Saya pernah membaca sebuah artikel tentang bisnis afiliasi, disana dikatakan bahwa dari 100% affiliasi, hanya 2% yang memberikan sumbangan bagi seluruh program afiliasi yang ada. Fakta yang mengejutkan ? Sebenarnya tidak juga. Bahkan sebenarnya itu adalah sebuah miniatur dari keadaan ekonomi di dunia ini sekarang ini.

Mungkin hanya 2% dari penduduk bumi yang dapat hidup dengan kekayaan materi yang berlebihan, sedangkan sebagian besar lainnya (98%) hanya menjadi orang biasa. Mengapa bisa begitu ? Apa yang membedakan populasi yang 98% dari yang 2%. Banyak faktor yang bisa menjadi pembeda, dan tidak bisa dipastikan faktor apa yang paling berpengaruh karena kita tidak mungkin mensurvei semua manusia yang hidup di muka bumi ini.

Tapi satu hal yang saya percayai, dari 2% itu tidak semuanya adalah orang yang pintar, berbakat, atau memiliki faktor faktor unggulan lainnya. Jadi sebenarnya tidak tertutup kemungkinan bagi kita untuk memasuki “area 2%” itu.

Ada banyak “pintu” untuk memasuki “area 2%” itu, dan terserah kita mau memilih pintu yang mana. Namun masalahnya kebanyakan dari kita tidak bisa melihat pintu itu. Kebanyakan dari kita hanya melihat “tembok besar yang sangat tinggi”, sehingga kehilangan semangat untuk mencari “pintu” itu.

Disaat kita kehilangan semangat itu, disaat itu jugalah “mata” kita akan semakin kabur. Pintu akan semakin tidak terlihat. Semakin banyak kita memperhatikan “tembok yang besar”, semakin besar kemungkinan kita melewatkan penglihatan terhadap “pintu kecil” yang terselip diantara tembok besar.
Maka dari itu, mengacu pada filosofi “Jet Kune Doo” dari Bruce Lee, kita hendaknya bersikap seperti air. Pada saat di dalam vas, kita akan menjadi vas, pada saat kita berada di dalam gelas, kita akan menjadi gelas, dan pada saat kita menghadapi “tembok besar”, kita akan seperti air, menyusuri tembok yang besar dan merembes ke dalam setiap celah yang kita temukan (yaitu “pintu pintu kecil” yang saya sebutkan tadi).

Untuk menjadi seperti air, maka yang kita butuhkan adalah pikiran yang tak memiliki bentuk tetap, persis seperti air. Saat ini pada umumnya hampir semua orang pemikirannya dibentuk sejak lahir. Pada saat kita masih kecil, kita selalu dimarahi guru kita jika menjawab pertanyaan dengan cara yang sedikit berbeda. Sehingga pada akhirnya kita menjadi takut untuk berpikir “keluar dari sangkar”. Kita dibiasakan untuk berpikir bahwa 1+1 HARUS SELALU SAMA DENGAN 2, padahal masih banyak kemungkinan jawaban lain untuk pertanyaan yang tidak terlalu strict itu. Jadi intinya kreativitas kita sudah diperlemah oleh sistem pendidikan yang tidak benar semenjak kita masih kecil.
Pada mulanya, kita memang harus belajar dengan cara yang benar, oleh karena itu seorang guru yang baik memang seharusnya mengharapkan jawaban yang benar dari muridnya (misalnya 1+1=2, bukannya 11). Tapi kesalahan utama dari beberapa guru adalah memarahi mereka jika jawaban yang diberikan tidak sesuai yang diharapkan. Tindakan memarahi itu akan menciptakan rasa takut pada seorang anak, dan pada akhirnya anak itu akan secara tidak sadar menciptakan penjara bagi dirinya sendiri. Mereka jadi takut untuk berpikir diluar kebiasaan.
Namun untunglah, menurut pengamatan saya sekarang ini sudah tidak seperti di masa lalu. Sekarang ini sistem pendidikan sudah lebih baik. Dan sudah banyak lembaga pendidikan yang menerapkan sistem pendidikan yang sangat bagus, yang mampu mengajarkan “pelajaran yang benar” tanpa mengorbankan kreativitas anak.

