Nov 15, 2010
Nafsu Duniawi, Kemelekatan, dan Kebodohan
Bagaimana cara mengalahkan ‘musuh’ jika ‘musuh’ tersebut tidak terlihat?
Bagaimana cara melepaskan diri dari cengkraman ‘musuh’ jika ‘musuh’ itu tidak kita kenal?
Bagaimana cara memperbaiki diri jika kesalahan dianggap sebagai sebuah kewajaran.
Bagaimana cara menyembuhkan diri jika obat yang pahit disangka sebagai racun?
Jika kita perhatikan bagaimana bodohnya seekor monyet yang tidak dapat melepaskan tangannya dari botol hanya karena mahkluk itu tidak bersedia melepaskan kacang yang digenggamnya di dalam botol.
Mungkin seperti itulah kita manusia tidak menyadari bahwa untuk melepaskan diri dari penderitaan kita perlu melepas kemelekatan.
Seperti berada dalam perahu yang bocor, kita terus menerus menuang air dalam perahu ke lautan.
Pekerjaan seperti itu tidak akan ada akhirnya, karena kita tidak pernah berpikir bagaimana caranya menyumbat lubang di perahu tersebut.
Demikianlah kita tanpa henti-hentinya menderita karena membiarkan nafsu duniawi terus-terusan masuk dan membanjiri pikiran kita.
Sampai kapan kita bisa terus bertahan? Karena setelah tenggelam, akan sangat sulit bagi kita untuk kembali muncul ke permukaan.
