Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

36 Strategi Perang – Strategi 1 : Menipu Surga Untuk Menyebrangi Lautan, 瞒天过海

Asli: 备周则意怠,常见则不疑.阴 在 阳 之 内, 不在 阳 之 对.太阳, 太阴.
Modern: 自认为防备周到,就容易产生麻痹松懈的情绪;平常看惯的就不在怀疑.秘密 蕴藏 在 暴露 的 事物 中, 而 不是 与 暴露 的 事物 相 排斥.所以 那些 公开 的 事物, 也 可以 蕴藏 非常 机密 的 东西.
Terjemahan: Ketika seseorang berpikir ia telah melakukan persiapan dengan baik, ia akan cenderung menurunkan penjagaan. Hal-hal yang biasa kita lihat, kita tidak akan merasa curiga. Rahasia harus disimpan di tempat yang terlihat jelas, dan bukan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sudah terlihat jelas. Dengan cara ini, sesuatu yang terlihat jelas dapat digunakan untuk menyembunyikan rahasia di dalamnya.

Ilustrasi

Pada tahun 643 SM, 17 tahun dalam masa pemerintahannya, Kaisar Dinasti Tang, Kaisar Tang Tai Zong diminta untuk mengirim pasukan untuk membantu sebuah negara kecil. Kaisar Tang Tai Zong memutuskan untuk secara pribadi memimpin tentaranya sebanyak 300.000 orang. Pembantu setianya mencoba menghalangi dia dari perjalanan itu karena perjalanan tersebut mengharuskan mereka untuk menyeberangi laut, tapi usaha tersebut tidak berhasil. Namun, Kaisar pada akhirnya membatalkan untuk menyeberangi laut setelah melihat besarnya ombak lautan itu. Ia memanggil rakyatnya untuk memikirkan ide baginya agar dapat menyeberangi laut itu tetapi tidak ada yang dapat menawarkan ide yang baik.
Ketika Kaisar bertanya lagi, seorang pengikut melaporkan bahwa seorang petani tua tapi kaya yang hidup dekat dengan laut itu meminta untuk bertemu dengannya. Orang tua itu menyatakan bahwa ia mampu menyediakan makanan untuk seluruh pasukan, dalam perjalanan mereka melintasi laut. Kaisar mendengar ini merasa senang. Orang tua itu mengundang Kaisar ke rumahnya untuk minum. Kaisar Tang menyetujuinya dengan gembira dan pergi bersama anak buahnya.
Setelah melakukan perjalanan selama beberapa mil, Kaisar dan anak buahnya kemudian dibawa ke tenda besar. Di dalam, tenda itu dihias dengan indah dan ada beberapa pelayan di dalamnya. Disana pesta dimulai dengan anggur, makanan dan musik. Tidak lama setelah itu, Kaisar dan rakyatnya mendengar tiupan angin kencang dan gemuruh gelombang ombak laut. Kaisar mencurigai sesuatu dan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk merobek tenda. Dia kemudian menyadari bahwa mereka tidak berada di rumah orang tua itu tetapi sebenarnya di laut. Dan orang tua itu sebenarnya adalah Xue Ren Gui dalam penyamaran dan dia adalah pencipta strategi ini :’Menipu Surga Untuk Menyebrangi Lautan.’

Pembahasan

Dalam cerita ini Kaisar terlalu takut dengan ganasnya ombak lautan. Dalam hal ini, bawahannya – Xue Ren Gui menyadari hal itu dan menipu kaisar supaya naik ke kapal tanpa disadari oleh sang kaisar sendiri.
Xue Ren Gui memanfaatkan musik untuk menutupi suara laut, da anggur untuk membuat mabuk kaisar sehingga tidak menyadari goyangan kapal hingga akhirnya ombak besar datang dan membuat kaisar tersadar.

Inti dari strategi ini adalah “mencuri” kewaspadaan kaisar. Yaitu dengan melakukan hal yang terlihat biasa/wajar, tentu tidak akan muncul kecurigaan, dan jika tidak ada kecurigaan maka kewaspadaan bisa dicuri sedikit demi sedikit.

