Hardy Chen Power Blog

Icon

Powered by STRONG WILL !!!

Nuansa Hidup – Dasarnya adalah Kasih (21)

Dalam perjalanan ke daerah, suatu kali saya melihat seorang tua innocent yang menjajakan pisang dagangannya di terik matahari. Usia ibu ini kira kira 65 tahun. Entah mengapa ketika saya melihat raut wajah ibu tersebut, ada rasa ingin membuatnya bahagia. Padahal ia bukanlah seorang peminta-minta, ia adalah seorang yang memikul pisang sebagai dagangannya. Saya yakin Anda juga pernah mengalami perasaan demikian tatkala Anda berjumpa dengan seseorang yang belum Anda kenal dan timbul perasaan mengharapkan ia bahagia.
Dapatkah kita katakan bahwa perasaan seperti ini adalah perasaan kasih?
Seperti yang Buddha katakan bahwa setiap orang memiliki benih kasih di dalam dirinya, tinggal apakah seseorang itu mengembangkan kasih yang telah ada dalam dirinya atau tidak.

Walaupun saat itu saya tidak berencana membeli pisang, dikarenakan perasaan demikian, akhirnya saya membeli pisang tersebut sebagai ungkapan kepedulian saya kepada ibu tersebut.
Yang membuat saya kagum lagi adalah reaksi rasa syukur dan berterima kasihnya yang sangat mendalam hingga terpancar di wajahnya. Inikah tipe orang yang merasa puas dan berterima kasih atas apa yang telah diperolehnya meskipun hanya cukup untuk makan satu hari?
Ibu ini bahkan telah membuat saya menyadari betapa kasih dapat memberikan kebahagiaan besar bagi orang lain. Saya hanya memberi kebahagiaan kecil padanya, tapi ia telah mengajarkan sesuatu yang sangat berharga bagi saya. Ia telah memberikan sesuatu yang besar pada saya.

Peristiwa ini bagaikan air penyejuk bagi perjalanan saya di siang hari yang panas. Senyuman dan kegembiraannya menjadi penghibur bagi saya dalam meneruskan perjalanan. Setibanya saya pada tujuan, pisang yang telah dibeli dari ibu tersebut saya berikan kepada keluarga yang menjaga vihara. Mereka menerimanya dengan gembira dan berterima kasih atas pemberian tersebut.
Bayangkan berapa banyak orang yang dibahagiakan jika kita memberi perhatian pada mereka.
Ibu Teresa berkata, “Sebenarnya dalam memberi, bukan berapa banyak yang dapat kita berikan, tapi berapa besar kasih yang menyertai pemberian itu.“.
Pemberian seperti inilah yang saya percaya dapat memberikan kebahagiaan besar dan bermakna bagi yang menerima daripada pemberian tanpa disertai kasih.

Dalam keheningan malam, saya merenungi betapa indahnya kebersamaan bila diliputi dengan kasih. Hari ini saya mempelajari sesuatu yang bernilai dari seorang ibu yang menjajakan pisang.
Sebenarnya hidup adalah untuk memberi. Mereka yang tidak dapat memberi, sebenarnya tidak hidup.
Berikanlah apa saja yang kita punyai. Pengetahuan kita, materi, semangat, kasih sayang, nasehat dan sebuah senyuman. Saya teringat apa yang dikatakan Ibu Teresa, “Semua yang kau berikan kepada orang lain adalah pemberian untuk dirimu sendiri. Kasih menyembuhkan semua orang, baik yang menerimanya maupun yang memberikannya“.

Bila kita ingin bahagia, berikan kebahagiaan kepada orang lain. Kebahagiaan yang kita berikan akan kembali kepada kita. Karenanya, setiap hari setidaknya lakukanlah kebaikan.

Share

Egoistic Nature of Human

An old woman, Marsha, had a relationship with a man who was also old for about 20 years, and although they are not married, the man loved her very much. Nevertheless, Marsha was always afraid that his friend would leave her someday when she grew older and looked for other younger women. Secretly, she believed that men had a child. As the time went by, this belief became an obsession for her, so that wherever they went and whatever they did, Marsha became increasingly convinced that this was the situation. This attitude was damaging no matter what they did, and disrupt their togetherness that should be fun.

