<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; Indonesian Language</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/category/indonesian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>What An Idiot ! Benar benar bodoh ! Hahahahahahaha</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[idiot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Ini pertama kalinya harga diri yang kutawarkan sendiri kepada seseorang dibuang begitu saja ke tong sampah di depan mataku sendiri ! Aku adalah orang memiliki gengsi yang tinggi. Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat memalukan. Tidak ada perasaan benci, tapi hatiku remuk redam, mungkin hampir tak bersisa. Bagaimana mungkin, seseorang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ini pertama kalinya harga diri yang kutawarkan sendiri kepada seseorang dibuang begitu saja ke tong sampah di depan mataku sendiri !</p>
<p style="text-align: justify;">Aku adalah orang memiliki gengsi yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat memalukan.<br />
Tidak ada perasaan benci, tapi hatiku remuk redam, mungkin hampir tak bersisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mungkin, seseorang yang sangat kamu kagumi dan karena itu kamu mencintainya &#8211; menghancurkan dirimu begitu saja dengan tanpa sedikitpun belas kasih, tanpa toleransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah hatinya lebih dingin dari es? Membuat hatiku ikut beku dan kemudian hancur berkeping-keping.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin membenci dunia karena mempertemukan diriku dengan dia. Mengapa dari begitu banyak orang di dunia ini aku bertemu dengannya dan paling parah mencintainya?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah dulu, di kehidupan sebelumnya aku pernah menyinggung perasaan orang lain seperti caranya menyinggung diriku hari ini?<br />
Jika memang begitu, maka makhluk malang itu bukan cuma aku, tapi mungkin juga dia. Karena karma akan terus berputar.<br />
Walaupun aku ingin menghentikan roda karma supaya tidak berputar kearahnya &#8211; usahaku mungkin hanya akan berakhir sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu salah siapa ini?<br />
Apakah salahku?<br />
Apakah karena aku idiot?</p>
<p style="text-align: justify;">Pastinya aku benar2 sangat idiot karena meskipun aku sudah tau hasil akhirnya mungkin akan tidak baik, aku masih tetap mencoba. Dan ketika hasil akhirnya memang benar2 tidak baik, aku mengeluh.</p>
<p style="text-align: justify;">Salahkan aku.<br />
Aku orang Idiottttttttttttttttttttt !</p>
<p style="text-align: justify;">Hahahaha. A very very BIG Joke.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2012%2F01%2Fwhat-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha%2F&amp;title=What%20An%20Idiot%20%21%20Benar%20benar%20bodoh%20%21%20Hahahahahahaha" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2012/01/what-an-idiot-benar-benar-bodoh-hahahahahahaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan dan Penderitaan Selalu Hidup Berdampingan dalam Pikiran Manusia</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 03:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pedang]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[semu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Dalam posting sebelumnya (Kebahagiaan dan Penderitaan), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama. Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam posting sebelumnya (<a title="Kebahagiaan dan Penderitaan" href="http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/" target="_blank">Kebahagiaan dan Penderitaan</a>), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama.<br />
Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya, jika Anda senang bermain-main dengannya.<br />
<span id="more-735"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya, pedang tidak akan melukai Anda jika Anda tidak menggunakannya atau menggunakannya dengan sangat hati-hati. Jadi bisa disimpulkan, bahaya dari pedang timbul dari aksi yang dilakukan pemakai pedang pada pedang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu pertanyaannya, bagaimana Anda memakai pedang itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Satu sisi pedang tidak akan meninggalkan sisi pedang lainnya. Sisi yang tumpul tidak akan meninggalkan sisi yang tajam, begitupun sebaliknya. 2 sisi tersebut adalah bagian dari satu pedang yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga sama halnya dengan kebahagiaan dan penderitaan.<br />
Kebahagiaan semu tidak akan jauh dari penderitaan semu dan penderitaan semu juga tidak akan jauh dari kebahagiaan semu.<br />
Anda mengenal kebahagiaan semu karena Anda tahu bahwa lawan dari kebahagiaan itu, yaitu penderitaan semu juga eksis (ada), demikian pula sebaliknya. 2 hal tersebut adalah satu set yang tak terpisahkan.<br />
