Strategi Komunikasi ala Hardy Chen plus Anti Iri Hati
Huff…
what a day.
Everything is fine. Very fine indeed.. ![]()
Ya.. aku baik baik saja dan semuanya menjadi semakin baik. Aku hanya butuh lebih banyak semangat untuk merelalisasikan semua mimpiku. Semua peralatan telah siap, semua kondisi sudah mendukung. Namun, kenapa mesinku tak mau nyala.. ??? weks…
Mungkin hanya ini satu-satunya masalah buatku sekarang ini. Mungkin karena sakit selama beberapa hari akhirnya aku menjadi cepat ngantuk dan malas. Hufff….
By the way, hari ini kembali lagi aku mendapatkan satu pelajaran berharga. And my blog is the only collection of my knowledge since I lost all my personal physical diary… and from this blog let me tell you that Everyone Choose Their Own Destiny.
Pernahkah kita merasa bahwa kita sering dibenci orang ? Semua kata-kata yang kita keluarkan selalu tidak cocok dan jadi bahan kritikan orang ? Terkadang karena cara berpikir kita yang unik, meskipun tujuan dan perasaan kita sangat baik, kita menyampaikannya ataupun melakukannya dengan cara yang kurang berkenan di hati orang.
Yah.. gw tau karena gw sudah melakukan blunder beberapa kali.
Ugh.. memang ga enak dibenci orang lain, padahal tujuan kita baik malah dapet perlakuan seperti itu. But it’s just a past.. hanya masa lalu. Dari sini seharusnya masih ada pelajaran berharga yang bisa kita petik.
Pertama, jangan terlalu banyak menjudge/menilai orang lain meskipun itu hanya berupa contoh.
Kedua, jangan mudah terpancing emosi karena kata-kata orang lain, baik kata-kata itu ditujukan kepada kita atau kepada orang lain.
Ketiga, rendahkan hatimu. Manusia tidak suka dengan ketidaksetujuan. Jika kita tidak setuju dengan pendapat sesorang maka kita harus punya alasan yang kuat dan tidak bersifat egosentris untuk tidak setuju dengan pendapat itu.
Sejauh itu tidak mengganggu kepentinganmu (bukan egomu), maka tahanlah nafsumu untuk memberontak, dan sebaliknya bercandalah dengan mereka…
.
Keempat, jika cara berbicaramu cenderung tidak nyaman didengar orang lain (meskipun bagimu itu hal yang biasa), maka analisa kembali dimana salahnya, dan perbaiki kemampuan komunikasimu.
Kelima, cobalah untuk merekatkan kembali hubungan yang sudah retak, jadilah seperti tulang.
Sebagai informasi, tulang manusia jika pernah patah dan sembuh secara normal, maka biasanya struktur baru tulang tersebut akan lebih kuat dibanding struktur sebelum patah. Begitu juga dengan persahabatan. Asalkan ada usaha yang tulus untuk memperbaiki ‘keretakan’, hubungan itu akan kembali menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.
Yang tadi adalah pelajaran tentang hubungan komunikasi antar manusia. Pelajaran berikutnya adalah tentang cara menghadapi iblis manusia.
Orang bilang jika kamu tidak salah, maka kamu tidak akan dicelakakan.
Oppss.. sayang sekali, itu sama sekali bukan pernyataan absolut. ![]()
Satu sifat yang dimiliki sebagian manusia dengan kadar yang berbeda-beda adalah iri hati.
Jika kamu tidak pernah menyakiti orang, tapi kamu lebih sukses dibanding orang-orang kebanyakan, atau jika kamu menuai banyak pujian, maka terkadang akan muncul perasaan iri dengan kadar yang berbeda-beda pada sebagian orang.
Jika kadarnya sedikit, itu tidak akan membahayakanmu, tapi jika kadarnya banyak… itu cukup mengkhawatirkan.
Sulit bagi kita untuk melarikan diri dari monster itu, kecuali kita mampu membaca manusia.
Yang dimaksud dengan membaca manusia adalah kemampuan untuk menyadari kadar iri hati yang dimiliki orang-orang yang dekat dengan kita atau cuma sekedar tahu mengenai kita. Kemampuan ini tidak sembarang dimiliki manusia, karena kita membutuhkan third eye, dan atau kebijaksanaan yang tinggi.
Karena cara terbaik untuk mengatasi rasa iri tersebut adalah dengan menemukannya terlebih dahulu sebelum rasa iri itu menyerang kita, maka oleh karena itu tidak peduli bagaimana cara kita membaca manusia, jika kita tidak punya third eye dan atau kebijaksanaan, gunakan cara lain dengan kreatifitas masing-masing.
Setelah kita menemukannya, maka kita bisa melakukan tindakan untuk ‘merangkul’ orang tersebut dan melemahkan perasaan iri itu.
Perasaan iri terkadang (tapi tidak selalu) dapat dilemahkan dengan memberikan respect kita terhadap orang bersangkutan. Dan jika ternyata perasaan iri orang itu sangat kuat, maka mungkin salah satu alternatif lain untuk menghadapinya adalah dengan kesabaran.
Cara yang disebut sebelumnya adalah tindakan proaktif, namun ada juga tindakan preventif yang perlu dipertimbangkan. Jika kita tahu bahwa kita telah melakukan banyak hal, dan menjadi berprestasi oleh karenanya, maka sebisa mungkin hindarilah pencarian pengakuan.
Terkadang diri kita secara sadar atau tak sadar terus menerus lapar akan pengakuan dari orang lain.
Gw sih gak tau pendapat orang lain, tapi secara pribadi gw mau menghilangkan diri dari atas podium, karena jika kamu berada di atas podium, maka kamu dapat dijadikan sasaran empuk silent shooter (alias sniper. wkwkwkw
)
Sebaliknya lebih baik bagi gw untuk hidup diantara kerumunan, melakukan banyak hal bagi kerumunan, dan mendapatkan banyak hal dari kerumunan.
Ok.. that’s all for today. Have a nice weekend.

Leave a Reply