Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Siapakah Saya?

Siapakah diri saya yang sebenarnya?
Saya bukan sedang amnesia, juga bukan orang yang tidak waras.

Apa yang saya tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin dirasa terlalu tolol bagi orang-orang yang merasa dirinya pintar.
Kenyataannya saya tidak tahu persis apakah perasaan mereka tentang diri mereka yang pintar lebih akurat dari kenyataan sebenarnya yang ada di lapangan.

Lalu, siapa diri saya?
Pertanyaan itu mungkin terlalu sederhana. Namun jawaban yang bisa dihasilkan mempunyai potensi menjadi lebih dari sekedar jawaban yang secara umum membuat orang mengantuk.

Jika kita berpikir seperti orang kebanyakan, pertanyaan seperti itu mungkin akan dijawab dengan memberikan nama, atau profesi atau jabatan, atau kewarganegaraan. Namun bagi orang yang pemikirannya mencakup ruang lingkup yang jauh lebih luas mungkin akan mempunyai jawaban yang sama-sekali tidak biasa dan membuat kita tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut.

Seperti misalnya jika saya ditanya pertanyaan seperti itu, mungkin saya akan menjawab bahwa saya bukan orang yang tidak bisa diandalkan namun juga bukan orang yang bisa diandalkan.
Saya adalah saya, seorang pekerja keras, seorang yang hanya tahu berbuat yang terbaik tanpa dibebani harapan orang lain tentang anggapan bahwa saya orang yang bisa diandalkan atau tidak bisa diandalkan.
Sejujurnya saya tidak terlalu perduli bagaimana orang lain memandang saya, saya berusaha untuk fokus kepada diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya sendiri… “Siapa saya sebenarnya”? – Lalu saya menjawabnya sendiri :  ”Saya bukan siapa-siapa namun hanya seseorang”. Tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada penitikberatan pada reputasi ataupun citra yang dibangun melainkan hanya sebuah pribadi yang berkembang secara alami layaknya buah pisang yang tumbuh dari sebatang pohon pisang.

Lalu jawaban apa lagi yang bisa muncul dari pertanyaan : “Siapa saya?”
Mungkin hanya orang lain yang akan bercerita panjang tentang siapa diri saya. Mereka akan bercerita mengenai apa yang mereka lihat dan menilai dengan pengetahuan yang mereka rasa paling benar. Itu sama sekali kurang penting,  namun jika saya sendiri tidak mampu mengenali diri saya sendiri maka saya juga akan gagal mengenali realitas murni dari hidup ini.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa pengenalan diri yang paling ultimit adalah pengenalan secara holistik, dan bukannya sebagai individual demi sebuah pencapaian yang sebenarnya tidak terlalu signifikan.

Share

Perlukah Mengasihani Diri Sendiri?


Jika suatu saat Anda berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak ada satu orang pun yang datang memberi uluran tangan atau setidaknya mendengar keluh-kesah Anda, apakah Anda akan merasa sangat kasihan terhadap diri sendiri?

Pada dasarnya mengasihani diri sendiri sangat mendekati perasaan putus asa dimana Anda tidak lagi punya semangat untuk melanjutkan atau bisa dibilang Anda pasrah mengenai nasib Anda.

Tapi ada satu hal dimana ketika perasaan kasihan terhadap diri sendiri itu bertolak menjadi sesuatu yang positif.
Read the rest of this entry »

Share

What was written on your book of life?

book of life

The first time we born into this world, we don’t have anything in our memories. It’s just like a book with white blank pages inside.

How old are you now?

What memories do you have until now?

In real life, we can always erase the unwanted part of the book, but also in real life no matter how hard we try it’s impossible to erase unwanted memories.

If that happen, then what should we do?
Read the rest of this entry »

Share

Happiness

All you need is to be happy, and you can’t get that by bowing down to someone nor by giving flowers to someone you like.
Because the happiness we talk about is not that kind of (happiness)..
Worldly happiness, that’s how I called it.. even though the feeling seems so real, it will eventually wilt, because time will take it all and give something new only for it to be taken again.
This is what we called ‘change‘.

‘Change’ is inevitable,
that’s why…

-The real happiness is not the exact opposite of suffering.-

To see the real one, you can’t wear any kind of glasses that will manipulate your sight.

Some people surrounded by problems thus looking for a way out, but they seems unable to find a way out.
Why?
Because their mind has already set boundaries that should not be crossed under any circumstances.
They are trapped in their self-made prison.
They live behind the bar and doesn’t even realize that the bar isn’t really exist.

Happiness: The Final Conclusion …

You must set your vision further in order to understand how things works.
Fail to do so, you will just live in ordinary life, vulnerable to suffering and sorrow of the world.

Share

affiliate_link

Categories