Kosongkan Gelasmu
Cerita ini entah fiksi atau kenyataan. Pernah sekali ada seseorang yang datang mengunjungi seorang biksu untuk menanyakan sebuah nasehat.
Jadi..apa yang terjadi berikutnya.. Biksu tersebut tidak menjawab pertanyaannya. Dan ketika orang itu bertanya kenapa pertanyaannya tidak dijawab.. Biksu itu mengatakan kepadanya bahwa dia seperti gelas yang sudah penuh. “Tidak ada gunanya aku mengisi air ke dalam gelas yang sudah penuh. Karena apa yang kuberikan pasti akan tumpah. Jika kamu tidak mengosongkan gelasmu terlebih dahulu, bagaimana kamu bisa menerima sesuatu dariku ??”
Hmm.. so apa moral dari cerita ini ?
Pikir sendiri dong.. Soalnya saya sudah berusaha merangkai kalimat untuk menggambarkan moral dari cerita ini. Namun berapa kali pun mencoba rasa tetap kurang pas. Butuh kebijaksanaan untuk memahami cerita ini. Sebab tanpa itu, arti dari cerita ini bisa menjadi sesat. Setidaknya itulah yang saya tangkap ketika saya berusaha untuk merangkai kalimat demi mencoba menjelaskan arti dari cerita tersebut.
Intinya ada di hati dan bukan pada kata-kata. Begitu kita mencoba menerangkannya dengan kata-kata, arti sesungguhnya menjadi semakin pudar. Kata kuncinya adalah keseimbangan antara hati dan pikiran, dan bukannya cuma pikiran saja atau hati saja.

Leave a Reply