Sep 8, 2010
Beginilah Manusia – Sifat Dasar Manusia
Mereka sibuk mendandani dirinya untuk kenyamanan mata orang lain, mereka memakai perhiasan mahal untuk menyilaukan mata orang lain, memakai baju seksi untuk menggoda orang lain sekaligus membuat iri pesaing-pesaingnya.
Pada umumnya manusia sangat lapar akan pengakuan dari orang lain. Mereka mengatakan bahwa itu tidak dapat dihindari karena mereka adalah makhluk sosial.
Sebagian besar manusia memburu harta dan kekayaan, memburu kenyamanan, memburu kehormatan, dan melupakan esensi dirinya yang sejati.
Sebagian manusia yang sudah berubah menjadi kaya kehilangan jati dirinya, dibutakan oleh nafsu keinginan dari dalam dirinya sendiri, membuat kesalahan tanpa menyadari bahwa hal itu adalah sebuah kesalahan.
Meskipun semua hal di dunia fana ini adalah tidak permanen, namun manusia berkeras untuk mementingkan kekayaan, dan materi diatas segalanya. Meskipun mereka terkadang dihancurkan oleh kekayaannya sendiri, mereka tidak merasa keberatan. Meskipun mereka ditelan oleh nafsu tak berujung mereka juga tidak mengeluh. Mereka mengeluh hanya pada saat mereka sadar bahwa setelah mereka meninggal tidak ada yang bisa mereka bawa. Mereka mengeluh pada saat mereka sekarat bahkan harta yang jumlahnya hampir tak terbatas tidak dapat menyelamatkan mereka. Dan yang paling kasihan adalah mereka yang mengeluh menyadari kesalahan mereka disaat muda saat mereka sudah mendekati ajal. Kehancuran dan penyesalan datang pada saat terakhir adalah salah satu penderitaan paling hebat yang bisa mereka rasakan.
Dalam pergaulan, tidak sedikit manusia yang berusaha memaksakan pendapatnya kepada orang lain, tidak peduli apakah pendapat mereka salah atau benar. Mereka menginginkan orang lain hidup dengan cara mereka, padahal mereka tinggal di dunia yang bukan sepenuhnya milik mereka.
Mereka sering mengambil keputusan terburu-buru. Menilai situasi dengan cara pandang mereka sendiri, berkeras akan hal itu, dan memandang pendapat orang lain layaknya sampah.
Ada orang-orang tertentu yang bukan mencari kebenaran tapi mencari pembenaran adalah ciri dari orang masa sekarang.
Apapun yang terjadi hidup di dunia selalu dikacaukan oleh dunia. Jalan terbaik adalah ikut dalam kekacauan tanpa harus termakan oleh kekacauan itu.
Dari kekacauan itu diharapkan muncul inspirasi untuk membentuk keteraturan dan keharmonisan dalam diri sendiri.
Untuk hidup dengan damai, bebas dari kekacauan, satu-satunya teman yang harus dijinakkan adalah diri sendiri.