Maka dari itu jika Anda melekat pada salah satunya, tidak tertutup kemungkinan Anda juga akan bertemu dengan sisi yang satunya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mengapa dikatakan semu?<br />
Karena hanya hal-hal yang sifatnya semu yang memiliki dualitas. Hal-hal yang semu adalah hal-hal yang sifatnya sementara, selalu berubah-ubah. Ada panas dan ada dingin, ada badai dan ada hari yang cerah, ada tangis dan ada tawa, ada penderitaan dan ada kebahagiaan.<br />
Jika satu sisi hilang/tenggelam, maka sisi yang lainnya akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika seseorang yang kaya raya tiba-tiba kehilangan kemakmurannya, ia akan menderita. Dan jika seseorang yang dicintai tiba-tiba kehilangan orang yang mencintainya, ia juga akan menderita.<br />
Seseorang yang sakit bisa jatuh sakit, seseorang yang sekarat bisa berjuang dan sembuh. Fluktuasi seperti ini adalah wajar di dunia nyata dan inilah yang dinamakan &#8220;sesuatu yang tidak memuaskan&#8221;.<br />
Hal-hal semu selalu tidak memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa saja mulai merasakan penderitaan saat Anda mulai memikirkannya. Anda juga bisa saja belum merasa puas sebelum kebahagiaan itu berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan bahwa inilah hidup, inilah yang harus kita terima, inilah yang harus kita jalani, inilah takdir kita. Kita harus menderita untuk bahagia. (Dalam arti lain : Kita harus mengenal penderitaan agar kita bisa menghargai kebahagiaan)</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita menderita untuk bahagia dan bahagia untuk menderita. Kita membiarkan diri kita diombang-ambingkan antara kebahagiaan dan penderitaan, penderitaan dan kebahagiaan.<br />
Sebentar di surga kemudian terjun bebas ke neraka?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita makhluk yang merdeka?<br />
Jika kita seperti itu maka kita tidak pernah merdeka. Tidak sekalipun.<br />
Kita seperti sebatang kayu yang diseret arus ke sebuah tempat yang kita sendiri tidak tahu tempat seperti apa yang akan kita tuju.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan : &#8220;go with the flow&#8221;. Ikuti aliran kehidupan baik itu senang ataupun sedih, bahagia atau menderita, atau tidak kedua-duanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar, ikuti aliran. Kenyataanya, kita tidak bisa lari dari perubahan. Apa yang kita miliki, kita lihat dan kita rasakan saat ini adalah subyek dari perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun tidakkah kita punya kuasa bahkan sedikit saja untuk hidup lebih baik dalam angin perubahan?<br />
Jika kita mengenal perubahan, bisakah kita beradaptasi terhadap perubahan?<br />
Bisakah kita hidup dengan pikiran yang sama seperti saat kita masih sehat jika tiba saatnya tubuh kita mulai melemah dan digerogoti penyakit?<br />
Bisakah kita tersenyum bebas seperti sewaktu kita masih anak-anak pada saat kita sudah hampir menemui ajal?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ada kebahagiaan datang, kita melekat pada kebahagiaan itu, dan jika kemalangan yang datang, kita juga melekat pada kemalangan itu.<br />
Suatu ketika, jika kita lengah, pedang 2 sisi itu akan melukai kita. Apa yang dilukai bukanlah tubuh fisik, namun pikiran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Luka di pikiran adalah asal dari semua penderitaan.<br />
Rasa sakit timbul dipikiran, bukan pada bagian tubuh yang dilukai. Rasa sakit diciptakan pikiran, begitu juga dengan penderitaan dan kebahagiaan semua ada dalam pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita memenuhi pikiran kita dengan semua sensasi itu, baik sakit atau senang.<br />
Kita tidak pernah bebas dari penjara pikiran kita sendiri. Kita tidak dapat mencegah pikiran kita membuat penjara bagi dirinya sendiri setelah menerima respon-respon dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pikiran kita seperti anak kecil yang tersesat. Anak kecil yang akan senang saat dapat permen dan menangis saat tidak diberikan permen.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika kita sudah mengerti semua ini, apa yang bisa kita lakukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita akan tetap seperti anak kecil, atau kita akan tumbuh dewasa?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih akan terikat pada sesuatu yang semu dan hidup diseret-seret masa lalu ataupun masa depan ataupun masa sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih ingin memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kita miliki (karena sifatnya yang semu).?<br />
Siapa Anda dan siapa saya? Apa yang saya miliki yang Anda tidak miliki atau sebaliknya apa yang Anda miliki yang saya tidak miliki?</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya tidak satupun dari Anda ataupun saya memiliki apa yang (saya ataupun Anda) kira bahwa (saya atau Anda) memilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang sesungguhnya berbahagia adalah orang yang tidak diikat tempat dan waktu yang dilaluinya, sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.<br />
