<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; Lesson</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/category/a_life_lesson/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>What An Idiot ! Benar benar bodoh ! Hahahahahahaha</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[idiot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Ini pertama kalinya harga diri yang kutawarkan sendiri kepada seseorang dibuang begitu saja ke tong sampah di depan mataku sendiri ! Aku adalah orang memiliki gengsi yang tinggi. Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat memalukan. Tidak ada perasaan benci, tapi hatiku remuk redam, mungkin hampir tak bersisa. Bagaimana mungkin, seseorang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ini pertama kalinya harga diri yang kutawarkan sendiri kepada seseorang dibuang begitu saja ke tong sampah di depan mataku sendiri !</p>
<p style="text-align: justify;">Aku adalah orang memiliki gengsi yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat memalukan.<br />
Tidak ada perasaan benci, tapi hatiku remuk redam, mungkin hampir tak bersisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mungkin, seseorang yang sangat kamu kagumi dan karena itu kamu mencintainya &#8211; menghancurkan dirimu begitu saja dengan tanpa sedikitpun belas kasih, tanpa toleransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah hatinya lebih dingin dari es? Membuat hatiku ikut beku dan kemudian hancur berkeping-keping.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin membenci dunia karena mempertemukan diriku dengan dia. Mengapa dari begitu banyak orang di dunia ini aku bertemu dengannya dan paling parah mencintainya?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah dulu, di kehidupan sebelumnya aku pernah menyinggung perasaan orang lain seperti caranya menyinggung diriku hari ini?<br />
Jika memang begitu, maka makhluk malang itu bukan cuma aku, tapi mungkin juga dia. Karena karma akan terus berputar.<br />
Walaupun aku ingin menghentikan roda karma supaya tidak berputar kearahnya &#8211; usahaku mungkin hanya akan berakhir sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu salah siapa ini?<br />
Apakah salahku?<br />
Apakah karena aku idiot?</p>
<p style="text-align: justify;">Pastinya aku benar2 sangat idiot karena meskipun aku sudah tau hasil akhirnya mungkin akan tidak baik, aku masih tetap mencoba. Dan ketika hasil akhirnya memang benar2 tidak baik, aku mengeluh.</p>
<p style="text-align: justify;">Salahkan aku.<br />
Aku orang Idiottttttttttttttttttttt !</p>
<p style="text-align: justify;">Hahahaha. A very very BIG Joke.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2012%2F01%2Fwhat-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha%2F&amp;title=What%20An%20Idiot%20%21%20Benar%20benar%20bodoh%20%21%20Hahahahahahaha" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan dan Penderitaan Selalu Hidup Berdampingan dalam Pikiran Manusia</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 03:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pedang]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[semu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Dalam posting sebelumnya (Kebahagiaan dan Penderitaan), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama. Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam posting sebelumnya (<a title="Kebahagiaan dan Penderitaan" href="http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/" target="_blank">Kebahagiaan dan Penderitaan</a>), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama.<br />
Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya, jika Anda senang bermain-main dengannya.<br />
<span id="more-735"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya, pedang tidak akan melukai Anda jika Anda tidak menggunakannya atau menggunakannya dengan sangat hati-hati. Jadi bisa disimpulkan, bahaya dari pedang timbul dari aksi yang dilakukan pemakai pedang pada pedang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu pertanyaannya, bagaimana Anda memakai pedang itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Satu sisi pedang tidak akan meninggalkan sisi pedang lainnya. Sisi yang tumpul tidak akan meninggalkan sisi yang tajam, begitupun sebaliknya. 2 sisi tersebut adalah bagian dari satu pedang yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga sama halnya dengan kebahagiaan dan penderitaan.<br />
Kebahagiaan semu tidak akan jauh dari penderitaan semu dan penderitaan semu juga tidak akan jauh dari kebahagiaan semu.<br />
Anda mengenal kebahagiaan semu karena Anda tahu bahwa lawan dari kebahagiaan itu, yaitu penderitaan semu juga eksis (ada), demikian pula sebaliknya. 2 hal tersebut adalah satu set yang tak terpisahkan.<br />
Maka dari itu jika Anda melekat pada salah satunya, tidak tertutup kemungkinan Anda juga akan bertemu dengan sisi yang satunya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mengapa dikatakan semu?<br />
