Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Siapakah yang Memprogram Anda ?

CatA new inspiration for today. Thanks to the cats.
Hari ini saya merasa bosan. Saya kemudian memutuskan berjalan kaki keliling kota sendirian,  sambil menikmati lingkungan di beberapa tempat yang saya singgahi.

Di satu tempat, saya melihat seekor kucing kecil. Lucu sekali !!! :D
Kucing kecil itu sedang bermain-main di dekat jalan raya. Dia benar-benar keasyikan sampai tidak menyadari bahaya bermain di jalan raya. Kemudian saya pun mendekati kucing kecil itu untuk mengusirnya kembali ke tepi. Tapi kucing kecil itu tidak takut dengan saya?? Kemudian  saya pakai kaki saya untuk mengeser buntutnya. Tapi tetap aja dia nggak takut, dia malah nungging sambil melotot ke arah saya (***hmmm… mungkin cuma perasaan saya aja :D ***)

Buset deh !!! Apakah muka saya kurang garang sampai dia nggak merasa terancam sama sekali ??? wkwkwkwk :P
Sebenarnya alasan mengapa kucing itu tidak takut kepada saya adalah karena dia sudah terbiasa dengan manusia. Yah kalo begitu apa boleh buat, saya tangkap dan goreng aja dia… wkwkwk. :D
*hahaha…just kidding*

Saya memang menangkap kucing kecil itu dengan tangan saya dan kemudian membawanya ke tempat yang aman. Setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan.
Berhubung di kota saya populasi kucing berkembang pesat, dalam perjalanan saya kembali bertemu anak kucing lainnya. Kali ini kucing kecil itu tidak sedang dalam bahaya. Cuma karena kucing itu terlalu imut untuk lepas dari perhatian saya, maka saya coba untuk mendekati kucing itu untuk sedikit memberi ‘salam perkenalan’. Tapi apa yang terjadi… ?? Ternyata kucing itu langsung lari.
Wah ternyata tidak sama seperti kucing pertama, kucing kedua ini tidak human friendly. :lol:

Kemudian saya pun bertanya-tanya. Mengapa bisa begitu. Mengapa kucing yang satu bisa begitu bersahabat sedangkan yang satunya lagi tidak? Tentu saja Anda tahu jawabannya karena kucing pertama sudah terbiasa hidup dengan manusia. Namun cobalah untuk melihat lebih dalam lagi…
Kucing kecil itu pada saat lahir ke dunia sama sekali tidak mempunyai pengetahuan apapun tentang dunia disekitarnya. Tapi tanpa pengetahuan dia tidak akan bisa survive. Tanpa pengetahuan dia tidak bisa mengenali mana objek yang berbahaya dan perlu dihindari dan apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup. Tanpa pengetahuan kucing itu tidak akan tahu bahwa dia perlu makan jika lapar dan perlu minum jika haus. So, kesimpulannya sudah ada program ‘default’ yang tertanam dalam otaknya. Sebagian program itu diantaranya adalah :


If (something bigger than you come to you)
then
{
run();
hide();
bite_if_necessary();
}

Setidaknya itulah program default yang dimiliki kucing itu. Tentunya saya tidak bisa menjamin listing source code diatas tepat 100% mengingat saya gak secanggih programmernya. :lol:

Lalu bagaimana seiring dengan waktu kucing itu bisa belajar untuk percaya dengan manusia?
Itu karena kucing itu sudah meng’upgrade’ pengetahuannya sekaligus memprogram ulang dirinya.

Lalu pertanyaannya, apakah kita sebagai manusia juga mengikuti sistem yang sama ?
Tentu saja !!!

Dalam hidup kita menemui banyak hal, kita bertemu dengan banyak manusia yang unik, banyak karakter yang unik dan banyak kebiasaan yang unik. Semuanya itu membentuk sebuah program dalam kepala kita. Tentu saja prosesnya tidak sesederhana itu. Prosesnya sangat rumit, dan tidak bisa saya jelaskan.

