Nuansa Hidup – Sederhana dalam Bertindak (19)
Seorang pemuda yang bercita cita ingin menjadi orang besar berkunjung ke biara untuk meminta bantuan dari seorang guru terkenal. Ketika bertemu dengan guru tersebut, ia langsung bertanya, “Bagaimana saya dapat menjadi orang besar seperti guru?”
“Mengapa mau jadi orang besar? Menjadi orang itu sudah merupakan keberhasilan cukup besar“, jawab sang guru dengan santai. “Daripada mengeluh dan tidak puas dengan apa yang ada, lebih baik mensyukuri betapa beruntungnya Anda yang hari ini sehat dan masih hidup. Bukankah ini lebih berharga?” sang guru memberi jawaban lebih lanjut.
Jika kita menjalani hidup hanya untuk mengejar ketenaran dan keuntungan dalam hidup ini, berarti kita telah memutarbalikkan arti hidup. Orang bijak tidak akan mau menukarkan hidupnya dengan keuntungan sesaat. Kita mesti menyadari bahwa kemashyuran, status, dan kekayaan cenderung membesarkan ego. Sebagai akibatnya, kita dibawa menyimpang seperti pengembara yang tersesat dan tak bisa kembali. Ciri terbaik kebahagiaan saat ini dan yang akan datang adalah pelepasan dari semua keinginan.
Saat kita tidak menginginkan ketenaran, ketenaran itu terkadang malah datang.
Banyak orang berlomba menyombongkan diri dan merendahkan orang lain dengan memamerkan karya dan materi mereka. Orang bijaksana bersikap rendah hati dengan tidak merendahkan orang lain.
Buddha bersabda, “Kerendahan hati berarti kesederhanaan dalam sikap dan pikiran. Seseorang yang memiliki hal ini berarti telah menyingkirkan kesombongan dan tinggi hati, ia seperti kain pembersih kaki, banteng tak bertanduk, ular yang tak bertaring. Ia lemah lembut, ceria, dan mudah bergaul.”
Walaupun orang lain memiliki kekayaan dan popularitas, kita tidak perlu menjadi minder apalagi iri hati. Turut bergembira dan hidup bersahaja adalah hal yang dapat membawa kebahahagiaan terbesar bagi kita. Jangan pernah mengeluh kekurangan dan mencari reputasi. Hidup apa adanya, sederhana, dan merasa puas dengan yang dimiliki adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Seperti yang dikatakan J. Khrisnamurti, “Kesederhanaan tidak dapat ditemukan kecuali seseorang itu merdeka batinnya. Karenanya, kesederhanaan itu haruslah dimulai dari dalam batin, bukan dari kehidupan lahir.“
Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda

Leave a Reply