Manusia adalah makhluk yang mudah dimanipulasi. Jika ingin mereka bahagia cukup dihibur dan ‘dijilat’. Jika ingin mereka sedih atau marah, cukup dihina, difitnah atau dipojokkan. Bahkan manipulator sejati mampu mengarahkan hidup Anda, apakah menjadi lebih berantakan atau sebaiknya menjadi lebih baik atau hanya terlihat baik namun rapuh.

See… mungkin banyak yang tidak percaya dengan omongan saya, namun pada kenyataannya memang seperti itu.

Justru karena ego yang semakin tinggi, ego itu bisa dipakai oleh orang lain untuk keuntungan mereka sendiri atau jika mereka adalah orang yang baik, bisa juga dipakai untuk menyelamatkan orang lain.

Pertanyaannya, apakah Anda selama ini lebih nyaman di posisi manipulator ataukah sebagai korban manipulasi?

Jika pertanyaan itu ditanyakan kepada saya, maka jawaban saya adalah… saya suka “memanipulasi” orang lain untuk membantu mereka, namun saya juga tidak menolak “dimanipulasi” orang lain sejauh hal itu memang berguna bagi saya.

Yang terpenting adalah bagaimana cara saya menjaga kesadaran dan pikiran yang bersih, tidak ternoda, sehingga saya tidak tersesat di jalan yang gelap.

Orang yang suka membantu orang lain namun mempunyai pandangan yang tidak jernih, mudah dikotori orang lain. Cukup dengan mencari cari alasan mengapa dia lebih pantas disebut “dimanfaatkan orang” dibanding “membantu orang”.

So, berhati hatilah… terkadang proses manipulasi itu sendiri berjalan autopilot, bahkan kita sendiri tidak menyadari prosesnya. Yang kita tahu hanya hasilnya.

Tidak percaya? Silahkan tanya pada salesman dan orang yang sedang jatuh cinta… LoL

Bagaimanapun, dimanipulasi tidaklah buruk… asalkan mampu menjaga pikiran.

SEMANGAT !!!