<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 09:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>36 Strategi Perang &#8211; Strategi 1 : Menipu Surga Untuk Menyebrangi Lautan, 瞒天过海</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/03/36-strategi-perang-strategi-1-menipu-surga-untuk-menyebrangi-lautan-%e7%9e%92%e5%a4%a9%e8%bf%87%e6%b5%b7/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/03/36-strategi-perang-strategi-1-menipu-surga-untuk-menyebrangi-lautan-%e7%9e%92%e5%a4%a9%e8%bf%87%e6%b5%b7/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 10:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/03/36-strategi-perang-strategi-1-menipu-surga-untuk-menyebrangi-lautan-%e7%9e%92%e5%a4%a9%e8%bf%87%e6%b5%b7/</guid>
		<description><![CDATA[Asli: 备周则意怠,常见则不疑.阴 在 阳 之 内, 不在 阳 之 对.太阳, 太阴. Modern: 自认为防备周到,就容易产生麻痹松懈的情绪;平常看惯的就不在怀疑.秘密 蕴藏 在 暴露 的 事物 中, 而 不是 与 暴露 的 事物 相 排斥.所以 那些 公开 的 事物, 也 可以 蕴藏 非常 机密 的 东西. Terjemahan: Ketika seseorang berpikir ia telah melakukan persiapan dengan baik, ia akan cenderung menurunkan penjagaan. Hal-hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Asli:<span style="font-size: medium;"> </span><span style="color: #3366ff;"><span style="font-size: small;">备周则意怠,常见则不疑.阴 在 阳 之 内, 不在 阳 之 对.太阳, 太阴.</span></span><br />
Modern:<span style="font-size: small;"> </span><span style="color: #3366ff;"><span style="font-size: small;">自认为防备周到,就容易产生麻痹松懈的情绪;平常看惯的就不在怀疑.秘密 蕴藏 在 暴露 的 事物 中, 而 不是 与  暴露 的 事物 相 排斥.所以 那些 公开 的 事物, 也 可以 蕴藏 非常 机密 的 东西.</span></span><br />
Terjemahan: Ketika seseorang berpikir ia telah melakukan persiapan dengan baik, ia akan cenderung menurunkan penjagaan. Hal-hal yang biasa kita lihat, kita tidak akan merasa curiga. Rahasia harus disimpan di tempat yang terlihat jelas, dan bukan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sudah terlihat jelas. Dengan cara ini, sesuatu yang terlihat jelas dapat digunakan untuk menyembunyikan rahasia di dalamnya.</p></blockquote>
<p><strong>Ilustrasi </strong></p>
<p>Pada tahun 643 SM, 17 tahun dalam masa pemerintahannya, Kaisar Dinasti Tang, Kaisar Tang Tai Zong diminta untuk mengirim pasukan untuk membantu sebuah negara kecil. Kaisar Tang Tai Zong memutuskan untuk secara pribadi memimpin tentaranya sebanyak 300.000 orang. Pembantu setianya mencoba menghalangi dia dari perjalanan itu karena perjalanan tersebut mengharuskan mereka untuk menyeberangi laut, tapi usaha tersebut tidak berhasil. Namun, Kaisar pada akhirnya membatalkan untuk menyeberangi laut setelah melihat besarnya ombak lautan itu. Ia memanggil rakyatnya untuk memikirkan ide baginya agar dapat menyeberangi laut itu tetapi tidak ada yang dapat menawarkan ide yang baik.<br />
Ketika Kaisar bertanya lagi, seorang pengikut melaporkan bahwa seorang petani tua tapi kaya yang hidup dekat dengan laut itu meminta untuk bertemu dengannya. Orang tua itu menyatakan bahwa ia mampu menyediakan makanan untuk seluruh pasukan, dalam perjalanan mereka melintasi laut. Kaisar mendengar ini merasa senang. Orang tua itu mengundang Kaisar ke rumahnya untuk minum. Kaisar Tang menyetujuinya dengan gembira dan pergi bersama anak buahnya.<br />
Setelah melakukan perjalanan selama beberapa mil, Kaisar dan anak buahnya kemudian dibawa ke tenda besar. Di dalam, tenda itu dihias dengan indah dan ada beberapa pelayan di dalamnya. Disana pesta dimulai dengan anggur, makanan dan musik. Tidak lama setelah itu, Kaisar dan rakyatnya mendengar tiupan angin kencang dan gemuruh gelombang ombak laut. Kaisar mencurigai sesuatu dan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk merobek tenda. Dia kemudian menyadari bahwa mereka tidak berada di rumah orang tua itu tetapi sebenarnya di laut. Dan orang tua itu sebenarnya adalah Xue Ren Gui dalam penyamaran dan dia adalah pencipta strategi ini :&#8217;Menipu Surga Untuk Menyebrangi Lautan.&#8217;</p>
<p>Pembahasan</p>
<p>Dalam cerita ini Kaisar terlalu takut dengan ganasnya ombak lautan. Dalam hal ini, bawahannya &#8211; Xue Ren Gui menyadari hal itu dan menipu kaisar supaya naik ke kapal tanpa disadari oleh sang kaisar sendiri.<br />