Karena hanya hal-hal yang sifatnya semu yang memiliki dualitas. Hal-hal yang semu adalah hal-hal yang sifatnya sementara, selalu berubah-ubah. Ada panas dan ada dingin, ada badai dan ada hari yang cerah, ada tangis dan ada tawa, ada penderitaan dan ada kebahagiaan.<br />
Jika satu sisi hilang/tenggelam, maka sisi yang lainnya akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika seseorang yang kaya raya tiba-tiba kehilangan kemakmurannya, ia akan menderita. Dan jika seseorang yang dicintai tiba-tiba kehilangan orang yang mencintainya, ia juga akan menderita.<br />
Seseorang yang sakit bisa jatuh sakit, seseorang yang sekarat bisa berjuang dan sembuh. Fluktuasi seperti ini adalah wajar di dunia nyata dan inilah yang dinamakan &#8220;sesuatu yang tidak memuaskan&#8221;.<br />
Hal-hal semu selalu tidak memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa saja mulai merasakan penderitaan saat Anda mulai memikirkannya. Anda juga bisa saja belum merasa puas sebelum kebahagiaan itu berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan bahwa inilah hidup, inilah yang harus kita terima, inilah yang harus kita jalani, inilah takdir kita. Kita harus menderita untuk bahagia. (Dalam arti lain : Kita harus mengenal penderitaan agar kita bisa menghargai kebahagiaan)</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita menderita untuk bahagia dan bahagia untuk menderita. Kita membiarkan diri kita diombang-ambingkan antara kebahagiaan dan penderitaan, penderitaan dan kebahagiaan.<br />
Sebentar di surga kemudian terjun bebas ke neraka?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita makhluk yang merdeka?<br />
Jika kita seperti itu maka kita tidak pernah merdeka. Tidak sekalipun.<br />
Kita seperti sebatang kayu yang diseret arus ke sebuah tempat yang kita sendiri tidak tahu tempat seperti apa yang akan kita tuju.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan : &#8220;go with the flow&#8221;. Ikuti aliran kehidupan baik itu senang ataupun sedih, bahagia atau menderita, atau tidak kedua-duanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar, ikuti aliran. Kenyataanya, kita tidak bisa lari dari perubahan. Apa yang kita miliki, kita lihat dan kita rasakan saat ini adalah subyek dari perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun tidakkah kita punya kuasa bahkan sedikit saja untuk hidup lebih baik dalam angin perubahan?<br />
Jika kita mengenal perubahan, bisakah kita beradaptasi terhadap perubahan?<br />
Bisakah kita hidup dengan pikiran yang sama seperti saat kita masih sehat jika tiba saatnya tubuh kita mulai melemah dan digerogoti penyakit?<br />
Bisakah kita tersenyum bebas seperti sewaktu kita masih anak-anak pada saat kita sudah hampir menemui ajal?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ada kebahagiaan datang, kita melekat pada kebahagiaan itu, dan jika kemalangan yang datang, kita juga melekat pada kemalangan itu.<br />
Suatu ketika, jika kita lengah, pedang 2 sisi itu akan melukai kita. Apa yang dilukai bukanlah tubuh fisik, namun pikiran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Luka di pikiran adalah asal dari semua penderitaan.<br />
Rasa sakit timbul dipikiran, bukan pada bagian tubuh yang dilukai. Rasa sakit diciptakan pikiran, begitu juga dengan penderitaan dan kebahagiaan semua ada dalam pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita memenuhi pikiran kita dengan semua sensasi itu, baik sakit atau senang.<br />
Kita tidak pernah bebas dari penjara pikiran kita sendiri. Kita tidak dapat mencegah pikiran kita membuat penjara bagi dirinya sendiri setelah menerima respon-respon dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pikiran kita seperti anak kecil yang tersesat. Anak kecil yang akan senang saat dapat permen dan menangis saat tidak diberikan permen.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika kita sudah mengerti semua ini, apa yang bisa kita lakukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita akan tetap seperti anak kecil, atau kita akan tumbuh dewasa?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih akan terikat pada sesuatu yang semu dan hidup diseret-seret masa lalu ataupun masa depan ataupun masa sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih ingin memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kita miliki (karena sifatnya yang semu).?<br />
Siapa Anda dan siapa saya? Apa yang saya miliki yang Anda tidak miliki atau sebaliknya apa yang Anda miliki yang saya tidak miliki?</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya tidak satupun dari Anda ataupun saya memiliki apa yang (saya ataupun Anda) kira bahwa (saya atau Anda) memilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang sesungguhnya berbahagia adalah orang yang tidak diikat tempat dan waktu yang dilaluinya, sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.<br />
