Apr 22, 2010
Kepercayaan Diri
Salah satu teman saya kemarin menelepon saya. Kami memang sudah lama tidak berbincang. Tanpa harus ditanya, ia menceritakan kabarnya sekarang. LoLs
Ternyata dia mendapatkan kesempatan untuk interview pekerjaan disebuah perusahaan EO yang cukup ternama. Kesempatan tersebut dia manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih tinggi dibanding pekerjaannya yang sebelumnya.
Dia bercerita bahwa sebelum interview, dia merasa sangat PD (Percaya Diri), namun setelah interview dia punya banyak kekhawatiran. Tampaknya secara tidak sadar dia menjadi ragu akan kemampuan dirinya sendiri.
Orang orang mengatakan bahwa ini disebabkan karena kita menilai terlalu rendah kemampuan diri kita sehingga kita menjadi tidak percaya diri. Namun menurut pendapat saya, yang terjadi bukan tepat seperti itu.
Disatu sisi kita menilai bahwa kemampuan kita masih kurang, kita takut bahwa kita tidak akan berhasil. Mengapa rasa takut itu bisa muncul?
Tidak lain karena kita telah mengangkt diri kita terlalu tinggi, sehingga kita takut untuk jatuh. Semakin tinggi tempat kita berada, semakin sakit saat kita jatuh. Bukankah begitu?
Kejadian seperti ini adalah sangat wajar terjadi. Tidak semua orang mempunyai karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Terkadang kita butuh alasan yang kuat untuk maju, mereka menyebutnya sebagai motivasi. Lalu untuk kasus seperti ini, motivasi seperti apa yang dapat saya berikan?
Saya menyarankan agar kita tidak terlalu menanggap bahwa diri kita berada di tempat yang tinggi, sehingga kita takut terjatuh. Bayangkanlah bahwa kita berada di tempat yang rendah. Dengan penuh kerendahan hati, kita berusaha untuk mengatasi segala tantangan itu. Dengan keberanian, kita tidak takut untuk gagal. Karena rasa takut akan kegagalan adalah kendala pertama yang harus kita hadapi saat kita akan maju.
Kita terlanjur dibentuk untuk merasa malu saat kita gagal. Kita malu terhadap orang-orang yang akan mengejek kegagalan kita. Kita takut akan pandangan sinis dari orang-orang yang suka meremehkan orang lain. Kita bahkan cepat merasa malu terhadap keluarga kita sendiri.
Apa artinya sebuah keluarga? Keluarga adalah tempat beristirahat dan tempat untuk me-refresh diri sendiri pada saat kita menemui banyak kesulitan dan kegagalan.
Sedangkan mengenai pandangan orang lain, itu sama sekali tidak penting.
Ini adalah hidup Anda, bukan hidup mereka. Apapun boleh mereka katakan mengenai diri Anda, mereka boleh meremehkan Anda, namun Anda tidak boleh meragukan keberanian diri Anda sendiri untuk mencoba. Anda melakukan semua ini adalah demi diri Anda sendiri, bukan demi orang-orang yang mencela dan mengejek Anda, oleh karena itu pandangan mereka terhadap Anda tidak seharusnya Anda simpan dalam hati.
Satria sejati mempunyai 3 ciri utama :
1. melangkah tanpa ada keraguan,
2. mau mendengarkan kritikan dan mau memperbaiki diri lewat instropeksi,
3. bermuka tebal, tidak terpengaruh dan tidak peduli dengan ejekan dan hinaan.
