Suasana Kota Medan
Masih di hari Imlek tanggal 7 Februari 2008.
Hari ini di Medan suasana sangat mencekam, bukan karena ada kerusuhan, juga bukan karena ada gempa bumi. Ini adalah siklus tahunan yang biasa di Medan, khususnya di pusat kota tempat dimana banyak orang Chinese tinggal.
Seperti biasa, di Medan kalo pas lagi hari Imlek, jalanan jadi sepi, dan bahkan di beberapa jalan bisa dijadikan tempat berbaring jika mau. ![]()
Mayoritas penduduk di pusat kota untuk sejenak melupakan kesibukan sehari-harinya dan menghabiskan waktu bercengkerama di rumah bersama keluarga. Toko-toko tidak ada yang buka, restoran juga, dan tempat tempat seperti Mall tidak sepadat biasanya.
Sebaliknya tempat tempat rekreasi di luar kota seperti Brastagi full dan sepanjang jalan kesana pasti macet.
Ini disebabkan karena penduduk kota Medan punya kebiasaan ikut-ikutan, jadi kalau misalnya mereka berlibur kesebuah tempat, mereka biasanya bakal mengajak sanak saudara, ayah, ibu, nenek, kakek, besan, atau teman-teman mereka untuk berlibur bersama. Dan masing-masing anggota yang diajak bisa juga mengajak lagi sanak saudara, ayah. ibu, nenek, dllnya untuk berlibur bersama. Akibatnya bisa ditebak, liburan penduduk kota Medan umumnya terpusat pada satu tempat saja. Dan pada akhirnya jalanan menjadi macet. Inilah akibat dari penerapan viral marketing yang kelewat batas. hohoho…
===Sekilas Info Tentang Viral Marketing di Medan===
Makanya ada orang bilang kalo mau bisnis di Medan harus memiliki relasi yang kuat. Karena bisnis disini sangat mengutamakan kepercayaan. Masyarakat Medan umumnya tidak percaya begitu saja dengan kata-kata pemasaran. Mereka lebih percaya dengan referensi dari orang orang terdekat mereka. Makanya mungkin agak sulit bagi pendatang luar yang bermodal kecil untuk berbisnis di Medan. Tentu saja beda halnya jika yang masuk adalah pemain besar. Pengecualian berlaku bagi pendatang luar yang punya reputasi tinggi secara nasional ataupun internasional, seperti misalnya Carrefour.
Kembali ke kota Medan. Medan adalah kota yang bisa dibilang tradisional tapi juga modern. Loh,.. kok… ???!!?
Yah.. kira-kira begini penjelasannya. Mayoritas kalangan bisnis disini masih menerapkan manajemen tradisional dalam mengelola perusahaannya. Dan biasanya banyak bos-bos besar disini yang tidak melek teknologi(tapi tidak semuanya begitu). Sebagai contoh, saya pernah melihat seorang bos besar yang punya HP super canggih dengan fitur-fitur yang OK OK punya, tapi cuma dipakai untuk telpon dan sms aja. waktu ditanya : “Wah.. bapak ternyata seorang gadget mania ya.. ?? ” Eh, malah ditanya balik, “Gadget itu apaan sih ????”. ?!@#???!#?
Yah.. begitulah kira-kira kondisi kota Medan. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diceritakan. Namun sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 18.51. Sebentar lagi teman saya bakalan datang menjemput. Kita ada rencana mau kumpul-kumpul gitu.
OKlah.. kalo gitu. Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Ciau… Cia Yo.. Tetap Semangat !!!

Leave a Reply