Cara Pandang
Seorang pak tua ditanya oleh seseorang yang lebih muda. “Menurut Anda bagaimana yang bisa disebut sebagai makmur?”
Pak tua itu menjawab : “Kakek mati, Bapak dan Ibu mati, Anak mati, Cucu Mati !”
Kontan anak muda itu marah dan berkata “Apa yang kamu katakan !!! Tidak seharusnya Anda mengatakan hal seperti itu !!”
Lalu pak Tua itu menjawab, “Semua orang pasti mati. Hal itu tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu mati dalam urutan yang benar seperti itu adalah kemakmuran yang sesungguhnya. Bayangkan jika cucu yang mati duluan, kemudian disusul anak, Bapak dan terakhir kakek yang stress gara-gara melihat semua keturunannya mati. Apakah itu dapat disebut sebagai beruntung?”
Cerita itu saya dapat disebuah buku yang pernah saya baca. Sayang saya lupa judul bukunya.
Tapi apa pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini? Bukan tentang mati berurutan itu bagus… tp lebih ke bagaimana kita menyikapi respon dari seseorang.
Seringkali kita terlalu cepat mengambil kesimpulan atas jawaban tidak mengenakkan dari orang lain. Jika kita mengenal orang tersebut cukup lama dan memang orang tersebut mempunyai sifat yang kurang menyenangkan.. yah apa mau dikata.
Namun terkadang ada juga orang orang tertentu yang mungkin hanya terlihat kasar, namun sebenarnya punya hati yang lembut.
Yang lebih penting lagi adalah apa yang yang mereka sampaikan, terlepas dari apakah itu kasar atau tidak.. apa yang bisa kita pelajari darinya.
SEMANGAT !!!

Leave a Reply