Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Peristiwa 15 Februari 2008 :-)

15 Februari 2008
Hari ini adalah adalah hari yang cukup mengejutkan. Untuk pertama kalinya saya mendapatkan kata-kata makian dari Internet. Dimaki untuk pertama kalinya lewat media online memang menyakitkan.
15 Februari 2008 pagi saya menerima artikel yang cukup menarik dari salah satu ‘teman tak akrab’ melalui email.
Email itu berisi tentang sebuah test. Lebih tepatnya disebut sebagai ‘test kepintaran’.
Apakah seorang jenius itu benar-benar pintar ? Karena menurut artikel tersebut 90% profesional yang mengikuti test tersebut gagal untuk menjawab pertanyaan secara benar. (Isi dari test tersebut akan saya posting pada kesempatan berikutnya)
Kembali ke persoalan. Setelah saya menerima email itu dan saya rasa menarik, maka saya mencoba untuk memposting artikel tersebut di blog saya. http://hardymika.blogspot.com – Kemudian iseng-iseng saya memposting artikel tersebut di situs digg. Dan dalam 15 menit saja saya sudah mendapatkan respon yang kurang enak didengar (melalui digg). Responnya kalo diterjemahkan kurang lebih isinya seperti ini : “Sebelum kamu mencemooh para professional, sebaiknya kamu belajar untuk memperbaiki bahasa inggrismu terlebih dahulu !!”, kemudian di blog saya, saya juga mendapatkan komentar yang jauh lebih pedas lagi : “f*uck you !!”.
Tentu saja saya merasa emosi dengan pernyataan tersbut mengingat saya juga mengutip artikel itu dari tempat lain. Ingin rasanya saya membalas makian mereka : “Jika seandainya bahasa inggris saya sempurna, apakah itu berarti saya bisa sesuka hati mencemooh Anda;profesional yang merasa dirinya sendiri bodoh karena ikut tertipu dan menjadi emosi karena pertanyaan bodoh ??”
Huih… memang emosi bisa membuat suasana jadi panas. Tapi untungnya, saya tidak jadi membalas makian mereka karena saya pikir berdebat itu bukan hal yang produktif. Tapi hal yang produktif adalah belajar dan mendapatkan pengalaman dari kasus tersebut.

Lalu apa yang saya pelajari.. Nah lo… asal kepala dingin, bahkan kejadian-kejadian buruk pun bisa jadi pelajaran yang berharga. Salah satu alasan mengapa mereka merasa tersinggung adalah karena pada dasarnya ego manusia sangat tinggi, meskipun ketinggiannya bervariasi pada satu orang dengan orang lainnya. :-)
So kesimpulannya, pada dasarnya manusia itu butuh pengakuan dari orang lain. Bahkan bagi kebanyakan manusia, itu sudah menjadi kebutuhan primer. PENGAKUAN adalah kuncinya. Dengan mengetahui hal tersebut kita tahu bahwa disanalah titik lemah manusia.

Jika Anda adalah seorang yang bergerak di bidang pemasaran, ini tentu sebuah pelajaran bagi Anda. Bagaimana supaya produk atau perusahaan Anda disukai orang, bagaimana teknik penjualan yang terbaik.
Ya,salah satunya adalah dengan memberikan pengakuan kepada calon customer Anda. Bentuk pengakuan itu bisa dengan sifat mengalah, memuji dan menghargai respon calon customer, dan mencoba untuk sejalan dengan jalan pikiran calon customer Anda. Dengan demikian secara sadar ataupun tidak sadar akan tercipta hubungan emosional yang kuat antara customer dengan Anda atau produk yang Anda jual. Yah ini tentu adalah sebuah hasil yang baik mengingat dari apa yang saya pelajari dari salah satu buku marketing yang menyatakan bahwa menjaga customer yang loyal itu lebih murah biayanya dibanding biaya untuk mendapatkan customer baru.

Heh.. One lesson for one day is good enough. I’m sick of getting more bad experiences like today.

Hmm…Apakah bahasa inggris saya memang sekacau itu ?!?!!?
:-)

Share

Kuasa Dewa

Februari 8, 2008
1 day after chinese new year 2008.

Semuanya kembali berjalan seperti normal. Bangun pagi, mandi, sarapan, dan kemudian berangkat kerja. Rutinitas seperti ini terkadang terasa amat membosankan, khususnya jika liburan tidak cukup lama.
Ada banyak hal untuk dikerjakan, namun hanya ada sedikit semangat yang tersisa. Ada keinginan untuk melakukan banyak hal demi kemajuan sendiri, yaitu dengan kerja keras. Namun apa daya, mood sedang tidak bagus dan tidak ada semangat kerja. Padahal di pikiran ini sudah bertumpuk banyak sekali ide-ide cemerlang.

Memang kalo dipikir-pikir, faktor utama yang menghambat kemajuan manusia asalnya dari dalam diri sendiri. Makanya, sekarang kita perlu untuk menaklukkan diri sendiri. Menaklukkan semua rasa malas, tidak percaya diri, dan semua ego yang ada di dalam diri. Penghalang kesuksesan itu paling banyak berasal dari dalam diri sendiri. Padahal dalam diri setiap manusia tersimpan potensi yang sangat besar.