Inilah yang disebut kebahagiaan yang sebenarnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F11%2Fkebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia%2F&amp;title=Kebahagiaan%20dan%20Penderitaan%20Selalu%20Hidup%20Berdampingan%20dalam%20Pikiran%20Manusia" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perasaan Cemburu adalah Racun</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/11/perasaan-cemburu-adalah-racun/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/11/perasaan-cemburu-adalah-racun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 09:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[suka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan cemburu erat hubungannya dengan kebencian, dan kebencian membuat otot muka menjadi tegang. Oleh karena itu perasaan cemburu membuat kita terlihat buruk. Perasaan cemburu juga erat hubungannya dengan perasaan suka terhadap sesuatu. Ketika kita menyukai sesuatu namun tidak mendapatkannya, sebaliknya orang lain mendapatkannya dengan mudah perasaan cemburu itu juga akan muncul. Tidak mudah untuk hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perasaan cemburu erat hubungannya dengan kebencian, dan kebencian membuat otot muka menjadi tegang. Oleh karena itu perasaan cemburu membuat kita terlihat buruk.<br />
Perasaan cemburu juga erat hubungannya dengan perasaan suka terhadap sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita menyukai sesuatu namun tidak mendapatkannya, sebaliknya orang lain mendapatkannya dengan mudah perasaan cemburu itu juga akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mudah untuk hidup dengan membawa perasaan semacam itu, karena perasaan itu akan meracuni pikiran kita sehingga diri kita terpancing untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan bagi diri sendiri dan atau orang lain. Oleh karena itu kita mesti mencamkan baik-baik dalam pikiran kita supaya tidak terlalu berharap terhadap sesuatu yang ada di luar penguasaan kita.<br />
Alih-alih merasa tidak senang karena tidak mendapatkan apa yang kita sukai, akan lebih baik jika kita memikirkan apa yang kita miliki saat ini dan merasa puas terhadapnya.<br />
<span id="more-733"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, kepemilikan adalah palsu. Karena dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang benar-benar kita miliki.<br />
Kecantikan akan pudar, ketampanan akan menghilang, kekayaan akan kita tinggalkan, dan ketenaran tidak akan bertahan lama.<br />
Meskipun hal itu bertahan cukup lama, kita mungkin tidak akan hidup cukup lama untuk melihat dan merasakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perasaan kita terhadap benda, atau suatu hubungan dengan orang lain adalah sesuatu yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Ketika kita melihat sebuah benda dan kita menyukainya, bukanlah benda itu yang membuat kita suka akan tetapi karena pikiran kitalah yang memutuskan untuk menyukai benda itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita menelaah pikiran lebih dalam, dan lebih berusaha untuk memahami pikiran kita sendiri, kita akan mengerti bahwa cara berpikir ini bisa dirubah, cara pandang kita juga bisa diperbaiki dan jika itu benar benar terjadi, perasaan cemburu juga akan bisa dihilangkan.<br />
Cobalah amati dengan seksama ketika perasaan cemburu itu datang, bagaimana bentuknya, darimana dia datang, apa yang dilakukannya terhadap Anda, dan kemana dia akan membawa Anda pergi.<br />
Jika Anda menemukan motivasi terdalam yang melatarbelakangi perasaan itu dan memisahkannya (dan bukannya berusaha mencabutnya) dari pikiran Anda, maka Anda akan terbebas dari perasaan yang tidak menyenangkan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang-orang bahagia, apa yang paling berarti adalah momen saat ini; hidup dalam kepuasan dan tidak berusaha mencari sesuatu untuk dikeluhkan.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F11%2Fperasaan-cemburu-adalah-racun%2F&amp;title=Perasaan%20Cemburu%20adalah%20Racun" id="wpa2a_6"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/11/perasaan-cemburu-adalah-racun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Man with No Future</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/07/a-man-with-no-future/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/07/a-man-with-no-future/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 03:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[future]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[What&#8217;s future? Future is not really exist, so it&#8217;s not all wrong if someone suddenly said that you have no future. Future is imagination. It&#8217;s not happen yet. The only real thing is this present. But well, sometimes we lived up to our imagination about the future more than we try to appreciate the present [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What&#8217;s future?<br />
Future is not really exist, so it&#8217;s not all wrong if someone suddenly said that you have no future.<br />
Future is imagination. It&#8217;s not happen yet. The only real thing is this present.<br />
But well, sometimes we lived up to our imagination about the future more than we try to appreciate the present moment.<br />
<span id="more-676"></span></p>