On a spring, they were on vacation to the beach and got a room with a terrace overlooked to the sea. Meanwhile, terraced room next to them rented by an elderly man with a younger woman, and a little baby. This was the thing feared by Marsha most.

It was not unusual if we got what we fear most, and what was worried by Marsha had present, right next to her room. Seeing the family, friends, Marsha said, "Wow, look at that. Lover of the person is still very young. "

At this point, the holiday was already over for Marsha. She was devastated, she could not sleep, did not want to eat, and felt as if her world was collapsed.

"I’m nothing at that time," she said. "The energy of my youth, beauty, all of my grades as a human have been taken from me."

The next day, as they sat on the beach, the couple arrived with their small children and Marsha began to be afraid. A huge hatred arose, and it made her more afraid. She was on vacation in a beautiful place, with the sun shining, but at the same time filled with fear and hate.

However, when she began talking with them, she knew that they were not lovers, but the father and daughter. "Ah," she said, and since that time, she began to like the little charming boy. Moment later, she realized that besides her daughter, the old man has no partner. How wonderful, she thought, now her friend got to know that older man was often left alone. Then, she saw that the man looked at her with admiration. Now, she feels pretty, like being on top of the world. The previous night, she suffered greatly; now, she sat on the beach with great joy.

This was the machination of ego and false pride. A time filled with hatred for a child for no clear reason, the next moment feel on top of the world, because the circumstances seemed different and because the ego felt loved. 

Zazen (note: meditation) destroying this great suffer by constantly helping us to realize the difference between fantasy and reality, between seeing who we really were and what we dreamed.  
Truly Free human is an individual who does not need to project anything. He is a clear mirror, just look at what the present is, offer compassion, and enlighten anything.

Source : Unknown

Share

ID Theft – Lindungi ID Facebook Anda dari Tangan2 Jahil

Beberapa teman sudah ada yg terjebak dan account mereka diambil alih oleh orang-orang yang berniat tidak baik dengan account facebook curian tersebut.

Lalu langkah-langkah preventif apa yang bisa kita lakukan?

Berikut adalah tips-tips yang mungkin berguna sebagai langkah-langkah pencegahan.

1. Jangan menampilkan seluruh informasi pribadi Anda pada facebook profile Anda untuk semua orang yang ada dalam friend list Anda.
Untuk menampilkan informasi tertentu pada orang-orang tertentu yang Anda percayai saja, bisa Anda lakukan melalui menu Privacy Settings.

2. Jangan gunakan password yang sama untuk semua account yang Anda miliki (email, fb, friendster, paypal, dll).
Memang tidak mudah untuk menghapal password yang berbeda-beda untuk setiap account yang Anda miliki, namun cara seperti ini tentunya akan mempersulit mereka untuk mencuri password Anda. Program seperti RoboForm Password Manager bisa membantu Anda mengingat semua password Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengingat satu master password.
Dengan program ini Anda juga tidak perlu mengetik username dan password secara manual untuk setiap account Anda pada saat login. Dengan demikian akan sulit bagi program keylogger untuk mencuri username dan password Anda. (Keylogger adalah program yang bekerja di background yang fungsinya adalah untuk merekam semua huruf yang Anda ketikkan pada keyboard Anda).

3. Hati-hati terhadap phising site.
Phising site adalah situs web yang menyaru sebagai halaman facebook dengan tampilan yang sama persis seperti tampilan halaman login facebook. Situs-situs seperti ini akan merekam username dan password yang Anda masukkan, maka dari itu pastikan bahwa Anda login di situs facebook yang benar (lihat pada address bar apakah tertulis facebook.com – Waspadalah terhadap situs2 yang memakai nama-nama yang mirip dengan facebook misalnya facebook.zzy.com, facebook.tnty.com, dll)

4. Sebisa mungkin hindari pemakaian software bajakan.
Biasanya software bajakan perlu dicrack agar dapat dipakai. Masalahnya adalah pada crack tersebut biasanya tidak jarang disusupi oleh trojan dan malware-malware lainnya.