Pada dasarnya kita sebagai manusia memiliki banyak kelemahan. Ada banyak hal yang bisa membuat kita mengurangi kewaspadaan kita. Kekayaan, kehormatan, nafsu duniawi, semuanya bisa membutakan pandangan jernih kita. Maka dari itu dengan mengetahui hal ini kita bisa menggunakannya untuk menyerang ataupun bertahan. Dengan memahami hal ini kita bisa mengarahkan orang untuk mengatasi rasa takutnya, juga untuk melindungi diri kita sendiri dari hal-hal yang berpotensi membutakan indra dan kewaspadaan kita.

Share

36 Strategi Perang

Dalam sejarah tiongkok, ada 36 strategi perang yang cukup terkenal. Tidak jelas siapa yang menciptakan 36 strategi ini namun jika dilihat, nampaknya 36 strategi perang ini adalah kumpulan strategi yang dibuat berdasarkan banyak contoh kasus peperangan di Cina kuno zaman dahulu.

Ada yang mengatakan bahwa 36 strategi perang ini adalah ciptaan Sun Wu (atau lebh terkenal dengan nama Sun Tzu dewasa ini), dan ada juga yang mengatakan bahwa 36 strategi perang ini adalah warisan dari Zhuge Liang dari zaman 3 kerajaan (Three Kingdom).

Tidak peduli dari mana asalnya kitab 36 strategi perang tersebut, ada banyak hal yang bisa kita pelajari darinya. Bahkan di dunia yang aman damai sentosa seperti ini. Karena yang namanya perang itu selalu terjadi dari dulu sampai sekarang, hanya saja bentuknya yang berubah dari perang secara fisik ke bentuk perang lain misalnya politik, ekonomi, dan psikologi.

Dengan mempelajari 36 strategi perang tersebut setidaknya kita bisa menarik manfaat yang berharga, tergantung bagaimana kita memandang pelajaran tersebut.
Jika kita adalah orang yang picik dan licik, tentu yang kita lihat hanyalah sisi negatifnya, namun jika kita adalah orang yang positif dan punya misi mulia, 36 strategi tersebut bisa membantu kita mencapai tujuan-tujuan mulia kita.

Kebetulan saya juga kehilangan ide tentang apa yang seharusnya saya tuliskan di blog ini. Jadi saya memutuskan untuk membahas tentang strategi perang kerajaan China kuno dan bagaimana penerapannya di masa sekarang.

Tentu saja saya tidak akan semata-mata membahas 36 strategi perang tok. Saya juga akan mencampurkannya dengan teori perang dari Sun Wu (Sun Tzu) yang terkenal, ZhuGe Liang dan ahli strategi lainnya. Semoga apa yang saya bahas disini dapat berguna dan dipergunakan untuk tujuan yang baik. Karena pisau itu menjadi kejam atau baik bukan tergantung dari pisau itu sendiri, namun tergantung pada orang yang memakai pisau itu.

Akhir kata, saya hanya bisa mengucapkan : Selamat Menikmati postingan-postingan berikutnya.
Kritik dan saran sangat diterima dan untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Link :
Strategi 1 – Menipu Surga Menyebrangi Lautan
Strategi 2 – Mengepung Wei Menyelamatkan Zhao

Share

Daily Life Note

25 hari lagi. Rasanya pengen agar waktu cepat berlalu.
25 hari lagi dan tibalah saatnya saya berangkat ke Kuala Lumpur, perjalanan pertama saya ke luar Indonesia.

Untuk segala sesuatu yang sifatnya baru pertama kali, tentu ada sedikit perasaan gelisah, excited, senang, campur khawatir. Hmmm.. biasalah human nature. LoL

Yah. 25 hari lagi masih lama. Dan yang namanya menunggu itu benar benar suntuk, membosankan, apalagi kalo nggak ada gawean. Kembali lagi human nature. :P  
Rasanya pengen tidur panjannnng biar nggak merasa bosen dan ngantuk kayak sekarang ini (emangnya waktu tidur masih bisa ngantuk? LoL)

Ngomong-ngomong soal tidur, belakangan ini setiap tidur pasti selalu mimpi. Hmm.. mungkin saya ini udah terlalu banyak pikiran, terlalu banyak imajinasi, makanya saban tidur pasti mimpi terus.