<p>Let&#8217;s see at my friend case. He is currently having disagreement with his lover. It&#8217;s seem that his lover no longer believe in him, stating that he&#8217;s the man with no future.</p>
<p>Simply said, they are breaking up.<br />
My friend is absolutely upset with that, and the fact said it all that he was fed with anger that time.<br />
He said that he know that he&#8217;s not a very capable man but in this world one must treasure love more than anything else.<br />
He also said that if he is on that girl position, he won&#8217;t do something cruel like that.<br />
Yes. He is right, but that girl is not him, and he can&#8217;t force his way to be like her, in order to understand and feel how she think and feel.<br />
You can&#8217;t expect that everyone will think and feel like you did, likewise. Everyone is simply unique.</p>
<p>We can&#8217;t blame that girl. She use her own logic more than her feeling (although could be flawed), and actually she&#8217;s not doing anything bad but inconsiderate.</p>
<p>My friend is losing his willpower. He no longer have any reason to keep moving on.</p>
<p>That&#8217;s sad.<br />
The fact is anyone has the right to lose faith on him, but he can&#8217;t lose faith on himself.<br />
That girl may think that my friend&#8217;s future would not be bright, but she&#8217;s not a fortuneteller.<br />
Future is not lies within someone&#8217;s words.</p>
<p>If she can really foresee the future, she won&#8217;t end up making mistake dating my friend. She&#8217;s just trying to take &#8216;safe trip to heaven&#8217;., which is practically &#8216;almost&#8217; impossible.</p>
<p>Anyway, we all have the right to choose and make our own decision, so instead of lashing out the bad of the his ex-lover, it would be better if he can give her support on decision she made.<br />
Maybe he has a lot of thing need to be conveyed, but to think that everything has developed into this point, there is no point to keep tension of trying to persuade that girl to change her mind.<br />
I think that in this world there are a lot of possibility. We can&#8217;t be sure that what&#8217;s bad right now will turn out to be worst somehow.<br />
It&#8217;s bad to feel bad,.it&#8217;s good to feel good. Something isn&#8217;t always bad because it&#8217;s bad, sometimes it&#8217;s about the way we think and respond to the situation that make it bad or even worse.</p>
<p>Difficulties, hardship are common &#8211; nothing extraordinary.<br />
Overcoming all the hardships is also ordinary, it&#8217;s become extraordinary only because everyone else think that it&#8217;s something extraordinary, or maybe we can say that some of us need it to be extraordinary for us to gain some motivation.</p>
<p>But the fact is, what happened to us, whether good or bad things is the result of our own doings.</p>
<p>To see the big picture just in front of your own eyes is almost impossible if you have only tiny eyes to catch the reflexion of big-giant things.<br />
So, you can&#8217;t just rely on your eyes, nor your ear, nor your nose, nor your own mind. You must take all into account and make wise decision about how to react and respond.<br />
Responding with rage, or any other negative feeling is sure bad for your health, and it won&#8217;t bring any good to your personality. Instead, watch and learn by not dependent on only one point of view. Always clear about what you think and get rid of all negative things surrounding your feeling, because it only infect your healthy mind.<br />
I&#8217;m sure in the end you&#8217;ll get on the right place unattainable by merely reacting ordinarily based on standard point of view.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F07%2Fa-man-with-no-future%2F&amp;title=A%20Man%20with%20No%20Future" id="wpa2a_8"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/07/a-man-with-no-future/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Kata-Kata Yang Menginspirasi</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang. *** Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak. *** Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.</p>
<p>***</p>
<p>Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak.</p>
<p>***</p>
<p>Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan.</p>
<p>***</p>
<p>Kebahagiaan ekstrim tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan yang lahir dari kedamaian.</p>
<p>***</p>
<p>Hati yang tenang dan gembira ibarat perahu di sungai yang tenang dan damai. Air yang tenang memupuskan kesedihan yang datang dari dalam diri sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Kadang-kadang ketika kita melihat dan berada di sebuah tempat dan waktu, hati dan pikiran kita terikat oleh tempat dan waktu itu. Orang yang berbahagia tidak diikat oleh tempat dan waktu dan sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang memegang kebahagiaan semu juga turut memegang kesedihan. Ada hal-hal yang hanya terlihat oleh kekinian dan ada hal-hal yang disembunyikan oleh masa depan.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang berbahagia tidak berusaha memegang atau menangkap kebahagiaan. Ia akan terus menerus menjadi sumber kebahagiaan itu sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Seseorang tidak disebut bijak karena bisa melihat dan mencaci kebodohan orang lain. Seseorang yang bijak tidak akan masuk ke dalam perangkap yang sama seperti yang mereka lihat dan temukan dari diri orang lain.</p>