5. Gunakan browser yang aman. Internet explorer adalah browser yang sangat tidak aman dan tidak direkomendasikan. Gunakan Google Chrome atau Mozilla Firefox.

6. Jika Anda menggunakan Chrome atau Firefox, pasanglah add-ons McAfee SiteAdvisor. Add-on ini akan memberikan peringatan kepada Anda saat Anda mengunjungi situs-situs berbahaya.

7. Rajin2lah mengupdate Antivirus Anda. Virus virus baru bermunculan setiap hari dan bersamaan dengan itu virus signature juga harus selalu diupdate setiap hari.

8. Titik lemah pertama yang diincar oleh para hacker sebenarnya adalah email Anda, karena melalui email Anda, mereka bisa dengan mudah mendapatkan akses ke account-account Anda yang lain.
Oleh karena itu, secara berkala gantilah password email Anda. Jangan gunakan password yang mudah ditebak orang lain seperti nama pacar, nama ibu, tanggal lahir dan lain sebagainya.
Sebagai langkah pencegahan, jika provider email Anda mempunyai fitur autoforward, maka gunakanlah fitur tersebut untuk mengirimkan secara otomatis duplikat dari seluruh email yang masuk ke inbox Anda ke account email Anda yang lain. Jika hacker tersebut tidak menyadari bahwa Anda mengaktifkan fitur tersebut, ada kemungkinan Anda bisa melakukan perlawanan terhadap aksi si hacker dalam membajak account-account milik Anda.

NB: Jika ada yang ingin ditambahkan atau dikurangkan, silahkan tinggalkan comment. ;)

Share

36 Strategi Perang

Dalam sejarah tiongkok, ada 36 strategi perang yang cukup terkenal. Tidak jelas siapa yang menciptakan 36 strategi ini namun jika dilihat, nampaknya 36 strategi perang ini adalah kumpulan strategi yang dibuat berdasarkan banyak contoh kasus peperangan di Cina kuno zaman dahulu.

Ada yang mengatakan bahwa 36 strategi perang ini adalah ciptaan Sun Wu (atau lebh terkenal dengan nama Sun Tzu dewasa ini), dan ada juga yang mengatakan bahwa 36 strategi perang ini adalah warisan dari Zhuge Liang dari zaman 3 kerajaan (Three Kingdom).

Tidak peduli dari mana asalnya kitab 36 strategi perang tersebut, ada banyak hal yang bisa kita pelajari darinya. Bahkan di dunia yang aman damai sentosa seperti ini. Karena yang namanya perang itu selalu terjadi dari dulu sampai sekarang, hanya saja bentuknya yang berubah dari perang secara fisik ke bentuk perang lain misalnya politik, ekonomi, dan psikologi.

Dengan mempelajari 36 strategi perang tersebut setidaknya kita bisa menarik manfaat yang berharga, tergantung bagaimana kita memandang pelajaran tersebut.
Jika kita adalah orang yang picik dan licik, tentu yang kita lihat hanyalah sisi negatifnya, namun jika kita adalah orang yang positif dan punya misi mulia, 36 strategi tersebut bisa membantu kita mencapai tujuan-tujuan mulia kita.

Kebetulan saya juga kehilangan ide tentang apa yang seharusnya saya tuliskan di blog ini. Jadi saya memutuskan untuk membahas tentang strategi perang kerajaan China kuno dan bagaimana penerapannya di masa sekarang.

Tentu saja saya tidak akan semata-mata membahas 36 strategi perang tok. Saya juga akan mencampurkannya dengan teori perang dari Sun Wu (Sun Tzu) yang terkenal, ZhuGe Liang dan ahli strategi lainnya. Semoga apa yang saya bahas disini dapat berguna dan dipergunakan untuk tujuan yang baik. Karena pisau itu menjadi kejam atau baik bukan tergantung dari pisau itu sendiri, namun tergantung pada orang yang memakai pisau itu.