Inilah yang disebut kebahagiaan yang sebenarnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F11%2Fkebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia%2F&amp;title=Kebahagiaan%20dan%20Penderitaan%20Selalu%20Hidup%20Berdampingan%20dalam%20Pikiran%20Manusia" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Orang Lain</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/10/memahami-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/10/memahami-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 02:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[cara pandang]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Burung Gereja Tidak Akan Memahami Maksud dan Tujuan Burung Phoenix&#8221; &#8211; AT Itulah kira-kira isi status facebook yang diposting salah satu teman saya beberapa waktu lalu. Kata-kata tersebut membuat saya berpikir, apakah benar maksud dan tujuan (dari pikiran) burung phoenix selalu adalah yang paling tepat dan paling baik? Kita bisa mengatakan bahwa burung gereja sulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;<em>Burung Gereja Tidak Akan Memahami Maksud dan Tujuan Burung Phoenix</em>&#8221; &#8211; AT</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kira-kira isi status facebook yang diposting salah satu teman saya beberapa waktu lalu.<br />
Kata-kata tersebut membuat saya berpikir, apakah benar maksud dan tujuan (dari pikiran) burung phoenix selalu adalah yang paling tepat dan paling baik?<br />
<span id="more-724"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa mengatakan bahwa burung gereja sulit untuk mengerti pemikiran burung phoenix, namun kita juga bisa mengatakan bahwa burung phoenix juga tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh burung gereja.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika burung phoenix hanya mengisi pikirannya dengan opini-opininya sendiri, masih adakah tersisa ruang untuk pemikiran dari burung gereja yang belum tentu bisa dipersalahkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak dapat menilai seseorang hanya dari apa yang diucapkan orang tersebut, kita juga tidak bisa menilai maksud hati seseorang dari tindakan-tindakan yang dilakukan orang itu.<br />
Pikiran manusia adalah sesuatu yang kelewat kompleks untuk diselesaikan ataupun dipahami dengan satu formula sederhana yang universal. Bahkan mungkin tidak ada sama sekali yang namanya formula universal.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemikiran tiap orang adalah unik, meskipun ada beberapa kesamaan dalam beberapa aspek. Oleh karena itu tidaklah tepat kita menjudge seseorang secara sepihak tanpa menanyakan pendapat jujur dari orang yang kita judge tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah mengapa saya pikir alangkah baiknya jika kita dapat menahan diri untuk tidak membuat pernyataan secara serampangan yang berpotensi untuk membuat kesalahpahaman dan konflik lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat sebuah masalah tidak sama halnya seperti melihat hanya satu sisi koin. Bahkan pengibaratan koin itu sendiri mungkin kurang tepat karena sebuah persoalan bisa jadi memiliki lebih dari 2 sudut pandang yang bisa saja ditafsirkan secara berbeda-beda.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti seorang detektif, kita semestinya mampu membaca arti dari sebuah opini lebih dari sekedar apa yang kita terima secara verbal. Karena penyampaian melalui kata-kata terkadang harus menghadapi hambatan-hambatannya sendiri, begitupun juga gosip yang menyebar tidak dapat dijamin keutuhan dan keabsahannya jika hanya bergantung pada penilaian satu pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang pemimpin, kualitas dalam hal pemahaman terhadap orang-orang yang bekerja dibawahnya adalah penting untuk menjaga integrasi tim yang dipimpinnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F10%2Fmemahami-orang-lain%2F&amp;title=Memahami%20Orang%20Lain" id="wpa2a_6"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/10/memahami-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Saya?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/08/siapakah-saya/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/08/siapakah-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 15:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah diri saya yang sebenarnya? Saya bukan sedang amnesia, juga bukan orang yang tidak waras. Apa yang saya tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin dirasa terlalu tolol bagi orang-orang yang merasa dirinya pintar. Kenyataannya saya tidak tahu persis apakah perasaan mereka tentang diri mereka yang pintar lebih akurat dari kenyataan sebenarnya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapakah diri saya yang sebenarnya?<br />
