Kepercayaan VS Kecurigaan
Halo, lama tak menulis di blog ini.
Yah setelah merenung beberapa hari ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran baru.
Sangatlah menyenangkan apabila bisa membanu orang lain. Tapi kadang-kadang orang tidak mau dibantu. Mereka belajar dari pengalaman mereka bahwa mereka tidak boleh tergantung kepada orang lain, tidak boleh berhutang budi kepada orang lain, karena di dunia yang kejam ini banyak orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan topeng ‘menolong orang lain’. Istilahnya sama seperti yang dialami oleh sapi dalam ilustrasi gambar di bawah ini
Sedihnya, tidak semua orang ‘tidak jujur’. Ada beberapa orang yang tulus membantu namun niatnya malah dicurigai. Yah, sebenarnya tidak ada yang bisa disalahkan disini, karena ini juga demi keamanan diri sendiri.
Masyarakat sekarang tingkat kecurigaannya sudah begitu tinggi sehingga sangat sulit untuk mempercayai orang lain. Dan anehnya tingkat kecurigaan masyarakat berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain. Teorinya, jika disebuah negara sudah sangat sering terjadi penipuan, maka secara otomatis defense level masyarakatnya juga akan semakin tinggi sehingga yang namanya kepercayaan pada akhirnya akan menjadi barang mewah dan mahal. ![]()
Di Indonesia sendiri tampaknya tingkat kepercayaan masyarakat sangatlah rendah mengingat di negara ini banyak sekali bercokol para penipu dan lintah darat.
Yah mau gimana lagi, kenapa bisa timbul begitu banyak penipu dan lintah darat, mungkin itu karena terpaksa. Demi bertahan hidup (survive), manusia bisa menjadi apa saja, termasuk menjadi pencuri bukan.. ?
So, salah siapa ? Hmm… lebih baik nggak usah cari siapa dalangnya soalnya hal begini sudah terun temurun sejak lama, kalo ditelusuri satu persatu rambut pun bisa putih. Lebih baik memfokuskan pada apa yang bisa dilakukan saat ini.
Saya jadi teringat mengenai sebuah komik yang judulnya Black Swindler. Dalam komik ini diceritakan bahwa ada seorang penipu yang baik hati. Lho ????
Yaa… dalam cerita itu intinya penipu itu cuma menipu para penipu. Ini dikarenakan orang tuanya dulu meninggal karena ditipu oleh para penipu, so ceritanya dia mau balas dendam. Hmmm… apa kubilang,… karena terpaksa atau karena benci/suka, manusia bisa menjadi apapun.. termasuk menjadi penipu para penipu. ![]()
Lalu bagaimana caramu untuk bertahan hidup. Apakah kamu sudah berada di zona nyaman sehingga tidak ada tantangan bagimu, dan secara otomatis tidak perlu untuk merasa ‘terpaksa untuk survive’ ? Hmm… pada dasarnya (dan kebanyakan begitu), orang yang yang sudah hidup dizona nyaman kemajuannya tidak sebanding dengan orang yang sering hidup di tepi jurang dan masih survive hingga saat ini. Suatu saat salah satu dari mereka bahkan bisa menguasai dunia ini. Lihatlah kebanyakan orang sukses saat ini kebanyakan memulai usahanya dari nol, bukannya bermodal kekayaan yang diturunkan turun temurun.
So, bagaimana dengan Anda ?? Apakah Anda masih hidup di zona nyaman dan apakah Anda mau selamanya disitu. Atau apakah Anda mau sesekali keluar kandang dan menghadapi ganasnya kehidupan dunia luar ?
Jika Anda menanyakan pertanyaan itu pada saya maka jawaban saya adalah : saya tak tahu.
Tapi mungkin saya akan coba memperluas kandang sampai melingkupi semua kehidupan di dunia luar..
lol


Leave a Reply