Akhir kata, saya hanya bisa mengucapkan : Selamat Menikmati postingan-postingan berikutnya.
Kritik dan saran sangat diterima dan untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Link :
Strategi 1 – Menipu Surga Menyebrangi Lautan
Strategi 2 – Mengepung Wei Menyelamatkan Zhao

Share

Nuansa Hidup – Sederhana dalam Bicara (20)

Seorang karyawan yang telah bekerja lama di sebuah perusahaan dan belum memiliki jabatan tinggi, suatu kali sedang makan malam dengan ubi. Temannya yang hidup enak dan mewah karena menjilat atasannya kemudian berkata, "Kalau kamu mau belajar menjilat kepada atasan, kamu tidak perlu makan sampah seperti ubi itu".
"Kalau kamu sudah belajar hidup dengan makan ubi, kamu tidak perlu menjilat atasan", jawab temannya.
Keteguhan hati karyawan yang rela makan ubi daripada menjilat atasan patut dikagumi.
Jarang orang bisa memegang teguh kebenaran ketika ada godaan. Kata-kata yang enak terdengar untuk mempengaruhi orang lain nilainya pantas diragukan dan sering membawa hasil yang lebih buruk. Tidak mengatakan apa yang tidak benar adalah dasar dari perbuatan benar.

Seseorang yang sederhana dalam berbicara adalah mereka yang tidak banyak bicara. Ia hanya akan berbicara seperlunya. Ia menghindari kegemaran gosip dan omong kosong.
Bila kita suka menyebarkan gosip yang kita dengar dari orang lain, berarti kita membuang jasa dan kebajikan kita.
Ada sebuah syair yang berbunyi; "Banyak berkata banyak bahaya. Diam menjauhkan nasib buruk. Kakaktua bicara dalam sangkar dikurung. Burung burung tak bisa bicara terbang melayang bebas"
Sudah barang tentu jika seseorang banyak bicara, maka semakin besar pula resiko kesalahan yang dibuatnya.
Daripada banyak bicara yang tidak bermanfaat dan membuat orang marah atau benci, lebih baik sepatah kalimat yang bermanfaat dan memberikan kedamaian bagi pendengarnya. Inilah yang disebut kesederhanaan dalam berbicara.

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda

Share

Nuansa Hidup – Sederhana dalam Bertindak (19)

Seorang pemuda yang bercita cita ingin menjadi orang besar berkunjung ke biara untuk meminta bantuan dari seorang guru terkenal. Ketika bertemu dengan guru tersebut, ia langsung bertanya, “Bagaimana saya dapat menjadi orang besar seperti guru?
Mengapa mau jadi orang besar? Menjadi orang itu sudah merupakan keberhasilan cukup besar“, jawab sang guru dengan santai. “Daripada mengeluh dan tidak puas dengan apa yang ada, lebih baik mensyukuri betapa beruntungnya Anda yang hari ini sehat dan masih hidup. Bukankah ini lebih berharga?” sang guru memberi jawaban lebih lanjut.

Jika kita menjalani hidup hanya untuk mengejar ketenaran dan keuntungan dalam hidup ini, berarti kita telah memutarbalikkan arti hidup. Orang bijak tidak akan mau menukarkan hidupnya dengan keuntungan sesaat. Kita mesti menyadari bahwa kemashyuran, status, dan kekayaan cenderung membesarkan ego. Sebagai akibatnya, kita dibawa menyimpang seperti pengembara yang tersesat dan tak bisa kembali. Ciri terbaik kebahagiaan saat ini dan yang akan datang adalah pelepasan dari semua keinginan.
Saat kita tidak menginginkan ketenaran, ketenaran itu terkadang malah datang.

Banyak orang berlomba menyombongkan diri dan merendahkan orang lain dengan memamerkan karya dan materi mereka. Orang bijaksana bersikap rendah hati dengan tidak merendahkan orang lain.
Buddha bersabda, “Kerendahan hati berarti kesederhanaan dalam sikap dan pikiran. Seseorang yang memiliki hal ini berarti telah menyingkirkan kesombongan dan tinggi hati, ia seperti kain pembersih kaki, banteng tak bertanduk, ular yang tak bertaring. Ia lemah lembut, ceria, dan mudah bergaul.