Xue Ren Gui memanfaatkan musik untuk menutupi suara laut, da anggur untuk membuat mabuk kaisar sehingga tidak menyadari goyangan kapal hingga akhirnya ombak besar datang dan membuat kaisar tersadar.</p>
<p>Inti dari strategi ini adalah “mencuri” kewaspadaan kaisar. Yaitu dengan melakukan hal yang terlihat biasa/wajar, tentu tidak akan muncul kecurigaan, dan jika tidak ada kecurigaan maka kewaspadaan bisa dicuri sedikit demi sedikit.</p>
<p>Pada dasarnya kita sebagai manusia memiliki banyak kelemahan. Ada banyak hal yang bisa membuat kita mengurangi kewaspadaan kita. Kekayaan, kehormatan, nafsu duniawi, semuanya bisa membutakan pandangan jernih kita. Maka dari itu dengan mengetahui hal ini kita bisa menggunakannya untuk menyerang ataupun bertahan. Dengan memahami hal ini kita bisa mengarahkan orang untuk mengatasi rasa takutnya, juga untuk melindungi diri kita sendiri dari hal-hal yang berpotensi membutakan indra dan kewaspadaan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/03/36-strategi-perang-strategi-1-menipu-surga-untuk-menyebrangi-lautan-%e7%9e%92%e5%a4%a9%e8%bf%87%e6%b5%b7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daily Life Note</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/03/daily-life-notes/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/03/daily-life-notes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 08:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/03/daily-life-notes/</guid>
		<description><![CDATA[25 hari lagi. Rasanya pengen agar waktu cepat berlalu. 25 hari lagi dan tibalah saatnya saya berangkat ke Kuala Lumpur, perjalanan pertama saya ke luar Indonesia. Untuk segala sesuatu yang sifatnya baru pertama kali, tentu ada sedikit perasaan gelisah, excited, senang, campur khawatir. Hmmm.. biasalah human nature. LoL Yah. 25 hari lagi masih lama. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>25 hari lagi. Rasanya pengen agar waktu cepat berlalu.    <br />25 hari lagi dan tibalah saatnya saya berangkat ke Kuala Lumpur, perjalanan pertama saya ke luar Indonesia.</p>
<p>Untuk segala sesuatu yang sifatnya baru pertama kali, tentu ada sedikit perasaan gelisah, excited, senang, campur khawatir. Hmmm.. biasalah human nature. LoL</p>
<p>Yah. 25 hari lagi masih lama. Dan yang namanya menunggu itu benar benar suntuk, membosankan, apalagi kalo nggak ada gawean. Kembali lagi human nature. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> &#160; <br />Rasanya pengen tidur panjannnng biar nggak merasa bosen dan ngantuk kayak sekarang ini (emangnya waktu tidur masih bisa ngantuk? LoL)</p>
<p>Ngomong-ngomong soal tidur, belakangan ini setiap tidur pasti selalu mimpi. Hmm.. mungkin saya ini udah terlalu banyak pikiran, terlalu banyak imajinasi, makanya saban tidur pasti mimpi terus.</p>
<p>Yang bikin keki ya pas tidur itu kok mimpinya gak bisa dikendalikan ya. Kenapa ya bisa bisanya mimpi nginjek tai anjing atau jadi stalker. Bleh mungkin itu memang bakat terpendam saya ya. haha</p>
<p>Dulu sewaktu saya masih rajin mempraktikkan meditasi, mimpi itu bisa dikendalikan, alur ceritanya bisa dirubah, bahkan meski dalam keadaan tidur dan sedang bermimpi, suara orang yang sedang berbicara di dunia nyata pun masih jelas terdengar. Nampaknya memang benar adanya bahwa meditasi itu meningkatkan kesadaran kita dan juga kewaspadaan kita terhadap lingkungan sekitar. Makanya jarang ditemui ada meditator yang suka ling lung, suka lupa naruh benda dan lain sebagainya.</p>
<p>Yah agak nyesal juga sih kenapa dulu sempat berhenti bermeditasi. Sekarang kalo mau mulai lagi rasanya susah banget. Pikiran gak bisa diem, lari sana lari sini persis kek monyet. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu saya sempat bingung apa maksudnya meditasi bisa meningkatkan kesadaran. Emangnya kita sekarang sedang tidak sadar, pingsan, atau hidup di dunia ilusi?   <br />Hmmm sekarang saya mungkin sudah tahu jawabannya. </p>