Yang bikin keki ya pas tidur itu kok mimpinya gak bisa dikendalikan ya. Kenapa ya bisa bisanya mimpi nginjek tai anjing atau jadi stalker. Bleh mungkin itu memang bakat terpendam saya ya. haha

Dulu sewaktu saya masih rajin mempraktikkan meditasi, mimpi itu bisa dikendalikan, alur ceritanya bisa dirubah, bahkan meski dalam keadaan tidur dan sedang bermimpi, suara orang yang sedang berbicara di dunia nyata pun masih jelas terdengar. Nampaknya memang benar adanya bahwa meditasi itu meningkatkan kesadaran kita dan juga kewaspadaan kita terhadap lingkungan sekitar. Makanya jarang ditemui ada meditator yang suka ling lung, suka lupa naruh benda dan lain sebagainya.

Yah agak nyesal juga sih kenapa dulu sempat berhenti bermeditasi. Sekarang kalo mau mulai lagi rasanya susah banget. Pikiran gak bisa diem, lari sana lari sini persis kek monyet. :(

Dulu saya sempat bingung apa maksudnya meditasi bisa meningkatkan kesadaran. Emangnya kita sekarang sedang tidak sadar, pingsan, atau hidup di dunia ilusi?
Hmmm sekarang saya mungkin sudah tahu jawabannya.

Mungkin pada dasarnya kita ini memang adalah makhluk tak sadar. Hidup di dunia yang penuh dengan standar standar yang disepakati bersama. Kita sepakat bahwa mencuri itu tidak baik, menolong ibu tua itu baik, dan mengganggu anjing pipis itu adalah perbuatan buruk.

Semua itu hanyalah penilaian kita saja. Sampai disini mungkin bakal ada banyak orang yang bakal salah paham dengan saya. Never mind teruskan saja baca sampai akhir.

So kembali ke topik semua hal itu hanyalah konvensi. baik dan buruk, cantik dan ganteng, kaya dan miskin, terhormat dan tidak terhormat. semuanya ada, tapi semuanya juga tidak benar-benar ada. Bingung? Sama dong kita. :)

Hidup di dunia kita tidak dapat melepaskan diri dari konvensi-konvensi seperti itu. Alam dan segala bentuk kehidupan didalamnya adalah sebuah sistem terpadu. Sistem ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada konvensi-konvensi seperti itu. Dapatkah Anda bayangkan lalu lintas tanpa traffic light?

Tapi masalahnya dengan traffic light sekalipun selalu ada orang yang melanggar. Maka dari itu muncullah yang namanya polisi. Polisi adalah sistem lainnya yang mendukung sistem lain. Dari sinilah muncul polisi, dan dari sini jugalah muncul penjahat. Hal yang sama berlaku untuk orang kaya dan orang miskin, orang cantik dan orang jelek. Semuanya adalah buatan kita sendiri. Sedangkan kita sendiri adalah sebuah sistem yang semi independen. Istilahnya seperti perahu di sungai, kita bisa mengarahkan perahu, namun kita juga harus rela dibawa oleh arus. Sama seperti nasib kita, bisa kita tentukan sendiri, namun juga mendapat pengaruh dari lingkungan kita.

Lalu mungkin Anda bertanya darimana asalnya pengaruh itu. Mengapa kita terlahir disini, di tempat yang tidak menyenangkan, padahal aspirasi kita adalah mencapai tempat yang menyenangkan yang kita sepakati bersama sebagai surga?

Itu semua bisa terjadi karena kekuatan pengaruh dari masa lalu, aspirasi tidak baik yang pernah Anda lakukan dulu yang berbuah di kehidupan ini dan mengganggu perjalanan Anda.

Jika diandaikan seperti perahu tadi, maka Anda adalah nelayan yang telah membawa kapal Anda ke tengah badai, karena ketidaktahuan Anda tentang arah dan karakeristik badai.

Sun Wu pernah berkata mengenali musuh dan diri sendiri, maka Anda akan menang dalam 1000 pertempuran. Hal ini benar adanya. Kenalilah diri Anda dan lingkungan Anda, kenalilah bagaimana kejahatan berkembang dan kebaikan mengalami degradasi. Ketahuilah akar penyebab segala penderitaan Anda, dengan demikian Anda bisa mencabut akar itu dan melepaskannya dari diri Anda.

Hoahhhmmmm zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..

Share

affiliate_link

Categories