Meskipun tidak yakin namun saya berspekulasi bahwa mungkin manusia itu adalah makhluk setengah dewa. Sebagian adalah dewa, dan sebagian lagi adalah hewan. Kemampuan ‘dewa’ dalam diri manusia itu biasanya tidak terlihat, dan cara kerjanya sangat misterius. Boleh kita bilang itu sebagai kemampuan bawah sadar.
Meskipun porsinya adalah setengah-setengah, namun dominasinya tidaklah mengikuti porsi yang sama. Ada manusia yang sisi hewannya lebih kuat dan ada juga manusia yang sisi dewanya lebih kuat. Namun ada juga yang kedua sisinya seimbang.

Mungkin diantara pembaca ada yang mengira-ngira bahwa orang yang sisi dewanya lebih kuat pasti adalah orang yang sifatnya baik (white side), sedangkan orang yang yang sisi hewannya adalah orang jahat (black side). Tapi bagi saya, tidak seperti itu.
Dalam definisi saya sendiri, sisi dewa mengontrol kemampuan alam bawah sadar manusia yang biasanya sulit dijelaskan secara ilmiah. Sedangkan sisi hewan mengontrol semua aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh manusia.
Jadi dengan begitu maka dalam pandangan saya, orang yang sisi dewanya begitu kuat belum tentu adalah orang baik. Karena bisa saja dia menggunakan ‘kekuatan dewa’-nya untuk menyakiti ataupun merugikan orang lain. Begitchu… :-)

Saya percaya bahwa kebanyakan orang sukses pastilah memiliki ‘kuasa dewa’ yang begitu kuat. Kenapa ? Karena mungkin secara tidak sadar mereka terus menerus mengaktifkan ‘kemampuan dewa’ mereka.
Lalu bagaimana cara mereka melakukannya ?
Yaitu dengan motivasi, determinasi, dan daya khayal yang tinggi. 3 faktor psikologis itu hanyalah salah satu diantaranya. Mungkin ada juga faktor psikologis lainnya yang ikut berperan mengaktifkan ‘kekuatan sakti’ mereka. Tapi yang jelas, faktor-faktor psikologis itu secara konstan mengaktifkan ‘kuasa dewa’ itu, dan secara tidak sadar membuat mereka menemukan jalan sukses mereka baik secara kebetulan maupun melalui proses yang disengaja. ‘Kuasa dewa’ itu bekerja di balik layar untuk mengumpulkan dukungan dari alam semesta untuk membantu cita-cita tuannya.

So, bagaimana dengan saya sendiri ?? Tampaknya ‘dewa pelindung’ku sedang tidur, bukan karena dia malas, tapi karena saya belum bisa mengalahkan diri sendiri. Saya belum bisa mengalahkan rasa malas yang terus membius ‘sang dewa’. :-)
Kalo begitu, mulai saat ini saya akan mendeklarasikan ‘perang’ melawan diri sendiri. Semoga saya bisa memenangkan pertempuran ini. Doakan saya. SEMANGAT !!!

NB : Jika saya sudah memenangkan pertempuran ini, saya berharap saya tidak lupa untuk menyumbangkan sebagian strategi saya (hasil pengalaman di medan tempur) kepada teman-teman yang berjodoh membaca blog saya.

Ok then.. Sampai jumpa.

Share

Suasana Kota Medan

Masih di hari Imlek tanggal 7 Februari 2008.
Hari ini di Medan suasana sangat mencekam, bukan karena ada kerusuhan, juga bukan karena ada gempa bumi. Ini adalah siklus tahunan yang biasa di Medan, khususnya di pusat kota tempat dimana banyak orang Chinese tinggal.
Seperti biasa, di Medan kalo pas lagi hari Imlek, jalanan jadi sepi, dan bahkan di beberapa jalan bisa dijadikan tempat berbaring jika mau. :-)
Mayoritas penduduk di pusat kota untuk sejenak melupakan kesibukan sehari-harinya dan menghabiskan waktu bercengkerama di rumah bersama keluarga. Toko-toko tidak ada yang buka, restoran juga, dan tempat tempat seperti Mall tidak sepadat biasanya.
Sebaliknya tempat tempat rekreasi di luar kota seperti Brastagi full dan sepanjang jalan kesana pasti macet.
Ini disebabkan karena penduduk kota Medan punya kebiasaan ikut-ikutan, jadi kalau misalnya mereka berlibur kesebuah tempat, mereka biasanya bakal mengajak sanak saudara, ayah, ibu, nenek, kakek, besan, atau teman-teman mereka untuk berlibur bersama. Dan masing-masing anggota yang diajak bisa juga mengajak lagi sanak saudara, ayah. ibu, nenek, dllnya untuk berlibur bersama. Akibatnya bisa ditebak, liburan penduduk kota Medan umumnya terpusat pada satu tempat saja. Dan pada akhirnya jalanan menjadi macet. Inilah akibat dari penerapan viral marketing yang kelewat batas. hohoho…