Saya bukan sedang amnesia, juga bukan orang yang tidak waras.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang saya tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin dirasa terlalu tolol bagi orang-orang yang merasa dirinya pintar.<br />
Kenyataannya saya tidak tahu persis apakah perasaan mereka tentang diri mereka yang pintar lebih akurat dari kenyataan sebenarnya yang ada di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, siapa diri saya?<br />
Pertanyaan itu mungkin terlalu sederhana. Namun jawaban yang bisa dihasilkan mempunyai potensi menjadi lebih dari sekedar jawaban yang secara umum membuat orang mengantuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita berpikir seperti orang kebanyakan, pertanyaan seperti itu mungkin akan dijawab dengan memberikan nama, atau profesi atau jabatan, atau kewarganegaraan. Namun bagi orang yang pemikirannya mencakup ruang lingkup yang jauh lebih luas mungkin akan mempunyai jawaban yang sama-sekali tidak biasa dan membuat kita tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti misalnya jika saya ditanya pertanyaan seperti itu, mungkin saya akan menjawab bahwa saya bukan orang yang tidak bisa diandalkan namun juga bukan orang yang bisa diandalkan.<br />
Saya adalah saya, seorang pekerja keras, seorang yang hanya tahu berbuat yang terbaik tanpa dibebani harapan orang lain tentang anggapan bahwa saya orang yang bisa diandalkan atau tidak bisa diandalkan.<br />
Sejujurnya saya tidak terlalu perduli bagaimana orang lain memandang saya, saya berusaha untuk fokus kepada diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya sendiri&#8230; &#8220;Siapa saya sebenarnya&#8221;? &#8211; Lalu saya menjawabnya sendiri :  &#8221;Saya bukan siapa-siapa namun hanya seseorang&#8221;. Tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada penitikberatan pada reputasi ataupun citra yang dibangun melainkan hanya sebuah pribadi yang berkembang secara alami layaknya buah pisang yang tumbuh dari sebatang pohon pisang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu jawaban apa lagi yang bisa muncul dari pertanyaan : &#8220;Siapa saya?&#8221;<br />
Mungkin hanya orang lain yang akan bercerita panjang tentang siapa diri saya. Mereka akan bercerita mengenai apa yang mereka lihat dan menilai dengan pengetahuan yang mereka rasa paling benar. Itu sama sekali kurang penting,  namun jika saya sendiri tidak mampu mengenali diri saya sendiri maka saya juga akan gagal mengenali realitas murni dari hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, saya menyadari bahwa pengenalan diri yang paling ultimit adalah pengenalan secara holistik, dan bukannya sebagai individual demi sebuah pencapaian yang sebenarnya tidak terlalu signifikan.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F08%2Fsiapakah-saya%2F&amp;title=Siapakah%20Saya%3F" id="wpa2a_8"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/08/siapakah-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Mengasihani Diri Sendiri?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/08/perlukah-mengasihani-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/08/perlukah-mengasihani-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 04:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[kasihan]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[Jika suatu saat Anda berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak ada satu orang pun yang datang memberi uluran tangan atau setidaknya mendengar keluh-kesah Anda, apakah Anda akan merasa sangat kasihan terhadap diri sendiri? Pada dasarnya mengasihani diri sendiri sangat mendekati perasaan putus asa dimana Anda tidak lagi punya semangat untuk melanjutkan atau bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hardychen.com/wp-content/uploads/2011/08/vihara0250Zsmall.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-709" title="vihara0250Zsmall" src="http://www.hardychen.com/wp-content/uploads/2011/08/vihara0250Zsmall-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><br />
</a></p>
<p style="text-align: justify;">Jika suatu saat Anda berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak ada satu orang pun yang datang memberi uluran tangan atau setidaknya mendengar keluh-kesah Anda, apakah Anda akan merasa sangat kasihan terhadap diri sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya mengasihani diri sendiri sangat mendekati perasaan putus asa dimana Anda tidak lagi punya semangat untuk melanjutkan atau bisa dibilang Anda pasrah mengenai nasib Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ada satu hal dimana ketika perasaan kasihan terhadap diri sendiri itu bertolak menjadi sesuatu yang positif.<br />
<span id="more-708"></span><br />