Walaupun orang lain memiliki kekayaan dan popularitas, kita tidak perlu menjadi minder apalagi iri hati. Turut bergembira dan hidup bersahaja adalah hal yang dapat membawa kebahahagiaan terbesar bagi kita. Jangan pernah mengeluh kekurangan dan mencari reputasi. Hidup apa adanya, sederhana, dan merasa puas dengan yang dimiliki adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Seperti yang dikatakan J. Khrisnamurti, “Kesederhanaan tidak dapat ditemukan kecuali seseorang itu merdeka batinnya. Karenanya, kesederhanaan itu haruslah dimulai dari dalam batin, bukan dari kehidupan lahir.

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda

Share

Nuansa Hidup – Rasa Puas dan Tahu Cukup (18)

Seorang saudagar kaya di suatu pagi berjalan menghirup udara segar di tepi pantai. Pada waktu itu ia terus mengamati seorang nelayan yang sedang asyik merokok sambil tiduran di kapalnya.
Kemudian ia mendekati nelayan itu dan bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?”
“Saya baru saja selesai menangkap ikan dan hasilnya sudah saya jual cukup untuk makan hari ini”, jawab nelayan itu.
“Hari masih pagi, mengapa engkau tidak melanjutkan menangkap ikan?” tanya saudagar itu lebih lanjut.
“Untuk apa?” tanya balik sang nelayan.
“Dengan begitu, engkau bisa memperoleh penghasilan lebih untuk mengembangkan usahamu dan kelak engkau dapat menikmati ketenangan dan kenyamanan hidup”, jawab sang saudagar.
“Lalu menurut Anda sekarang saya sedang apa?” jawab nelayan itu.

Kalau kita menyimak kisah nelayan tersebut diatas, kita dapat mempelajari makna yang terkandung didalamnya. Untuk menikmati hidup, tidaklah perlu menunggu menjadi kaya terlebih dahulu. Banyak hal yang selalu diukur dengan materi sehingga kita menganggap materi sebagai tujuan kebahagiaan. Pola hidup dan cara pandang seperti itu hanya akan menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan.
Apa yang membuat hati kita puas biasanya tidak bisa dibeli dengan uang. Hanya hati yang lega yang bisa merasakan kepuasan.
Uang cuma bisa membeli lebih banyak nafsu. Kita harus memahami bahwa kekayaan tidak diukur dari seberapa banyak harta seseorang, tetapi dari apakah ia merasa cukup.
Ada sebuah ungkapan yang perlu kita renungkan, “Aku mengeluh tidak punya sepatu hingga bertemu dengan orang yang tak punya kaki”.
Kita mesti menyadari banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dari kita. Maka bersyukurlah.

Jika Anda ingin menghindari penderitaan, Anda harus merasa puas. Rasa puas adalah dasar dari pencapaian ketenangan dan kedamaian hati.
Seseorang yang penuh dengan rasa puas, walaupun ia berbaring diatas tanah, tetap juga berada dalam keadaan tenang dan bahagia.
Ia yang tidak merasa puas, walaupun ia kaya, tetap juga disebut miskin!
Ia yang merasa puas, walaupun ia miskin, dapat dikatakan orang kaya yang sebenarnya. Orang yang tidak pernah puas terikat oleh bermacam-macam keinginan dan karenanya sering dikasihani oleh orang yang puas. Inilah makna dari rasa puas.

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda

Share

Nuansa Hidup – Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan (17)

Ada kisah seorang yang bekerja sebagai pengayam keranjang. Ia adalah orang sederhana yang menikmati pekerjaannya sebagai pengayam keranjang. Ia bersiul dan bernyanyi selagi mengerjakan pekerjaannya dan menjalani hari harinya dengan gembira dan bahagia.
Di malam hari ia beristirahat di dalam pondoknya yang kecil dan tidur nyenyak.

