Siladitya adalah seorang pemuda daerah yang menjadi aktivis di sebuah vihara kecil dan sederhana. Dalam hubungannya dengan teman-teman sesama aktivis, ia sangat disenangi dan dikagumi. Bukan karena penampilannya yang tampan, tetapi lebih dikarenakan adanya keindahan dalam dirinya.
Keindahan apakah yang dimilikinya hingga membuat teman-teman menyenanginya?
Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja, ia hanyalah seorang yang periang, rendah hati, suka menolong dan tidak merendahkan yang lain.
Kehadirannya dalam setiap pertemuan menambah semangat dan kegembiraan tersendiri bagi teman-teman lainnya. Ia telah menjadi figur ideal bagi teman-temannya.

Seperti yang Buddha sabdakan di hutan Jeta dekat kota Savatthi kepada seorang perumah tangga mengenai ciri orang bijak. Pada waktu itu Buddha bersabda, “O, perumah tangga, seseorang dikatakan bijak bila ia memiliki empat ciri. Apakah keempat ciri tersebut? Dalam hal ini, ketika ia dipuji orang lain, ia tidak menjadi sombong; begitu juga ketika ia mendapat celaan dari yang lain, ia tidak menjadi marah; ia memuji dengan tulus perbuatan baik orang lain. Dan yang terakhir, ketika ia mengetahui kesalahan orang lain, ia ragu akan hal itu. Inilah empat ciri orang bijak.”

Dikutip dari buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda