October 29, 2009 – Thoughts – Pikiran
Sempat bingung juga saat mau memilih judul untuk blog post hari ini. So, daripada bingung bingung saya kasih nama my thoughts @ october 29, 2009 saja.
Beberapa hari ini, entah mengapa saya selalu terbangun jam 5 pagi. Padahal sebelumnya saya adalah tipe pemalas yang susah bangun pagi. Meskipun sudah disengaja tidur larut malam pun tetap bangun jam 5 pagi. Sebenarnya apa yang terjadi?
Kalo mau dicari alasan, mungkin karena anak paman saya rutin membunyikan alarmnya (maksudnya nangis) setiap jam 5 pagi. Tapi alasan tersebut juga tidaklah terlalu kuat mengingat dulu saya tidak pernah terganggu dengan suara tangisan, dan sejujurnya sampai sekarang pun saya masih merasa tidak terganggu dengan tabiat anak paman saya itu.
Saya juga tak mengerti…
Seperti biasa, kalo bangun kepagian hanya ada 2 hal yang mungkin saya lakukan. Browsing, atau meditasi. Hari ini, dua-duanya saya lakukan. Bangun jam 5 sibuk buka s5.travian.co.id kemudian liat-liat facebook. Udah bosan, baru dilanjutkan dengan meditasi. Entah mengapa belakangan ini juga saya merasa meditasi saya semakin mantap, jarang muncul perasaan bosan ataupun sakit punggung lagi. Haha.
Tapi tetap aja, namanya pikiran itu sangat liar. Berkeliaran kesana kemari nggak bisa diam. Bahkan pada saat mau ke kantor, pas di depan pintu rumah, yang saya keluarkan pertama kali adalah flash disk. Saya sempat bingung sesaat, bagaimana caranya membuka pintu dengan flash disk???
Pikiran saya saat itu tidak berada di tempat yang semestinya ! Tidak mindful ! Saya khawatir suatu saat nanti saya mungkin melakukan kesalahan konyol lainnya – mencoba membersihkan rumah dengan mancis !
Apapun itu, pikiran saya terus berkelana… Saya memikirkan mengenai tubuh saya. Apakah tubuh saya yang hari ini akan sama dengan tubuh saya 1 tahun yang akan datang?
Tentu semua orang akan bisa dengan mudah menjawab TIDAK !
1 tahun yang akan datang, mungkin tubuh saya akan bertambah 1, 2, atau 3 garis keriput halus, mungkin juga jumlah helai rambut saya sudah tidak sama lagi, berat saya mungkin bertambah, mungkin juga berkurang. Lalu jika memang demikian halnya apakah diri saya yang sekarang adalah sama dengan diri saya 1 tahun yang akan datang?
Tentu tidak sama… Seperti kita ketahui setiap detiknya selalu ada sel dalam tubuh kita yang berubah. Yang lama digantikan yang baru. Yang rusak digantikan dengan yang sehat. Meskipun usia masing masing sel dalam tubuh berbeda satu sama lain, tetap saja tubuh kita selalu berubah.
Yang lama digantikan yang baru. Jika yang lama mati atau habis masa tugasnya, dari mana yang baru datang?
Tentu dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi bisa dibilang zat-zat itu keluar dan masuk dari tubuh kita tanpa henti. Tubuh kita persis seperti kota persinggahan yang dilalui kendaraan kendaraan dari berbagai jurusan. Ada yang menetap lama, ada yang cuma sebentar, dan ada yang cuma numpang lewat (Anda tentunya lebih paham apa maksudnya “numpang lewat” disini.. hehehe)
Jika secara fisik tubuh kita selalu terjadi perubahan, bagaimana dengan secara mental (batiniah)? Apakah setelah 1 tahun, saya menjadi orang lain atau tetap orang yang sama? Apakah jika saat ini saya adalah orang yang baik, jujur, dan setiap tahun depan saya PASTI akan tetap seperti itu?
Belum tentu juga kan?
Jika tubuh dan batin kita selalu berubah… lalu siapakah kita – manusia – makhluk yang tak jelas asal usulnya ini?
Dan kenapa juga ada orang yang suka berbuat baik, ada yang suka berbuat jahat, ada cuek, dan lain sebagainya. Apakah itu adalah sifat alami mereka atau itu hanya salah satu bentuk pemburaman terhadap kebenaran?
Mungkin Anda akan berpikir bahwa saya sudah gila, terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak melakukan hal-hal tak berguna. Kalo begitu tidak perlu ragu, silahkan anggap saya gila jika itu membuat pertentangan di dalam diri Anda berhenti. ![]()
Kenyataannya jika kita terlalu sedikit berpikir juga tidak akan mampu melihat kebenaran dengan jelas, seperti halnya mata yang sebagian atau bahkan seluruhnya tertutup debu.
Ketahuilah, tidak setiap orang mampu menerima kebenaran. Saat sebuah pemikiran baru yang sama sekali tidak lazim namun adalah sebuah kebenaran telah terkuak, belum tentu Anda dapat menerimanya… karena rasa takut Anda adalah benteng terakhir sesuatu yang kita sebut sebagai ‘hidup’ ini.

Leave a Reply