Suatu hari ada orang kaya yang lewat di depan pondoknya dan melihat pengayam keranjang yang miskin tersebut. Ia merasa kasihan pada orang ini dan memberinya 1000 dolar.
“Ambillah ini, dan nikmatilah hidup Anda”, katanya.

Pengayam keranjang mengambil uang tersebut dengan sangat berterima kasih. Ia tidak pernah melihat uang sebanyak itu selama hidupnya. Ia membawa ke dalam pondoknya yang reyot dan bingung hendak menyimpannya di mana. Tetapi gubuknya tidaklah aman. Sepanjang malam itu ia tidak dapat tidur nyenyak karena kuatir dengan perampok, atau bahkan tikus yang dapat mengerogoti lembaran uang kertas tersebut.

Hari berikutnya ia membawa uang itu ke tempat kerjanya, tetapi ia tidak lagi bersiul dan bernyanyi karena ia terlalu kuatir dengan uangnya. Malam berikutnya ia kembali tidak dapat tidur dengan nyenyak, dan di pagi harinya uang tersebut ia kembalikan kepada pemiliknya dan berkata, “Kembalikan kebahagiaan saya”.

Ajaran Buddha tidak menentang seseorang untuk mengembangkan kekayaan atau giat dalam berusaha mengumpulkan materi. Buddha bahkan menganjurkan bagi perumah tangga untuk menggunakan kepandaian yang dimiliki dengan bijaksana untuk mendapatkan penghasilan dengan cara yang sah dan jujur.
Yang menjadi pokok penyampaian disini adalah untuk bersikap puas dengan apa yang telah dimiliki dan tidak menjadi budak dari keserakahan kita.

Uang bagaikan api. Jika api digunakan secara tepat dan benar, maka akan membawa manfaat besar bagi diri kita dan yang lain. Jika digunakan secara keliru, maka akan membawa penderitaan bagi kita dan yang lain.

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda.

Share

Nuansa Hidup – Kesederhanaan – Mencari Kekayaan (16)

Seorang tua berusia 70 tahun dalam kesehariannya membuka toko onderdil. Usaha ini telah digelutinya sejak usia muda hingga sekarang. Satu kali teman bermain semasa mudanya mengunjungi dirinya. Mereka larut dalam pembicaraan mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu dalam kebersamaan mereka. Sebagai penutup pembicaraan, temannya mulai bertanya, “Anda sudah memiliki lebih daripada yang Anda perlukan, sekarang usia kita sudah tidak muda lagi. Tidakkah Anda dapat berhenti setiap saat untuk menikmati sisa hidup ini?”
“Saya tidak tahu caranya untuk berhenti”, jawab orang tua tersebut.

Ada pepatah yang berbunyi demikian, “Semakin kita punya, semakin kita cari; semakin kita dambakan, semakin kita tidak puas.
Hal ini dikarenakan seseorang selalu mengejar materi maka perasaan dan pikirannya juga sangat dipengaruhi oleh materi. Akibatnya, ia terperangkap dan sulit untuk melepaskan diri.
Read the rest of this entry »

Share

Nuansa Hidup – Tetap Mengasihi Walau Telah Disakiti (15)

Suatu kali seorang perampok masuk ke biara seorang guru Zen. “Harta atau nyawa” kata perampok itu sambil menunjukkan pisaunya pada sang guru. Sang guru dengan tetap tenang menjawab, “Kalau mau harta, di laci lemari ada sedikit uang. Ambillah.”
Kemudian perampok itu menuju ke lemari yang ditunjukkan oleh guru tersebut. Ia menemukan sedikit uang seperti yang telah dikatakan oleh sang guru. Dengan tergesa-gesa, ia mengambil uang itu dan meninggalkan tempat tersebut.
“Tunggu dulu! Setelah menerima sesuatu, engkau mesti mengucapkan terima kasih”, kata sang guru kepada perampok itu. “Thank you”, jawab perampok itu sambil berlalu.
Read the rest of this entry »

Share
affiliate_link

Categories