Ini pertama kalinya harga diri yang kutawarkan sendiri kepada seseorang dibuang begitu saja ke tong sampah di depan mataku sendiri !
Aku adalah orang memiliki gengsi yang tinggi.
Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat memalukan.
Tidak ada perasaan benci, tapi hatiku remuk redam, mungkin hampir tak bersisa.
Bagaimana mungkin, seseorang yang sangat kamu kagumi dan karena itu kamu mencintainya – menghancurkan dirimu begitu saja dengan tanpa sedikitpun belas kasih, tanpa toleransi.
Apakah hatinya lebih dingin dari es? Membuat hatiku ikut beku dan kemudian hancur berkeping-keping.
Aku ingin membenci dunia karena mempertemukan diriku dengan dia. Mengapa dari begitu banyak orang di dunia ini aku bertemu dengannya dan paling parah mencintainya?
Apakah dulu, di kehidupan sebelumnya aku pernah menyinggung perasaan orang lain seperti caranya menyinggung diriku hari ini?
Jika memang begitu, maka makhluk malang itu bukan cuma aku, tapi mungkin juga dia. Karena karma akan terus berputar.
Walaupun aku ingin menghentikan roda karma supaya tidak berputar kearahnya – usahaku mungkin hanya akan berakhir sia-sia.
Lalu salah siapa ini?
Apakah salahku?
Apakah karena aku idiot?
Pastinya aku benar2 sangat idiot karena meskipun aku sudah tau hasil akhirnya mungkin akan tidak baik, aku masih tetap mencoba. Dan ketika hasil akhirnya memang benar2 tidak baik, aku mengeluh.
Salahkan aku.
Aku orang Idiottttttttttttttttttttt !
Hahahaha. A very very BIG Joke.
Dalam posting sebelumnya (Kebahagiaan dan Penderitaan), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama.
Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya, jika Anda senang bermain-main dengannya.
Read the rest of this entry »
“Burung Gereja Tidak Akan Memahami Maksud dan Tujuan Burung Phoenix” – AT
Itulah kira-kira isi status facebook yang diposting salah satu teman saya beberapa waktu lalu.
Kata-kata tersebut membuat saya berpikir, apakah benar maksud dan tujuan (dari pikiran) burung phoenix selalu adalah yang paling tepat dan paling baik?
Read the rest of this entry »
Siapakah diri saya yang sebenarnya?
Saya bukan sedang amnesia, juga bukan orang yang tidak waras.
Apa yang saya tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin dirasa terlalu tolol bagi orang-orang yang merasa dirinya pintar.
Kenyataannya saya tidak tahu persis apakah perasaan mereka tentang diri mereka yang pintar lebih akurat dari kenyataan sebenarnya yang ada di lapangan.
Lalu, siapa diri saya?
Pertanyaan itu mungkin terlalu sederhana. Namun jawaban yang bisa dihasilkan mempunyai potensi menjadi lebih dari sekedar jawaban yang secara umum membuat orang mengantuk.
Jika kita berpikir seperti orang kebanyakan, pertanyaan seperti itu mungkin akan dijawab dengan memberikan nama, atau profesi atau jabatan, atau kewarganegaraan. Namun bagi orang yang pemikirannya mencakup ruang lingkup yang jauh lebih luas mungkin akan mempunyai jawaban yang sama-sekali tidak biasa dan membuat kita tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut.
Seperti misalnya jika saya ditanya pertanyaan seperti itu, mungkin saya akan menjawab bahwa saya bukan orang yang tidak bisa diandalkan namun juga bukan orang yang bisa diandalkan.
Saya adalah saya, seorang pekerja keras, seorang yang hanya tahu berbuat yang terbaik tanpa dibebani harapan orang lain tentang anggapan bahwa saya orang yang bisa diandalkan atau tidak bisa diandalkan.
Sejujurnya saya tidak terlalu perduli bagaimana orang lain memandang saya, saya berusaha untuk fokus kepada diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya sendiri… “Siapa saya sebenarnya”? – Lalu saya menjawabnya sendiri : ”Saya bukan siapa-siapa namun hanya seseorang”. Tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada penitikberatan pada reputasi ataupun citra yang dibangun melainkan hanya sebuah pribadi yang berkembang secara alami layaknya buah pisang yang tumbuh dari sebatang pohon pisang.
Lalu jawaban apa lagi yang bisa muncul dari pertanyaan : “Siapa saya?”
Mungkin hanya orang lain yang akan bercerita panjang tentang siapa diri saya. Mereka akan bercerita mengenai apa yang mereka lihat dan menilai dengan pengetahuan yang mereka rasa paling benar. Itu sama sekali kurang penting, namun jika saya sendiri tidak mampu mengenali diri saya sendiri maka saya juga akan gagal mengenali realitas murni dari hidup ini.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa pengenalan diri yang paling ultimit adalah pengenalan secara holistik, dan bukannya sebagai individual demi sebuah pencapaian yang sebenarnya tidak terlalu signifikan.

Jika suatu saat Anda berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak ada satu orang pun yang datang memberi uluran tangan atau setidaknya mendengar keluh-kesah Anda, apakah Anda akan merasa sangat kasihan terhadap diri sendiri?
Pada dasarnya mengasihani diri sendiri sangat mendekati perasaan putus asa dimana Anda tidak lagi punya semangat untuk melanjutkan atau bisa dibilang Anda pasrah mengenai nasib Anda.