<p>***</p>
<p>Memahami diri sendiri adalah jalan pertama untuk memahami kebenaran lainnya yang lebih luas . Diri sendiri ibarat televisi kecil yang menyiarkan banyak kejadian dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p>***</p>
<p>Sifat yang tenang adalah perisai terkuat dari kepribadian seseorang. Hinaan, ejekan, cemoohan, ancaman lebih seperti bulu angsa yang mencoba menembus kerasnya baja.</p>
<p>***</p>
<p>Menjadi kuat bukan berarti selalu teguh dengan sebuah pandangan atau pendirian. Menjadi fleksibel juga bukan berarti mudah percaya begitu saja dengan sebuah ajaran atau kepercayaan.<br />
Kebijaksanaan seringkali tidak punya bahasa untuk diungkapkan.</p></blockquote>
<p>Lihat juga : <a href="http://www.hardychen.com/2011/01/kutipan-kata-kata-bijak/">Kata-Kata Bijak</a></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F05%2Fkumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi%2F&amp;title=Kumpulan%20Kata-Kata%20Yang%20Menginspirasi" id="wpa2a_10"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Saya Mesti Hidup Dalam Bayang-Bayang Orang Lain?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 02:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seperti apakah diri saya sekarang ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang-orang disekitar saya. Mungkin bukan hanya saya yang dipengaruhi oleh mereka, mungkin saya juga sudah mempengaruhi hidup mereka. Terkadang saya melihat bahwa hidup orang-orang disekitar saya, ada yang hidupnya baik dan ada yang hidupnya sengsara. Saya melihat dan kemudian berpikir, apa yang baik bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seperti apakah diri saya sekarang ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang-orang disekitar saya.<br />
Mungkin bukan hanya saya yang dipengaruhi oleh mereka, mungkin saya juga sudah mempengaruhi hidup mereka.</p>
<p>Terkadang saya melihat bahwa hidup orang-orang disekitar saya, ada yang hidupnya baik dan ada yang hidupnya sengsara.<br />
Saya melihat dan kemudian berpikir, apa yang baik bagi saya dan apa yang tidak baik bagi saya?</p>
<p>Apakah saya ingin menjadi seperti ini atau tidak ingin menjadi seperti itu? Semuanya didasarkan atas pandangan saya terhadap kehidupan orang lain.</p>
<p>Lalu seorang teman berkata, jadilah berbeda karena hanya itu yang membuat kamu ada.<br />
Pernyataannya memang ada benarnya, namun saya tidak bisa percaya seutuhnya.</p>
<p>Pada awalnya saya selalu melihat apa yang dimiliki orang lain, dan saya memutuskan ingin memiliki hal itu juga. Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa saya tidak boleh hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Maka saya memutuskan untuk menjadi orang yang berbeda.</p>
<p>Namun keinginan untuk berbeda itu terkadang berlebihan. Melakukan sesuatu yang selalu berbeda dengan yang dilakukan orang lain kadang bisa merepotkan diri sendiri dan orang lain.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman itulah saya merasa sebagai manusia saya tidak boleh terikat pada hal-hal semacam itu. Saya hendaknya tidak selalu mengikuti trend jika itu tidak bagus, atau sebaliknya keluar dari trend hanya untuk menarik perhatian orang lain.</p>
<p>Tidak ada salahnya menjadi orang yang sederhana.<br />
Justru terkadang bagi orang-orang tertentu lebih sulit berusaha menjadi orang yang sederhana daripada berusaha menjadi seseorang yang luar biasa.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fapakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain%2F&amp;title=Apakah%20Saya%20Mesti%20Hidup%20Dalam%20Bayang-Bayang%20Orang%20Lain%3F" id="wpa2a_12"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Saya Adalah Sesuatu Yang Paling Saya Suka</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 04:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya. Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya.</p>
<p>Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka akan menjadi ini atau menjadi seperti itu.</p>
<p>Setelah semua impian-impian itu tercapai apakah artinya pekerjaan telah usai dan kebahagiaan itu tidak akan pernah hilang?<br />
<span id="more-655"></span></p>
<p>Kenyataannya di dunia ini semua berubah.<br />
Semua yang kita miliki sekarang pada saatnya nanti akan kita tinggalkan. Baju-baju yang baru dibeli akan terlihat sangat menawan hari ini namun akan menjadi usang beberapa tahun kemudian.<br />
Kulit yang mulus hari ini juga perlahan-lahan akan menjadi keriput.<br />
Kebahagiaan tanpa henti juga akan membangun rasa bosan, karena mencapai kebahagiaan terkadang sama sulitnya dengan menghargai kebahagiaan tersebut.</p>
<p>Jika semua hal baik yang saya benci ataupun saya suka pada akhirnya akan membuat saya menderita maka hal apakah yang benar-benar akan membuat saya bahagia?</p>