Sejauh yang bisa saya jelaskan, bagaimana karakter atau kepribadian sesorang itu terbentuk adalah karena hasil dari penggabungan (perpaduan) dan pemrosesan dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah kepribadian bawaan kita, yaitu dasar kepribadian kita secara genetik, sedangkan faktor ekseternal adalah pengaruh dari lingkungan pergaulan kita (interaksi kita dengan dunia luar : teman-teman, keluarga, kondisi sosial, dan lain sebagainya)

Lalu berapa rasio pengaruh internal dan eksternal itu ? Saya tidak tahu. Tapi saya rasa pengaruhnya bervariasi, bisa 10:90 atau 11:89 atau 60:40, tidak ada angka tetap.

Orang orang yang berkepribadian kuat (atau menjadi kuat karena faktor luar/pengalaman) mungkin sangat kecil kemungkinannya bisa dipengaruhi faktor eksternal. Tapi orang yang memiliki kepribadian ‘terlalu kuat’ mungkin malah bisa membuatnya menjadi pribadi yang keras kepala dan egois. Sebaliknya orang yang berkepribadian lemah bisa jadi sangat mudah dipengaruhi faktor eksternal dan bisa jadi juga sangat mudah dipengaruhi emosinya, plin plan, dan mudah terhasut.
Tapi kebaikannya, biasanya mereka tidak keras kepala dan disukai banyak orang (mungkin karena mudah dihasut dan dibodoh bodohi). Dan terakhir ada juga yang berada di tengah – tengah. Yang berada ditengah – tengah ini ada banyak jenisnya. Ada yang cuek abisss, dan ada yang licik abiss.. :lol:
Pokoknya banyak sekali variasinya dan gak mungkin w sebutkan disini semuanya.

Sekarang kembali ke topik. Sekarang Anda tahu bahwa kepribadian Anda tidak murni adalah produk Anda sendiri. Lingkungan Anda turut campur tangan dalam ‘memprogram’ diri Anda, yang mana sahamnya gak jelas pembagiannya antara Anda sendiri dan lingkungan Anda. :lol:
Pelajarannya adalah : Cobalah lihat ke dalam diri Anda sendiri. Jujur kepada diri sendiri. Seperti apakah Anda. Apakah Anda orang yang berkepribadian lemah, kuat, atau ditengah-tengah? Apakah Anda cuek, atau pintar ?
Jika Anda pintar, Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan.
Jika Anda cuek, saya juga gak bisa kasih saran karena Anda pasti cuek dengan saran-saran saya. Anda persis ember bocor, masuk atas keluar bawah :lol: , so jalanilah jalan yang Anda pilih sendiri.
Jika Anda berkepribadian kuat, maka saya bisa bilang jangan membentengi diri Anda terlalu kuat. Sebaliknya jadilah seperti saringan, ambil (pelajaran) yang Anda butuhkan, dan buang sisanya, jangan buang seluruhnya. Jika orang berteriak kebakaran dan Anda tidak percaya, ada kemungkinan Anda bakal mati terbakar !!!
Buat yang berkepribadian lemah, jangan seperti gentong, menerima semua apa adanya. Tidak semua hal yang Anda dengar, Anda lihat, atau bahkan Anda rasakan itu semuanya benar. Jadilah lebih pintar dan bijak. Tapi untuk menjadi pintar dan bijak saya tidak bisa membantu, harus mengandalkan diri Anda sendiri. Jika beruntung, Anda bisa menemukan seseorang yang bisa membantu Anda.

OK. Sekian uneg2 saya. Waktu sudah malam dan mata mulai berat. Besok saya akan menulis inspirasi baru lagi. Selamat tidur untuk yang sudah mau tidur, dan semoga sukses untuk semuanya, khususnya buat saya !!!. Cia YOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO !!! :lol:

Share

Category: Indonesian Language, Lesson

Tagged:

Comments are closed.