Ketika Anda berada dalam kondisi seperti itu, kesombongan perlahan-lahan sirna dan ego melemah. Seiring dengan melemahnya ego tersebut, energi yang dipakai oleh emosi Anda juga semakin berkurang sehingga diri Anda merasa lebih rileks dibanding sebelumnya. Seolah-olah Anda baru saja menyelesaikan sebuah perjalanan yang panjang. Meskipun pada saat itu Anda merasa kelelahan, akan tetapi ada kelegaan yang muncul yang membuat Anda bisa beristirahat dengan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketenangan adalah kualitas manusia yang sangat langka, maka dari itu sangat jarang ada orang yang setelah melepaskan masalahnya (apapun hasil akhirnya) dapat menjadi lebih tenang. Kebanyakan akan kebablasan, terhanyut dalam keputusasaan dan hancur dalam jurang kekecewaan dan kesedihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini tentunya tidak baik. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan. Sifat tenang adalah simbol dari keseimbangan itu. Maka dari itu sebagai seorang manusia, Anda patut belajar bagaimana menempatkan perasaan Anda dengan benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ambil contoh, ada seorang pria yang jatuh hati pada seorang gadis. Itu adalah hal yang wajar. Kemudian pria itu berusaha melakukan banyak hal untuk gadis yang disukainya. Itu juga wajar. Pada saat yang tepat, pria itu akhirnya mengutarakan perasaannya namun sayangnya gadis itu lebih menganggapnya sebagai abang ketimbang sosok seorang kekasih. Itu semua masih dalam batas kewajaran. Bagaimanapun perasaan bukanlah sesuatu yang selalu bisa diciptakan dengan kesengajaan, karena perasaan tidak selalu bisa mengikuti alur logika yang diciptakan oleh pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja pria itu sedih dengan kenyataan seperti itu. Dia sempat merasa dirinya kurang cukup baik, meskipun si gadis terus berusaha meyakinkan bahwa pria tersebut adalah orang yang sangat baik yang pernah dikenalnya.<br />
Singkat kata, pria itu kecewa terhadap dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yang terjadi berikutnya?<br />
Setelah penolakan itu, seiring dengan berjalannya waktu ia mulai perlahan-lahan hidup dengan semangat baru.<br />
Kekecewaan yang dirasakannya mulai terasa tidak relevan, ia berpikir apa salahnya jika ia menjadi figur seorang kakak bagi gadis itu?<br />
Kekecewaan telah mengantarnya pada satu titik dimana egonya melemah dan setelah itu perasaan kecewa itu perlahan-lahan pudar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia merasa lebih bebas dengan keadaannya sekarang.<br />
Memikirkan ke masa lalu dimana dia menghabiskan banyak tenaga, waktu dan energi melakukan banyak hal, mengkhawatirkan banyak kemungkinan hasil akhir, terasa sangat melelahkan. Dan sekarang ketika dia terbebas dari semua beban itu, ia mencurahkan perhatiannya kepada si gadis dengan perasaan tanpa pamrih dan kegembiraan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal apa yang lebih baik dibanding melakukan sesuatu yang baik tanpa harus mengkhawatirkan hasil akhir yang mengecewakan? Apa yang perlu dikecewakan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menyadari bahwa di masa lalu ia melakukan semua perbuatan &#8216;baik&#8217; itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari si gadis. Dan ketika respon yang didapatkannya tidak sesuai dengan harapan, ia merasa sedih luar biasa.<br />
Sekarang keadaannya jauh berbeda. Ia melakukan sesuatu demi kebaikan orang yang dikasihinya, bukan demi dirinya sendiri, karena ia sudah melepaskan keinginan untuk memuaskan diri sendiri sehingga dia tidak lagi diganggu dengan segala bentuk kekecewaan atau kesedihan yang pernah dia rasakan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kasus ini kita bisa belajar bahwa kekecewaan, perasaan kasihan pada diri sendiri bisa membawa Anda &#8216;turun ke bumi&#8217;, dan dengan turunnya diri Anda ke bumi, Anda tidak perlu lagi khawatir akan jatuh dari tempat yang tinggi. Perasaan apakah yang lebih baik dari itu?<br />
Melepaskan hasrat dan hidup dalam kegembiraan saat ini adalah berkah terbesar yang dapat Anda terima.<br />
Pertanyaannya, siapkah Anda untuk menerima berkah itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Hadiah tidak diterima seseorang bukan selalu karena tidak ada yang mengirimkan hadiah itu, namun karena sang penerima enggan menerima hadiah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">4 Agustus 2011<br />
&#8212; Catatanku</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F08%2Fperlukah-mengasihani-diri-sendiri%2F&amp;title=Perlukah%20Mengasihani%20Diri%20Sendiri%3F" id="wpa2a_10"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/08/perlukah-mengasihani-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keterikatan dan Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 07:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[keterikatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ada keterkaitan antara keterikatan dan kebahagiaan? Katakanlah Anda bertemu seseorang gadis yang mempunyai rupa yang membuat Anda tidak sadarkan diri. Well.. memakai kata tidak sadarkan diri mungkin terlalu berlebihan, namun saya yakin Anda tahu maksud saya. Apakah Anda merasa senang dengan pertemuan seperti itu? Ketika saya masih diusia remaja, saya merasa tidak ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apakah ada keterkaitan antara keterikatan dan kebahagiaan?<br />