<p>Pada awalnya saya berpikir bahwa segala jenis kebahagiaan ini adalah palsu, dan saya berusaha menolak kenyataan. Namun kenyataannya, baik kebahagiaan ataupun kesengsaraan berada pada koin yang sama di sisi yang berbeda.</p>
<p>Jika saya hanya melihat penderitaan dan mengabaikan sisi sebaliknya yaitu kebahagiaan, maka saya akan merana. Sebaliknya jika saya hanya melihat kebahagiaan dan mengabaikan sisi lainnya, maka saya hanya akan terus bermimpi.</p>
<p>Yang perlu saya lakukan adalah melihat segala hal sebagaimana adanya. Tidak terlarut dalam kesedihan ataupun kegembiraan, dan dengan hati ceria mengarungi lautan kehidupan.<br />
Ada sinar terang mentari pagi, ada juga terik matahari di siang hari, ada badai dan ada hujan, semuanya adalah permainan dalam kehidupan. Jika saya memainkannya dengan benar, tidak panik dan tidak kecewa, tidak benci dan tidak menggantungkan harapan berlebihan, saya akan mengetahui celah dimana saya bisa hidup dengan ceria. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fkelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka%2F&amp;title=Kelemahan%20Saya%20Adalah%20Sesuatu%20Yang%20Paling%20Saya%20Suka" id="wpa2a_14"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Saya Adalah Sesuatu Yang Paling Saya Benci</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-benci/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-benci/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 10:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[Karena adanya sesuatu yang saya benci, maka hidup saya menjadi tidak tenang. Karena hal itu juga, saya tidak bahagia. Saya menyadari ini ketika beberapa saat yang lalu, saya dicuekin oleh salah satu teman saya. Pertanyaan saya kepadanya adalah bentuk kepedulian saya kepadanya, namun nampaknya perhatian saya sia-sia karena dia sama sekali tidak merespon, tidak mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="bunga" src="http://i303.photobucket.com/albums/nn124/hardymika/hardychencom/flow.jpg" alt="" width="200" height="150" align="right" />Karena adanya sesuatu yang saya benci, maka hidup saya menjadi tidak tenang. Karena hal itu juga, saya tidak bahagia.</p>
<p>Saya menyadari ini ketika beberapa saat yang lalu, saya dicuekin oleh salah satu teman saya.<br />
<span id="more-650"></span><br />
Pertanyaan saya kepadanya adalah bentuk kepedulian saya kepadanya, namun nampaknya perhatian saya sia-sia karena dia sama sekali tidak merespon, tidak mengatakan apapun.</p>
<p>Jika dia merasa tidak membutuhkan bantuan saya, setidaknya dia bisa menolak bantuan saya dengan mengatakan sesuatu yang bisa dimengerti. Namun kenyataannya yang saya dapatkan adalah pengabaian, seolah-olah saya adalah hantu kasat mata.</p>
<p>Sebelum peristiwa ini terjadi, saya selalu merasa baik-baik saja.<br />
Saya tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya, sehingga saya tidak pernah tahu bahwa saya ternyata adalah tipe orang yang tidak suka dicuekin.<br />
Dan sekarang saya tahu. Saya marah, kecewa, &amp; sedih.</p>
<p>Respon normal seseorang ketika dia dikecewakan oleh orang lain adalah dengan melakukan hal yang sama terhadap orang tersebut.<br />
Ada rasa kesal, dan ada keinginan untuk memutuskan persahabatan dengan orang itu.</p>
<p>Saya juga tidak berbeda. Saya juga memiliki perasaan seperti itu.<br />
Saya ingin dia mengerti bahwa saya marah.<br />
Saya ingin dia mengerti bagaimana rasanya dicuekin.</p>
<p>Such a pathetic thought, isn&#8217;t it?<br />
Benar-benar pemikiran yang menyedihkan dan bodoh.</p>
<p>Jika dia memang menganggap saya sebagai kuman, atau sebagai hama pengganggu, bagaimana mungkin saya berharap dia tahu rasanya dicuekin oleh hama tersebut. Sebaliknya dia bahkan akan merasa senang dicuekin.</p>
<p>Mengharapkan dia supaya dicuekin orang lain juga adalah pemikiran yang bodoh.<br />
Meskipun dia mengalami apa yang saya alami saat ini, apa manfaatnya bagi saya?<br />
Apakah hanya dengan mengetahui kenyataan bahwa dia sudah menerima pembalasan tersebut akan mengubah keadaan saya menjadi lebih baik?</p>
<p>Saya mungkin bisa merasa sedikit puas ketika orang yang saya benci mendapatkan balasan setimpal atas perlakuannya terhadap saya, namun itu tidak memperbaiki apapun di pihak saya.<br />
Saya masih akan marah ketika orang lain memperlakukan saya dengan cara yang sama. Saya membiarkan diri saya sepenuhnya dikontrol oleh sikap atau tindakan orang lain. Suatu saat nanti, saya kembali akan jatuh dalam perangkap yang sama di tangan orang yang berbeda.</p>
<p>Memang dalam hidup, tindakan orang lain bisa mempengaruhi hidup saya. Beberapa hal yang dilakukan pihak lain bahkan bisa secara langsung mengubah arah hidup saya.</p>
<p>Contohnya, saya bisa saja celaka di jalan karena kesalahan sendiri, atau bahkan dicelakai orang lain.<br />
Namun ada beberapa hal dimana saya punya kekuasaan penuh, yaitu cara saya bersikap terhadap perlakuan yang ditujukan kepada saya.</p>
<p>Untuk itu saya perlu lebih menggunakan akal sehat. Apa yang saya dapatkan dengan membenci orang lain?<br />
