Jan 13, 2011
Rahasia Kebahagiaan
Setiap orang yang merasa dirinya bahagia mempunyai rahasianya sendiri-sendiri. Beberapa bahkan tidak menganggapnya sebagai sebuah rahasia karena meskipun kita tahu resepnya belum tentu kita bisa melakukannya.
Dalam beberapa hari ini, saya banyak belajar. Saya juga banyak membaca. Saya sangat penasaran, apa sih rahasia kebahagiaan.
Semakin banyak yang saya baca, saya malah merasa semakin bingung.
Ada yang berkata bahwa untuk bahagia kita tidak boleh berhenti berharap. Kita harus punya harapan oleh karena itu kita tidak boleh putus asa.
Pada awalnya, saya percaya dengan nasehat itu. Berharap, bermimpi, berusaha, namun harapan tidak kunjung berbuah.
Saya punya harapan, namun saya tidak punya cukup kesabaran, dan akhirnya apa yang saya dapatkan hanyalah penderitaan, keputusasaan. Saya seperti motor yang boros bensin, ketika bensinnya habis, semangat saya langsung padam.
Lalu saya menyimpulkan: berharap bukanlah jalan yang tepat bagi saya untuk memperoleh kebahagiaan. Saya harus mencari jalan lain.
Saya berpikir, justru karena saya telah membangun harapan yang terlalu besar maka ketika kesabaran saya musnah, saya ikut-ikutan hancur.
Harapan adalah petaka bagi saya.
Hasil akhir dari harapan adalah ketidakpuasan.
Harapan sama seperti kue yang pada saat pertama kali selesai dibuat wanginya harum, namun bersamaan dengan berjalannya waktu kue tersebut menjadi basi dan bau.
Membuat harapan-harapan baru untuk menggantikan harapan-harapan yang telah basi juga bukan solusi. Itu terlalu melelahkan.
Meskipun saya mulai ragu mengenai manfaat dari sebuah harapan, bukan berarti saya mulai membangun pesimisme.
Sebelum saya mengenal harapan, saya terlebih dahulu mengenal pesimisme.
Saya adalah orang yang sangat pesimis di masa lalu. Saya tahu rasanya dan saya tahu itu tidak berguna.
Lalu apa rahasia kebahagiaan?
Rahasia kebahagiaan bagi saya adalah hidup tanpa banyak pengharapan, menerima momen masa kini apa adanya, menghargai apa yang saya miliki saat ini, dan berbuat yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain tanpa diikat oleh optimisme ataupun pesimisme.
Berjalan tanpa meninggalkan sesuatu pun di belakang, dan tanpa melihat terlalu jauh ke depan adalah rahasia kebahagiaan bagi saya.
Namun tabiat yang sudah dibentuk sejak kecil, sangat sulit untuk diubah.
Pikiran ini masih menyimpan banyak pengharapan dan ilusi yang bukan kenyataan. Oleh karena itulah, saya sebagai seorang pemula harus mulai dari awal dan mengubah fokus pikiran saya ke arah yang benar.
Perjalanan seribu mil selalu diawali dengan satu langkah kaki.
Saya tidak berharap untuk berhasil, karena jika pikiran saya sudah mantap, saya akan tetap mencapai tujuan saya tanpa harus berharap.
Disinilah satu langkah awal dimulai, dan disinilah saya mulai hidup dengan penuh perhatian.