Katakanlah Anda bertemu seseorang gadis yang mempunyai rupa yang membuat Anda tidak sadarkan diri.<br />
Well.. memakai kata tidak sadarkan diri mungkin terlalu berlebihan, namun saya yakin Anda tahu maksud saya.<br />
<span id="more-681"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda merasa senang dengan pertemuan seperti itu?<br />
Ketika saya masih diusia remaja, saya merasa tidak ada yang salah dengan hal itu. Menyukai seseorang adalah hal yang alami dan menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ketika usia beranjak dewasa, saya merasa hal itu tidaklah terlalu menyenangkan. Saya merasa keterikatan seperti itu membuat saya tidak merdeka. Apakah perasaan rindu benar-benar menyenangkan?<br />
Tidak mengertikah Anda bagaimana rasanya ketika Anda memikirkan seseorang namun orang tersebut tidak berada di dekat Anda? Merindukan seseorang sangat membuat frustasi apalagi jika Anda tidak punya kemampuan imajinasi yang kuat. Anda tidak mampu membuat sosok imajiner dari orang yang Anda rindukan dalam pikiran Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itulah saya mulai menyadari bahwa merindukan seseorang bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Keterikatan itu seperti pisau bermata dua. Disatu sisi ia membuat Anda bahagia, di sisi lainnya ia menyiksa Anda dengan perasaan kehilangan seseorang yang penting bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda mungkin berkata jika Anda hidup bersama-sama dengan orang yang Anda cintai maka tidak perlu khawatir berpisah, namun di dunia ini banyak peristiwa tak terduga. Tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan dan oleh karena itu ada resiko dimana perpisahan akan menghampiri kehidupan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang bilang semakin besar rasa cinta semakin sakit juga perasaan kita saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam hubungan kita dengan orang yang kita kasihi. Dan apakah keadaan seperti itu baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin bertambah umur saya, semakin banyak yang saya alami. Orang bilang semakin tua padi, semakin merunduk karena semakin banyak isinya. Begitupun juga dengan semakin banyaknya pengalaman yang saya alami saya merasa lelah dengan semua perasaan itu. Perasaan suka yang bisa dalam sekejap berubah jadi benci, dari benci kemudian menjadi cinta, dari cinta kembali menjadi benci, kemudian perasaan bersalah, kecewa, sedih. Benar-benar sangat melelahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Anda mungkin bertanya-tanya untuk apa kita hidup jika kita tidak berusaha mengejar kebahagiaan. Anda mungkin menuduh saya takut dengan resiko kehidupan dan hanya mau enaknya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda benar-benar menanyakan pertanyaan itu, saya tidak tahu bagaimana harus menjawab.<br />
Namun saya yakin bahwa didunia ini ada jalan lain menuju kebahagiaan tanpa harus diikat oleh kebahagiaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama halnya seperti ketika di masa muda saya punya fisik yang prima, dan otak yang encer. Sekarang saya sama sekali tidak sebaik diri saya yang dulu, namun saya tidak pernah merasa menyesal dengan keadaan saya yang sekarang atau merindukan diri saya yang dulu.<br />
Saya adalah saya yang sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga dengan kebahagiaan, saya berpikir bagaimana saya dapat merasakan kebahagiaan itu dari waktu ke waktu, menikmati setiap momennya tanpa harus memutar ulang kaset kenangan masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingin belajar untuk tidak memaksakan perasaan saya hidup di masa lalu dan hanya menempatkan diri saya di masa sekarang, hidup dari waktu ke waktu tanpa penyesalan ataupun kerinduan akan masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah hal tersebut mungkin?<br />
Selama saya mencoba, harapan itu akan tetap hidup dan waktulah yang menjadi saksi akan hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita semua selalu hidup berbahagia.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F07%2Fketerikatan-dan-kebahagiaan%2F&amp;title=Keterikatan%20dan%20Kebahagiaan" id="wpa2a_12"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Simulasi Cicilan Tetap Kartu Kredit BCA dan Perhitungan Bunga Kartu Kredit Lainnya</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/06/simulasi-cicilan-tetap-kartu-kredit-bca-dan-perhitungan-bunga-kartu-kredit-lainnya/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/06/simulasi-cicilan-tetap-kartu-kredit-bca-dan-perhitungan-bunga-kartu-kredit-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 04:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[BCA]]></category>
		<category><![CDATA[cicilan]]></category>
