Aug 25, 2010
Siapa yang paling benar?
Seringkali kita meributkan benar dan salah. Siapa yang benar dan siapa yang salah?
Sebuah kisah. Di sebuah sekolah ada 2 orang murid yang sedang bertengkar. Yang satu karena ujiannya mendapat nilai 100 tidak segan segan memamerkan nilai ujiannya kepada orang lain. Yang satu lagi ngomel-ngomel karena merasa orang itu terlalu sombong, padahal orang itu bukan yang paling pintar di kelas.
Melihat pemandangan seperti itu, John berkata kepada Michael : “Lihat tuh 2 orang itu yang satu suka pamer, yang satu iri. Dua duanya gak ada bagusnya tuh. Gimana menurut lu?”
“Menurut gua sih, si A haus popularitas, si B ngiler liatin orang sukses, si C merasa dirinya paling benar, dan si D kurang lebih sama seperti si C. haha…”
Mendengar jawaban Michael, John menunjukkan mimik bingung. “Apa maksudmu? Siapa C dan D?” tanyanya.
“Si C itu kamu, dan si D itu saya. hahahahaha”
##
Seringkali kita merasa paling benar diantara semuanya, namun terkadang kita sering kali juga melakukan banyak kesalahan.
Dalam cerita tersebut Michael jelas-jelas melihat dari raut muka John bahwa ia sedang ‘merendahkan’ teman-temannya yang sedang bertengkar.
Walaupun kedua teman itu jelas-jelas salah – menggunakan ego diri sendiri untuk merendahkan mereka jelas juga bukan hal yang baik.
Lalu pertanyaan terakhir, mengapa Michael mengumpamakan dirinya sebagai D yang sama jeleknya seperti C (John).
Jawabannya simple, karena Michael tidak ingin John merasa marah atau tersinggung, jadi dia menempatkan dirinya sendiri di posisi yang sama seperti John.
Lalu apa yang kita pelajari hari ini?
Masing-masing orang memetik pelajaran mereka sendiri-sendiri.
