Feb 18, 2008 Comments Off
Peristiwa 15 Februari 2008 :-)
15 Februari 2008
Hari ini adalah adalah hari yang cukup mengejutkan. Untuk pertama kalinya saya mendapatkan kata-kata makian dari Internet. Dimaki untuk pertama kalinya lewat media online memang menyakitkan.
15 Februari 2008 pagi saya menerima artikel yang cukup menarik dari salah satu ‘teman tak akrab’ melalui email.
Email itu berisi tentang sebuah test. Lebih tepatnya disebut sebagai ‘test kepintaran’.
Apakah seorang jenius itu benar-benar pintar ? Karena menurut artikel tersebut 90% profesional yang mengikuti test tersebut gagal untuk menjawab pertanyaan secara benar. (Isi dari test tersebut akan saya posting pada kesempatan berikutnya)
Kembali ke persoalan. Setelah saya menerima email itu dan saya rasa menarik, maka saya mencoba untuk memposting artikel tersebut di blog saya. http://hardymika.blogspot.com – Kemudian iseng-iseng saya memposting artikel tersebut di situs digg. Dan dalam 15 menit saja saya sudah mendapatkan respon yang kurang enak didengar (melalui digg). Responnya kalo diterjemahkan kurang lebih isinya seperti ini : “Sebelum kamu mencemooh para professional, sebaiknya kamu belajar untuk memperbaiki bahasa inggrismu terlebih dahulu !!”, kemudian di blog saya, saya juga mendapatkan komentar yang jauh lebih pedas lagi : “f*uck you !!”.
Tentu saja saya merasa emosi dengan pernyataan tersbut mengingat saya juga mengutip artikel itu dari tempat lain. Ingin rasanya saya membalas makian mereka : “Jika seandainya bahasa inggris saya sempurna, apakah itu berarti saya bisa sesuka hati mencemooh Anda;profesional yang merasa dirinya sendiri bodoh karena ikut tertipu dan menjadi emosi karena pertanyaan bodoh ??”
Huih… memang emosi bisa membuat suasana jadi panas. Tapi untungnya, saya tidak jadi membalas makian mereka karena saya pikir berdebat itu bukan hal yang produktif. Tapi hal yang produktif adalah belajar dan mendapatkan pengalaman dari kasus tersebut.
Lalu apa yang saya pelajari.. Nah lo… asal kepala dingin, bahkan kejadian-kejadian buruk pun bisa jadi pelajaran yang berharga. Salah satu alasan mengapa mereka merasa tersinggung adalah karena pada dasarnya ego manusia sangat tinggi, meskipun ketinggiannya bervariasi pada satu orang dengan orang lainnya. ![]()
So kesimpulannya, pada dasarnya manusia itu butuh pengakuan dari orang lain. Bahkan bagi kebanyakan manusia, itu sudah menjadi kebutuhan primer. PENGAKUAN adalah kuncinya. Dengan mengetahui hal tersebut kita tahu bahwa disanalah titik lemah manusia.
Jika Anda adalah seorang yang bergerak di bidang pemasaran, ini tentu sebuah pelajaran bagi Anda. Bagaimana supaya produk atau perusahaan Anda disukai orang, bagaimana teknik penjualan yang terbaik.
Ya,salah satunya adalah dengan memberikan pengakuan kepada calon customer Anda. Bentuk pengakuan itu bisa dengan sifat mengalah, memuji dan menghargai respon calon customer, dan mencoba untuk sejalan dengan jalan pikiran calon customer Anda. Dengan demikian secara sadar ataupun tidak sadar akan tercipta hubungan emosional yang kuat antara customer dengan Anda atau produk yang Anda jual. Yah ini tentu adalah sebuah hasil yang baik mengingat dari apa yang saya pelajari dari salah satu buku marketing yang menyatakan bahwa menjaga customer yang loyal itu lebih murah biayanya dibanding biaya untuk mendapatkan customer baru.
Heh.. One lesson for one day is good enough. I’m sick of getting more bad experiences like today.
Hmm…Apakah bahasa inggris saya memang sekacau itu ?!?!!?