		<category><![CDATA[cicilan tetap BCA]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit BCA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang ingin memproyeksikan berapa nilai cicilan yang harus Anda bayar dengan cicilan tetap kartu kredit BCA, beberapa waktu lalu saya melakukan sedikit percobaan dengan rumus excel untuk menghitung nilai cicilan yang harus dibayar lewat program cicilan tetap BCA dengan variabel lamanya cicilan (dalam bulan) dan harga barang yang dicicil. Selain itu di bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang ingin memproyeksikan berapa nilai cicilan yang harus Anda bayar dengan cicilan tetap kartu kredit BCA, beberapa waktu lalu saya melakukan sedikit percobaan dengan rumus excel untuk menghitung nilai cicilan yang harus dibayar lewat program cicilan tetap BCA dengan variabel lamanya cicilan (dalam bulan) dan harga barang yang dicicil.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu di bagian bawah juga saya sertakan fungsi untuk menghitung berapa nilai cicilan yang harus dibayar (dengan harga barang yang sama) bila menggunakan cicilan biasa dari kartu kredit BCA atau dari kartu kredit lain dengan suku bunga tertentu. Cukup masukkan persentase bunga dan jumlah bulan, maka secara otomatis Anda akan tahu berapa jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulan agar bisa lunas pada waktu yang ditentukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Spreadsheet untuk menghitung cicilan tersebut bisa dilihat disini : <a title="Simulasi Cicilan Tetap Kartu Kredit BCA" href="https://spreadsheets.google.com/spreadsheet/ccc?key=0AkJQG-Z6d-kGdGxNakhVWDQ2ekhTcmFSZ3UySUxfbXc&amp;hl=en_US&amp;authkey=CNTq7PUM" target="_blank">Simulasi Cicilan Tetap Kartu Kredit BCA</a></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Berguna. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F06%2Fsimulasi-cicilan-tetap-kartu-kredit-bca-dan-perhitungan-bunga-kartu-kredit-lainnya%2F&amp;title=Simulasi%20Cicilan%20Tetap%20Kartu%20Kredit%20BCA%20dan%20Perhitungan%20Bunga%20Kartu%20Kredit%20Lainnya" id="wpa2a_14"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/06/simulasi-cicilan-tetap-kartu-kredit-bca-dan-perhitungan-bunga-kartu-kredit-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Kata-Kata Yang Menginspirasi</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang. *** Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak. *** Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.</p>
<p>***</p>
<p>Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak.</p>
<p>***</p>
<p>Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan.</p>
<p>***</p>
<p>Kebahagiaan ekstrim tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan yang lahir dari kedamaian.</p>
<p>***</p>
<p>Hati yang tenang dan gembira ibarat perahu di sungai yang tenang dan damai. Air yang tenang memupuskan kesedihan yang datang dari dalam diri sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Kadang-kadang ketika kita melihat dan berada di sebuah tempat dan waktu, hati dan pikiran kita terikat oleh tempat dan waktu itu. Orang yang berbahagia tidak diikat oleh tempat dan waktu dan sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang memegang kebahagiaan semu juga turut memegang kesedihan. Ada hal-hal yang hanya terlihat oleh kekinian dan ada hal-hal yang disembunyikan oleh masa depan.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang berbahagia tidak berusaha memegang atau menangkap kebahagiaan. Ia akan terus menerus menjadi sumber kebahagiaan itu sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Seseorang tidak disebut bijak karena bisa melihat dan mencaci kebodohan orang lain. Seseorang yang bijak tidak akan masuk ke dalam perangkap yang sama seperti yang mereka lihat dan temukan dari diri orang lain.</p>
<p>***</p>
<p>Memahami diri sendiri adalah jalan pertama untuk memahami kebenaran lainnya yang lebih luas . Diri sendiri ibarat televisi kecil yang menyiarkan banyak kejadian dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p>***</p>
<p>Sifat yang tenang adalah perisai terkuat dari kepribadian seseorang. Hinaan, ejekan, cemoohan, ancaman lebih seperti bulu angsa yang mencoba menembus kerasnya baja.</p>
<p>***</p>
<p>Menjadi kuat bukan berarti selalu teguh dengan sebuah pandangan atau pendirian. Menjadi fleksibel juga bukan berarti mudah percaya begitu saja dengan sebuah ajaran atau kepercayaan.<br />
Kebijaksanaan seringkali tidak punya bahasa untuk diungkapkan.</p></blockquote>