===Sekilas Info Tentang Viral Marketing di Medan===
Makanya ada orang bilang kalo mau bisnis di Medan harus memiliki relasi yang kuat. Karena bisnis disini sangat mengutamakan kepercayaan. Masyarakat Medan umumnya tidak percaya begitu saja dengan kata-kata pemasaran. Mereka lebih percaya dengan referensi dari orang orang terdekat mereka. Makanya mungkin agak sulit bagi pendatang luar yang bermodal kecil untuk berbisnis di Medan. Tentu saja beda halnya jika yang masuk adalah pemain besar. Pengecualian berlaku bagi pendatang luar yang punya reputasi tinggi secara nasional ataupun internasional, seperti misalnya Carrefour.

Kembali ke kota Medan. Medan adalah kota yang bisa dibilang tradisional tapi juga modern. Loh,.. kok… ???!!?
Yah.. kira-kira begini penjelasannya. Mayoritas kalangan bisnis disini masih menerapkan manajemen tradisional dalam mengelola perusahaannya. Dan biasanya banyak bos-bos besar disini yang tidak melek teknologi(tapi tidak semuanya begitu). Sebagai contoh, saya pernah melihat seorang bos besar yang punya HP super canggih dengan fitur-fitur yang OK OK punya, tapi cuma dipakai untuk telpon dan sms aja. waktu ditanya : “Wah.. bapak ternyata seorang gadget mania ya.. ?? ” Eh, malah ditanya balik, “Gadget itu apaan sih ????”. ?!@#???!#?

Yah.. begitulah kira-kira kondisi kota Medan. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diceritakan. Namun sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 18.51. Sebentar lagi teman saya bakalan datang menjemput. Kita ada rencana mau kumpul-kumpul gitu.

OKlah.. kalo gitu. Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Ciau… Cia Yo.. Tetap Semangat !!!

Share

Happy Chinese New Year

Gong Xi Fat Chai, Hung Pao Na Lai…
Selamat datang tahun tikus, dan selamat jalan tahun… apa ya ?? LUPA !!!
Memang deh, udah kebiasaan kalo nulis blog tanpa persiapan dulu. hehehe

Tahun baru tionghua kali ini adalah tahun tikus. Entah apa yang dipikirkan orang-orang zaman dahulu sampai menamai tahun dengan nama-nama binatang. Tapi yang jelas ditahun tikus ini semoga kita semua makin maju dan makin sukses.

Meskipun tikus adalah binatang yang jorok, namun pada kenyataannya ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari tikus.
Tikus adalah binatang yang hidup dengan cara yang tidak halal, yaitu mencuri. Tentu saja ini tidak boleh kita tiru, tapi yang sepatutnya kita tiru adalah semangat dan kepandaiannya.

Sebagai contoh saja, tikus-tikus di rumah saya adalah tikus-tikus yang memiliki intelegensia tinggi. Mungkin bisa disejajarkan dengan Jerry Mouse. :-) Sekarang, semua jenis perangkap sudah tidak bisa digunakan lagi untuk menangkap tikus-tikus nakal itu.. Sepertinya tikus juga bisa belajar dari kesalahan para nenek moyangnya yang sering terperangkap jebakan manusia.
Nah, dari sana ada satu pelajaran yang bisa kita petik yaitu, belajarlah dari kesalahan orang lain. Lebih enak mana, dapat pelajaran dari pengalaman pahit orang lain atau merasakannya sendiri ?

Kemudian tikus di rumah saya pun termasuk tikus pesulap.
Hah.. mengapa bisa disebut pesulap ?? Mungkin Anda heran mendengar kata-kata saya, namun Anda akan lebih heran lagi ketika mendengar kehebatan tikus-tikus itu. Bayangkan, Anda menggantungkan makanan di tempat yang tinggi dan hampir tidak ada tempat untuk memanjat, tapi sim salabim, tetap aja bisa diangkut tikus-tikus itu..
Entah bagaimana caranya saya pun tak tahu. Sampai sejauh ini cuma ada satu cara untuk melindungi makanan di rumah dari teroris-teroris kecil itu, yaitu dengan menyimpannya di dalam sebuah lemari yang terkunci rapat. (Dan mungkin cara ini tidak akan bertahan lama karena mungkin saja tikus-tikus itu sedang meriset teknik sulap lainnya untuk menghilangkan makanan dalam lemari yang terkunci rapat)
Jadi apa bisa kita pelajari dari ini ? Yah.. dari sini kita tahu bahwa tikus punya semangat yang tinggi untuk mencapai cita-citanya. Hingga pada akhirnya mereka bisa membuat “manusia-manusia pintar” seperti kita ini menjadi kebingungan. So, kita harus kreatif, persis tikus !!! Ingatlah bahwa semangat untuk bertahan hidup bisa membawa kita kepada kesuksesan.

OK… :-)

Share