Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Daily Life Note

25 hari lagi. Rasanya pengen agar waktu cepat berlalu.
25 hari lagi dan tibalah saatnya saya berangkat ke Kuala Lumpur, perjalanan pertama saya ke luar Indonesia.

Untuk segala sesuatu yang sifatnya baru “pertama kali”, tentu ada sedikit perasaan gelisah, excited, senang, campur khawatir. Hmmm.. biasalah… human nature. LoL

Yah. 25 hari lagi masih lama. Dan yang namanya menunggu itu benar benar suntuk, membosankan, apalagi kalo nggak ada gawean. Kembali lagi… human nature. :P  
Rasanya pengen tidur panjannnng biar nggak merasa bosen dan ngantuk kayak sekarang ini (emangnya waktu tidur masih bisa ngantuk? LoL)

Ngomong-ngomong soal tidur, belakangan ini setiap tidur pasti selalu mimpi. Hmm.. mungkin saya ini udah terlalu banyak pikiran, terlalu banyak imajinasi, makanya saban tidur pasti mimpi terus.

Yang bikin keki ya pas tidur itu kok mimpinya gak bisa dikendalikan ya. Kenapa ya bisa bisanya mimpi nginjek tai anjing atau jadi stalker. Bleh… mungkin itu memang bakat terpendam saya ya. haha

Dulu sewaktu saya masih rajin mempraktikkan meditasi, mimpi itu bisa dikendalikan, alur ceritanya bisa dirubah, bahkan meski dalam keadaan tidur dan sedang bermimpi, suara orang yang sedang berbicara di “dunia nyata” pun masih jelas terdengar. Nampaknya memang benar adanya bahwa meditasi itu meningkatkan kesadaran kita dan juga kewaspadaan kita terhadap lingkungan sekitar. Makanya jarang ditemui ada meditator yang suka ling lung, suka lupa naruh benda dan lain sebagainya.

Yah… agak nyesal juga sih kenapa dulu sempat berhenti bermeditasi. Sekarang kalo mau mulai lagi rasanya susah banget. Pikiran gak bisa diem, lari sana lari sini persis kek monyet. :(

Dulu saya sempat bingung apa maksudnya meditasi bisa meningkatkan kesadaran. Emangnya kita sekarang sedang tidak sadar, pingsan, atau hidup di dunia ilusi?
Hmmm… sekarang saya mungkin sudah tahu jawabannya.

Mungkin pada dasarnya kita ini memang adalah makhluk tak sadar. Hidup di dunia yang penuh dengan standar standar yang disepakati bersama. Kita sepakat bahwa mencuri itu tidak baik, menolong ibu tua itu baik, dan mengganggu anjing pipis itu adalah perbuatan buruk.

Semua itu hanyalah penilaian kita saja. Sampai disini mungkin bakal ada banyak orang yang bakal salah paham dengan saya. Never mind… teruskan saja baca sampai akhir.

So… kembali ke topik… semua hal itu hanyalah konvensi. baik dan buruk, cantik dan ganteng, kaya dan miskin, terhormat dan tidak terhormat. semuanya ada, tapi semuanya juga tidak benar-benar ada. Bingung? Sama dong kita. :)

Hidup di dunia kita tidak dapat melepaskan diri dari konvensi-konvensi seperti itu. Alam dan segala bentuk kehidupan didalamnya adalah sebuah sistem terpadu. Sistem ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada konvensi-konvensi seperti itu. Dapatkah Anda bayangkan lalu lintas tanpa traffic light?

Tapi masalahnya dengan traffic light sekalipun selalu ada orang yang melanggar. Maka dari itu muncullah yang namanya polisi. Polisi adalah sistem lainnya yang mendukung sistem lain. Dari sinilah muncul polisi, dan dari sini jugalah muncul penjahat. Hal yang sama berlaku untuk orang kaya dan orang miskin, orang cantik dan orang jelek. Semuanya adalah buatan kita sendiri. Sedangkan kita sendiri adalah sebuah sistem yang semi independen. Istilahnya seperti perahu di sungai, kita bisa mengarahkan perahu, namun kita juga harus rela dibawa oleh arus. Sama seperti nasib kita, bisa kita tentukan sendiri, namun juga mendapat pengaruh dari lingkungan kita.

Lalu mungkin Anda bertanya darimana asalnya pengaruh itu. Mengapa kita terlahir disini, di tempat yang tidak menyenangkan, padahal aspirasi kita adalah mencapai tempat yang menyenangkan yang kita sepakati bersama sebagai “surga”?

Itu semua bisa terjadi karena kekuatan pengaruh dari masa lalu, aspirasi tidak baik yang pernah Anda lakukan dulu yang berbuah di kehidupan ini dan mengganggu perjalanan Anda.

Jika diandaikan seperti perahu tadi, maka Anda adalah nelayan yang telah membawa kapal Anda ke tengah badai, karena ketidaktahuan Anda tentang arah dan karakeristik badai.

Sun Wu pernah berkata… mengenali musuh dan diri sendiri, maka Anda akan menang dalam 1000 pertempuran. Hal ini benar adanya. Kenalilah diri Anda dan lingkungan Anda, kenalilah bagaimana kejahatan berkembang dan kebaikan mengalami degradasi. Ketahuilah akar penyebab segala penderitaan Anda, dengan demikian Anda bisa mencabut akar itu dan melepaskannya dari diri Anda.

Hoahhhmmmm… zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…..

Share

Category: Uncategorized

Tagged:

Comments are closed.