<p>Lihat juga : <a href="http://www.hardychen.com/2011/01/kutipan-kata-kata-bijak/">Kata-Kata Bijak</a></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F05%2Fkumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi%2F&amp;title=Kumpulan%20Kata-Kata%20Yang%20Menginspirasi" id="wpa2a_16"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Saya Mesti Hidup Dalam Bayang-Bayang Orang Lain?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 02:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seperti apakah diri saya sekarang ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang-orang disekitar saya. Mungkin bukan hanya saya yang dipengaruhi oleh mereka, mungkin saya juga sudah mempengaruhi hidup mereka. Terkadang saya melihat bahwa hidup orang-orang disekitar saya, ada yang hidupnya baik dan ada yang hidupnya sengsara. Saya melihat dan kemudian berpikir, apa yang baik bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seperti apakah diri saya sekarang ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang-orang disekitar saya.<br />
Mungkin bukan hanya saya yang dipengaruhi oleh mereka, mungkin saya juga sudah mempengaruhi hidup mereka.</p>
<p>Terkadang saya melihat bahwa hidup orang-orang disekitar saya, ada yang hidupnya baik dan ada yang hidupnya sengsara.<br />
Saya melihat dan kemudian berpikir, apa yang baik bagi saya dan apa yang tidak baik bagi saya?</p>
<p>Apakah saya ingin menjadi seperti ini atau tidak ingin menjadi seperti itu? Semuanya didasarkan atas pandangan saya terhadap kehidupan orang lain.</p>
<p>Lalu seorang teman berkata, jadilah berbeda karena hanya itu yang membuat kamu ada.<br />
Pernyataannya memang ada benarnya, namun saya tidak bisa percaya seutuhnya.</p>
<p>Pada awalnya saya selalu melihat apa yang dimiliki orang lain, dan saya memutuskan ingin memiliki hal itu juga. Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa saya tidak boleh hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Maka saya memutuskan untuk menjadi orang yang berbeda.</p>
<p>Namun keinginan untuk berbeda itu terkadang berlebihan. Melakukan sesuatu yang selalu berbeda dengan yang dilakukan orang lain kadang bisa merepotkan diri sendiri dan orang lain.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman itulah saya merasa sebagai manusia saya tidak boleh terikat pada hal-hal semacam itu. Saya hendaknya tidak selalu mengikuti trend jika itu tidak bagus, atau sebaliknya keluar dari trend hanya untuk menarik perhatian orang lain.</p>
<p>Tidak ada salahnya menjadi orang yang sederhana.<br />
Justru terkadang bagi orang-orang tertentu lebih sulit berusaha menjadi orang yang sederhana daripada berusaha menjadi seseorang yang luar biasa.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fapakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain%2F&amp;title=Apakah%20Saya%20Mesti%20Hidup%20Dalam%20Bayang-Bayang%20Orang%20Lain%3F" id="wpa2a_18"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/apakah-saya-mesti-hidup-dalam-bayang-bayang-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Saya Adalah Sesuatu Yang Paling Saya Suka</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 04:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya. Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya.</p>
<p>Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka akan menjadi ini atau menjadi seperti itu.</p>
<p>Setelah semua impian-impian itu tercapai apakah artinya pekerjaan telah usai dan kebahagiaan itu tidak akan pernah hilang?<br />
<span id="more-655"></span></p>
<p>Kenyataannya di dunia ini semua berubah.<br />
Semua yang kita miliki sekarang pada saatnya nanti akan kita tinggalkan. Baju-baju yang baru dibeli akan terlihat sangat menawan hari ini namun akan menjadi usang beberapa tahun kemudian.<br />
Kulit yang mulus hari ini juga perlahan-lahan akan menjadi keriput.<br />
Kebahagiaan tanpa henti juga akan membangun rasa bosan, karena mencapai kebahagiaan terkadang sama sulitnya dengan menghargai kebahagiaan tersebut.</p>
<p>Jika semua hal baik yang saya benci ataupun saya suka pada akhirnya akan membuat saya menderita maka hal apakah yang benar-benar akan membuat saya bahagia?</p>
<p>Pada awalnya saya berpikir bahwa segala jenis kebahagiaan ini adalah palsu, dan saya berusaha menolak kenyataan. Namun kenyataannya, baik kebahagiaan ataupun kesengsaraan berada pada koin yang sama di sisi yang berbeda.</p>
<p>Jika saya hanya melihat penderitaan dan mengabaikan sisi sebaliknya yaitu kebahagiaan, maka saya akan merana. Sebaliknya jika saya hanya melihat kebahagiaan dan mengabaikan sisi lainnya, maka saya hanya akan terus bermimpi.</p>
<p>Yang perlu saya lakukan adalah melihat segala hal sebagaimana adanya. Tidak terlarut dalam kesedihan ataupun kegembiraan, dan dengan hati ceria mengarungi lautan kehidupan.<br />
Ada sinar terang mentari pagi, ada juga terik matahari di siang hari, ada badai dan ada hujan, semuanya adalah permainan dalam kehidupan. Jika saya memainkannya dengan benar, tidak panik dan tidak kecewa, tidak benci dan tidak menggantungkan harapan berlebihan, saya akan mengetahui celah dimana saya bisa hidup dengan ceria. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fkelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka%2F&amp;title=Kelemahan%20Saya%20Adalah%20Sesuatu%20Yang%20Paling%20Saya%20Suka" id="wpa2a_20"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