Tapi ada satu hal dimana ketika perasaan kasihan terhadap diri sendiri itu bertolak menjadi sesuatu yang positif.
Read the rest of this entry »
Apakah ada keterkaitan antara keterikatan dan kebahagiaan?
Katakanlah Anda bertemu seseorang gadis yang mempunyai rupa yang membuat Anda tidak sadarkan diri.
Well.. memakai kata tidak sadarkan diri mungkin terlalu berlebihan, namun saya yakin Anda tahu maksud saya.
Read the rest of this entry »
Bagi Anda yang ingin memproyeksikan berapa nilai cicilan yang harus Anda bayar dengan cicilan tetap kartu kredit BCA, beberapa waktu lalu saya melakukan sedikit percobaan dengan rumus excel untuk menghitung nilai cicilan yang harus dibayar lewat program cicilan tetap BCA dengan variabel lamanya cicilan (dalam bulan) dan harga barang yang dicicil.
Selain itu di bagian bawah juga saya sertakan fungsi untuk menghitung berapa nilai cicilan yang harus dibayar (dengan harga barang yang sama) bila menggunakan cicilan biasa dari kartu kredit BCA atau dari kartu kredit lain dengan suku bunga tertentu. Cukup masukkan persentase bunga dan jumlah bulan, maka secara otomatis Anda akan tahu berapa jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulan agar bisa lunas pada waktu yang ditentukan.
Spreadsheet untuk menghitung cicilan tersebut bisa dilihat disini : Simulasi Cicilan Tetap Kartu Kredit BCA
Semoga Berguna.
Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.
***
Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak.
***
Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan.
***
Kebahagiaan ekstrim tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan yang lahir dari kedamaian.
***
Hati yang tenang dan gembira ibarat perahu di sungai yang tenang dan damai. Air yang tenang memupuskan kesedihan yang datang dari dalam diri sendiri.
***
Kadang-kadang ketika kita melihat dan berada di sebuah tempat dan waktu, hati dan pikiran kita terikat oleh tempat dan waktu itu. Orang yang berbahagia tidak diikat oleh tempat dan waktu dan sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.
***
Orang yang memegang kebahagiaan semu juga turut memegang kesedihan. Ada hal-hal yang hanya terlihat oleh kekinian dan ada hal-hal yang disembunyikan oleh masa depan.
***
Orang yang berbahagia tidak berusaha memegang atau menangkap kebahagiaan. Ia akan terus menerus menjadi sumber kebahagiaan itu sendiri.
***
Seseorang tidak disebut bijak karena bisa melihat dan mencaci kebodohan orang lain. Seseorang yang bijak tidak akan masuk ke dalam perangkap yang sama seperti yang mereka lihat dan temukan dari diri orang lain.
***
Memahami diri sendiri adalah jalan pertama untuk memahami kebenaran lainnya yang lebih luas . Diri sendiri ibarat televisi kecil yang menyiarkan banyak kejadian dari seluruh penjuru dunia.
***
Sifat yang tenang adalah perisai terkuat dari kepribadian seseorang. Hinaan, ejekan, cemoohan, ancaman lebih seperti bulu angsa yang mencoba menembus kerasnya baja.
***
Menjadi kuat bukan berarti selalu teguh dengan sebuah pandangan atau pendirian. Menjadi fleksibel juga bukan berarti mudah percaya begitu saja dengan sebuah ajaran atau kepercayaan.
Kebijaksanaan seringkali tidak punya bahasa untuk diungkapkan.
Lihat juga : Kata-Kata Bijak
Menjadi seperti apakah diri saya sekarang ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang-orang disekitar saya.
Mungkin bukan hanya saya yang dipengaruhi oleh mereka, mungkin saya juga sudah mempengaruhi hidup mereka.
Terkadang saya melihat bahwa hidup orang-orang disekitar saya, ada yang hidupnya baik dan ada yang hidupnya sengsara.
Saya melihat dan kemudian berpikir, apa yang baik bagi saya dan apa yang tidak baik bagi saya?
Apakah saya ingin menjadi seperti ini atau tidak ingin menjadi seperti itu? Semuanya didasarkan atas pandangan saya terhadap kehidupan orang lain.
Lalu seorang teman berkata, jadilah berbeda karena hanya itu yang membuat kamu ada.
Pernyataannya memang ada benarnya, namun saya tidak bisa percaya seutuhnya.
Pada awalnya saya selalu melihat apa yang dimiliki orang lain, dan saya memutuskan ingin memiliki hal itu juga. Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa saya tidak boleh hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Maka saya memutuskan untuk menjadi orang yang berbeda.
Namun keinginan untuk berbeda itu terkadang berlebihan. Melakukan sesuatu yang selalu berbeda dengan yang dilakukan orang lain kadang bisa merepotkan diri sendiri dan orang lain.
Berkaca dari pengalaman itulah saya merasa sebagai manusia saya tidak boleh terikat pada hal-hal semacam itu. Saya hendaknya tidak selalu mengikuti trend jika itu tidak bagus, atau sebaliknya keluar dari trend hanya untuk menarik perhatian orang lain.
Tidak ada salahnya menjadi orang yang sederhana.
Justru terkadang bagi orang-orang tertentu lebih sulit berusaha menjadi orang yang sederhana daripada berusaha menjadi seseorang yang luar biasa.
Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya.
Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka akan menjadi ini atau menjadi seperti itu.
Setelah semua impian-impian itu tercapai apakah artinya pekerjaan telah usai dan kebahagiaan itu tidak akan pernah hilang?
Read the rest of this entry »