sekarang. Memang kalo dipikir2, manusia itu nggak pernah bisa puas. Nggak ada habisnya yang dikejar.
Waktu nggak ada kerja bilangnya bosan, tapi kalo lagi banyak kerja, malah bilang stress.

So, apakah itu salah ?
Tidak perlu terburu buru membenci diri sendiri.. Karena pada dasarnya hidup itu memang harus ada keseimbangan. Istilahnya seperti sakit, kalo makan obat terlalu sedikit malah nggak sembuh, sebaliknya kalo terlalu banyak malah bisa bikin koit, alias matek, atau lebih sopannya tewas !!

Jadi bisa disimpulkan sebenarnya bahwa jika dalam hidup ini ada sesuatu yang salah, atau saat kita terus menerus didera masalah, sebenarnya penyebabnya adalah karena hilangnya keseimbangan hidup.
Banyak manusia yang jadi stress atau gila karena apa yang dicita citakannya gak kesampean, atau mungkin tekanan kerja, masalah keluarga, keuangan , dan lain-lain. Dan oleh sebab itu, banyak orang yang men-judge bahwa masalah tersebut timbul karena faktor eksternal yang tidak menguntungkan.

Kalau dari segi pemikiran Buddhis, mereka menyebutkan bahwa ini karena karma. Dan mereka tahu bahwa banyak orang setelah mengalami banyak masalah, bukannya menenangkan diri, malah secara tidak sadar berusaha untuk terus tenggelam ke dalam masalah itu. Dan akhirnya, mungkin bisa menjadi gila.

Sobatku, hidup ini memang berat. Tapi kita tidak perlu tenggelam kedalamnya terlalu dalam. Saat masalah datang kepada kita, kita tidak perlu merasa takut ataupun merasa gelisah. Kita harus bisa melihat masalah itu apa adanya, tidak perlu menyimpannya dalam perasaan kita. Kita cukup menyimpannya dalam pikiran kita.

Beberapa orang bilang bahwa masalah itu terus mengganggu pikirannya. Tapi, sebenarnya yang dia maksud adalah mengganggu perasaannya. Karena manusia merasa tidak nyaman, maka manusia menjadi tidak tenang, dan pada akhirnya tenggelam dalam kegelisahan.
Ingatlah satu hal : kita menderita secara mental karena secara tidak sadar kita mengizinkan penderitaan itu tetap tinggal dalam pikiran kita.

So, jadilah tuan bagi pikiranmu sendiri, dan jadilah orang yang paling bahagia di dunia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

C u next time..