Seringkali yang saya dapatkan adalah kebencian yang lebih mendalam. Dan apakah menyenangkan hidup dalam kebencian seperti itu?</p>
<p>Setiap orang pasti punya jawabannya sendiri.<br />
Namun saya sendiri sudah merasa cukup hidup seperti itu.</p>
<p>Walaupun ada tembok setebal apapun , saya tetap ingin menjebolnya. Walaupun ada kesulitan seperti apapun untuk memecahkan kebencian dalam hati saya, saya tetap ingin memecahkannya.<br />
Karena tempat ini bukanlah tempat yang nyaman bagi saya untuk ditinggali.</p>
<p>Saya harus menghayati bahwa yang sakit sebenarnya bukanlah saya, melainkan ego yang didefinisikan sebagai &#8216;saya&#8217;.</p>
<p>Ego sendiri adalah sesuatu yang tidak nyata. Itulah sebabnya mengapa ketika saya meninggal, bahkan ketika orang-orang memaki-maki di depan kuburan saya sekalipun, saya tidak akan peduli.</p>
<p>Oleh karena itu, saya tidak akan pernah peduli lagi pada celaan, hinaan, ataupun ketidakpedulian orang lain, karena jika saya memperdulikannya, maka hal-hal itu hanya akan menjadi kelemahan yang menyeret saya dalam kehidupan yang tidak bahagia.<br />
Saya hanya akan memilih untuk peduli tentang bagaimana membuat hidup ini lebih baik.<br />
Dan dari sinilah perlahan-lahan saya memulai.</p>
<p>Ganbatte ! <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fkelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-benci%2F&amp;title=Kelemahan%20Saya%20Adalah%20Sesuatu%20Yang%20Paling%20Saya%20Benci" id="wpa2a_16"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-benci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Tidak Selalu Seindah Yang Kita Bayangkan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 10:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Well, pendapat tersebut tidak salah. Hidup tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Bagaimana kita memandang hidup ini seringkali tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya. Pada saat kita bahagia, kita memusatkan pikiran pada kebahagiaan itu, terikat dan tenggelam didalamnya. Kita melupakan dimensi waktu. Dan ketika dimensi waktu menyentuh dan merubah hidup kita, semua kebahagiaan itu lenyap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Well, pendapat tersebut tidak salah. Hidup tidak selalu seindah yang kita bayangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kita memandang hidup ini seringkali tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat kita bahagia, kita memusatkan pikiran pada kebahagiaan itu, terikat dan tenggelam didalamnya.<br />
Kita melupakan dimensi waktu. Dan ketika dimensi waktu menyentuh dan merubah hidup kita, semua kebahagiaan itu lenyap dan kita terseret dalam kerinduan, kesedihan, penyesalan ataupun kekecewaan.<br />
<span id="more-628"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya keindahan bukan terletak pada kehidupan, melainkan eksis dalam pikiran kita. Bagaimanapun juga, hidup akan tetap seperti sebagaimana adanya, cara pandang kitalah yang membuat perbedaan dan menentukan apakah hidup cukup indah bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika demikian faktanya, maka apabila kita memasang standar yang kaku tentang keindahan, hidup tentunya akan selalu mengecewakan harapan kita.<br />
Oleh karena itulah, kita perlu untuk belajar melihat hidup tidak hanya dari satu sisi. Kita mesti melihat hidup dari banyak sisi, sehingga kita bisa mengerti bahwa mungkin apa yang selama ini membuat kita menderita sebenarnya tidaklah nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu, pernah ada sebuah cerita mengenai seseorang yang tiba-tiba dalam 1 malam menjadi sangat jenius. Orang-orang tidak paham mengapa dia bisa menjadi seperti itu, bahkan dirinya sendiri juga tidak paham.<br />
Otaknya menjadi sangat aktif dan ia tidak berhenti belajar mengenai banyak hal, sampai akhirnya ia mengetahui bahwa ia menjadi jenius karena ada tumor yang tumbuh diotaknya. Tumor itu membuat dirinya menjadi lebih pintar, akan tetapi juga mengurangi usia hidupnya hanya sampai 30 hari kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga sama. Kadang-kadang kita begitu terlena dalam kebahagiaan sampai akhirnya kita sadar bahwa ada kesedihan dibalik kebahagiaan; ada udang dibalik kwetiaw.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun kita menyadari kenyataan tersebut, kita jarang mampu lepas dari kesedihan itu.<br />
Lalu kita akan merasa diri sendiri sangat kasihan. Ah, begitu malangnya, ah begitu sedihnya. Langit yang cerah menjadi mendung, sinar matahari hilang ditelan hujan badai.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah yang disebut perubahan.<br />
Tidak ada satu pun hal apapun di dunia ini yang lolos dari perubahan.<br />