Kembali ke konteks pembahasan sebelumnya, yaitu kesuksesan.
Sebenarnya menurut pandangan saya, hal yang paling utama yang harus disiapkan untuk meretas jalan menuju kesuksesan adalah faktor psikologi. Faktor faktor inilah yang harus kita miliki. (dan saya percaya juga dimiliki oleh hampir semua orang sukses di dunia) :
1. Percaya Diri
Kita harus percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Jangan hiraukan pendapat orang lain (atau bahkan diri sendiri) yang mengatakan kita bloon, tidak mampu, tidak akan berhasil, dan kata-kata negatif lainnya. Setiap kali kita mendengar kata-kata negatif tersebut kita harus memotivasi diri kita 2x lipat untuk menunjukkan bahwa kita tidak seperti itu.
Saat ini kita mungkin masih boleh berpikir bahwa kita memang masih bloon, masih belum mampu, dan masih belum berhasil. Namun detik berikutnya, singkirkan itu semua. Karena kita yakin bahwa kita akan berubah. Kita yakin bahwa diri kita memiliki kemampuan untuk berubah.
2. Determinasi
Kebanyakan dari kita seperti api kecil. Pada mulanya ia membara, namun ia tidak konsisten, ia kehilangan bahan bakar dan akhirnya mati hanya karena hembusan angin sepoi-sepoi. Untuk itulah sama seperti air yang dapat berubah sesuai keadaan, pada keadaan ini kita harus berubah seperti bambu. Bambu adalah tanaman yang kuat. Meskipun terkena angin yang sangat kuat, ia akan bertahan dan mengayun.
Kita hendaknya seperti bambu. Dalam perjalanan hidup kita, seringkali kita menemui banyak hambatan dan kegagalan, namun kita tidak seharusnya langsung “runtuh” begitu saja. Kita harus seperti bambu yang merunduk pada saat terkena angin, namun tetap bisa bangkit kembali ke posisinya yang semula.
Ingatlah bahwa orang yang hebat adalah orang yang bisa tersenyum terhadap masalah, dan sangat bandel, pantang menyerah terhadap semua hambatan.
3. Kepuasan
Dalam menjalani hidup ini, kita seringkali melakukan sesuatu yang tidak kita suka untuk mencapai kesuksesan. Jalannya sudah betul, namun tidak ada keinginan untuk melakukan pekerjaan itu sepenuh hati. Hal ini sangat disayangkan, karena bisa menjadi sebuah dilema (khususnya jika tidak ada atau tidak mampu mencari pilihan pekerjaan lain). Dalam situasi ini mungkin ada 2 hal yang bisa dilakukan. Pertama memotivasi diri sendiri untuk menekuni bidang tersebut. Mungkin ada beberapa bagian kecil dari pekerjaan yang bisa menjadi acuan untuk merubah perspektif kita terhadap bidang pekerjaan tersebut (mungkin dengan begitu suatu saat nanti Anda bisa berkata : “Ah ternyata tidak seburuk yang saya duga”).
Yang kedua adalah meninggalkan/atau mengalihkan bidang pekerjaan tersebut kepada orang lain (atau saudara), dan mencari bidang lainnya yang sesuai dengan minat Anda.
Kepuasan adalah salah satu faktor kunci dalam kesuksesan. Dengan bergelut dibidang yang kita minati, hati dan pikiran kita akan tercurah untuk bidang pekerjaan tersebut, sama seperti saat kita mencurahkan hati dan pikiran kita untuk orang yang kita kasihi. Dengan demikian, maka peluang kesuksesan juga akan semakin besar.
Dan kepuasan juga yang akan membuat kita terhindar dari perasaan kecewa karena kesuksesan tidak kunjung datang, karena kita benar-benar merasa bahagia dengan apa yang kita lakukan. Process oriented, not result.
Bukan hanya itu kepuasan juga mungkin akan membuat saya terhindar dari caci maki di masa yang akan datang. Kenapa ? Karena pada saat kita tidak sukses menjalankan sesuatunya, kita cenderung mencari “kambing hitam” di luar diri sendiri. Sangat mungkin di masa yang akan datang akan ada komentar pedas dari salah satu pembaca artikel ini yang mengatakan bahwa saya adalah pembohong, bahwa semua yang saya katakan tidak ada hasilnya. Yah.. begitulah.. :-)

Setelah 3 elemen psikologis itu dikuasai, hal-hal lainnya yang bisa membantu proses mengejar kesuksesan adalah :
1. Bakat/Ketrampilan
2. Kreativitas
3. Kemampuan Analisa yang Bagus
4. Dan hal-hal lainnya

Jika kita tidak memiliki semua atau bahkan salah satu saja dari faktor pendukung tersebut, jangan berkecil hati. Karena bakat bisa diasah, kreativitas bisa dilatih, sepanjang kita memiliki tekad yang kuat dan pantang menyerah. Jangan takut ataupun kecewa berada di posisi underdog, karena posisi itulah yang sebenarnya tanpa beban dan tanpa tekanan, bahkan malah sebaliknya posisi itu adalah posisi yang punya harapan dan potensi untuk menjadi besar.
WILL (Keinginan) + ACTION (Tindakan) adalah hal utama dalam mengejar kesuksesan.

Tampaknya hari ini sudah cukup banyak yang saya tulis. Saya berharap artikel ini bisa berguna bagi yang membacanya. Saya juga tidak akan mempromosikan blog ini, biarlah blog ini secara alami bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan nasehat dari blog ini. Semoga orang-orang yang sedang kehilangan semangat dan kebetulan tersasar diblog ini bisa mendapat ilham baru.

Lain kali, saya berharap bisa menuliskan kembali pelajaran-pelajaran yang saya temukan, ketika saya sudah menjadi SUKSES. (Saat ini saya masih belum SUKSES).
Sekaligus untuk memberi bukti atas apa yang saya tuliskan hari ini.

C u later.