Tidak ada orang yang hidup abadi, tidak ada api yang tidak padam, juga tidak ada hujan yang tidak pernah berhenti. Jika pun ada, itu karena kita tidak hidup cukup lama untuk menyaksikan perubahan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang setelah kita tahu mengenai hal ini, bukankah ini adalah saatnya bagi kita untuk merubah cara pandang kita terhadap hidup?</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu tidak pernah berhenti bergerak, sama halnya kita juga tidak boleh berhenti pada satu titik kehidupan &#8211; karena jika kita berhenti, waktu akan menyeret kita, dan itu pastinya akan sangat menderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dari itu, teruslah berjalan, dan jangan berhenti. Terimalah hidup apa adanya, dan oleh karena itu, terimalah juga perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika suatu hari nanti kita beruntung dan berjodoh, berkat usaha yang benar, pada akhirnya kita mungkin akan mengerti bahwa hidup ini tidak memiliki arti, akan tetapi juga bukan tanpa arti sama sekali.<br />
Tidak akan ada pertentangan lagi, dan pastinya tidak akan ada alasan untuk tidak bahagia. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fhidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan%2F&amp;title=Hidup%20Tidak%20Selalu%20Seindah%20Yang%20Kita%20Bayangkan" id="wpa2a_18"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan : Pertanyaan Bagi Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 01:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda ditolak oleh seseorang? Jika pernah, bagaimanakah reaksi Anda? Apakah Anda akan marah, kecewa? Apakah Anda akan berusaha membuat orang yang menolak Anda menyesal di kemudian hari karena telah menolak Anda? Apakah Anda bahkan sudah menyusun plot jika suatu saat nanti orang tersebut menyatakan penyesalannya, Anda secara kejam akan menolak dirinya agar dia merasakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda ditolak oleh seseorang?<br />
Jika pernah, bagaimanakah reaksi Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda akan marah, kecewa? Apakah Anda akan berusaha membuat orang yang menolak Anda menyesal di kemudian hari karena telah menolak Anda?<br />
Apakah Anda bahkan sudah menyusun plot jika suatu saat nanti orang tersebut menyatakan penyesalannya, Anda secara kejam akan menolak dirinya agar dia merasakan bagaimana rasanya ditolak?<br />
<span id="more-621"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak oleh seseorang, jika Anda sudah tahu bagaimana rasanya menderita karena perasaan itu, masih perlukah Anda membuat orang lain merasakan penderitaan yang sama? Apakah hanya dengan melihat penderitaan orang lain barulah penderitaan Anda akan berkurang?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merasa puas setelah melihat orang lain menderita, apakah keadaan Anda akan menjadi lebih baik? Apakah karena sikap yang tidak terpuji itu orang-orang akan menyukai Anda? Apakah Anda benar-benar suka dibenci oleh orang lain?<br />
Apakah Anda berpikir kebencian dapat dipadamkan oleh kebencian? Apakah Anda pikir bahwa api dapat dipadamkan dengan api.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda tahu kebencian tidak membuat perasaan Anda menjadi lebih enak, mengapa Anda terus memelihara kebencian itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merasa sedih, jika Anda merasa kecewa, jika Anda marah, jika Anda bahagia, yang perlu Anda tanyakan adalah mengapa?<br />
Mengapa begini, mengapa begitu?<br />
Seringkali Anda lupa bertanya pada diri sendiri, oleh karena itu Anda tidak tahu mengenai kebenaran yang akan menyingkap akar permasalahan Anda, dan memecahkannya.<br />
Sering juga Anda menarik kesimpulan yang salah karena saat bertanya dan saat menjawab Anda meracuninya dengan racun emosi yaitu kemarahan, kebencian, kesedihan, keputusasaan. Jika pertanyaan dijejali dengan perasaan semacam itu dan disaat membuat jawaban juga disisipkan emosi negatif seperti itu, jawaban seperti apa yang Anda harapkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah itu akan menjadi jawaban yang jujur, apakah jawaban itu adalah kebenaran dari kenyataan yang sebenarnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban itu hanya akan menjadi perwujudan emosi Anda. Anda tidak akan mendapatkan banyak kemajuan yang berarti kecuali dalam hal memperburuk suasana hati Anda sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda ingin tahu kebenarannya, maka janganlah bohongi diri Anda sendiri. Tanyalah secara jujur pada diri Anda sendiri. Apakah keinginan dan harapan Anda selama ini sudah diperjuangkan dengan cara dan motivasi yang benar? Apakah kemalangan memang tidak patut jatuh pada diri Anda yang Anda rasa tidak bersalah?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan mudah.<br />
Ada yang bilang karena pertanyaannya terlalu sulit, namun benar juga adanya bahwa pertanyaan menjadi sulit adalah karena Anda berpikir terlalu sulit (rumit).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merenungkan dengan baik, bahkan penipu paling pandai, penipu yang tak terlihat namun bekerja di balik layar &#8211; sama sekali tidak akan punya kesempatan untuk menipu Anda.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Frenungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri%2F&amp;title=Renungan%20%3A%20Pertanyaan%20Bagi%20Diri%20Sendiri" id="wpa2a_20"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