<p>Mungkin pada dasarnya kita ini memang adalah makhluk tak sadar. Hidup di dunia yang penuh dengan standar standar yang disepakati bersama. Kita sepakat bahwa mencuri itu tidak baik, menolong ibu tua itu baik, dan mengganggu anjing pipis itu adalah perbuatan buruk.</p>
<p>Semua itu hanyalah penilaian kita saja. Sampai disini mungkin bakal ada banyak orang yang bakal salah paham dengan saya. Never mind teruskan saja baca sampai akhir.</p>
<p>So kembali ke topik semua hal itu hanyalah konvensi. baik dan buruk, cantik dan ganteng, kaya dan miskin, terhormat dan tidak terhormat. semuanya ada, tapi semuanya juga tidak benar-benar ada. Bingung? Sama dong kita. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hidup di dunia kita tidak dapat melepaskan diri dari konvensi-konvensi seperti itu. Alam dan segala bentuk kehidupan didalamnya adalah sebuah sistem terpadu. Sistem ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada konvensi-konvensi seperti itu. Dapatkah Anda bayangkan lalu lintas tanpa traffic light?</p>
<p>Tapi masalahnya dengan traffic light sekalipun selalu ada orang yang melanggar. Maka dari itu muncullah yang namanya polisi. Polisi adalah sistem lainnya yang mendukung sistem lain. Dari sinilah muncul polisi, dan dari sini jugalah muncul penjahat. Hal yang sama berlaku untuk orang kaya dan orang miskin, orang cantik dan orang jelek. Semuanya adalah buatan kita sendiri. Sedangkan kita sendiri adalah sebuah sistem yang semi independen. Istilahnya seperti perahu di sungai, kita bisa mengarahkan perahu, namun kita juga harus rela dibawa oleh arus. Sama seperti nasib kita, bisa kita tentukan sendiri, namun juga mendapat pengaruh dari lingkungan kita. </p>
<p>Lalu mungkin Anda bertanya darimana asalnya pengaruh itu. Mengapa kita terlahir disini, di tempat yang tidak menyenangkan, padahal aspirasi kita adalah mencapai tempat yang menyenangkan yang kita sepakati bersama sebagai surga?</p>
<p>Itu semua bisa terjadi karena kekuatan pengaruh dari masa lalu, aspirasi tidak baik yang pernah Anda lakukan dulu yang berbuah di kehidupan ini dan mengganggu perjalanan Anda.</p>
<p>Jika diandaikan seperti perahu tadi, maka Anda adalah nelayan yang telah membawa kapal Anda ke tengah badai, karena ketidaktahuan Anda tentang arah dan karakeristik badai.</p>
<p>Sun Wu pernah berkata mengenali musuh dan diri sendiri, maka Anda akan menang dalam 1000 pertempuran. Hal ini benar adanya. Kenalilah diri Anda dan lingkungan Anda, kenalilah bagaimana kejahatan berkembang dan kebaikan mengalami degradasi. Ketahuilah akar penyebab segala penderitaan Anda, dengan demikian Anda bisa mencabut akar itu dan melepaskannya dari diri Anda.</p>
<p>Hoahhhmmmm zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/03/daily-life-notes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sad Ending&#8230; Bisakah Anda Menerima Kenyataan ?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/</guid>
		<description><![CDATA[Oh Damn God Damn Shit !!  Itulah kata-kata yang selalu berdengung di kepala saya sehabis menonton film/drama yang endingnya buruk. Benar sangat buruk karena perasaan saya menjadi sangat tidak enak sehabis menonton film tersebut. Dalam hati, saya benar benar membenci film itu dan juga diri sendiri. Mengapa hanya sebuah film &#8211; bukan kenyataan, sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Oh Damn God Damn Shit !!  Itulah kata-kata yang selalu berdengung di kepala saya sehabis menonton film/drama yang endingnya buruk. Benar sangat buruk karena perasaan saya menjadi sangat tidak enak sehabis menonton film tersebut.</p>
<p align="justify">Dalam hati, saya benar benar membenci film itu dan juga diri sendiri. Mengapa hanya sebuah film &#8211; bukan kenyataan, sudah bisa menghancurkan hati saya sampai berkeping keping?</p>
<p align="justify">Kebanyakan orang tentu tidak suka dengan ending yang tragis. Namun ada beberapa orang justru senang. Sepertinya memainkan perasaan sendiri adalah pekerjaan yang begitu menyenangkan, huh?</p>
<p align="justify">Hidup itu tidak selalu seindah yang kita kira, dan juga tidak selalu sejelek yang kita kira. Kenyataannya adalah hidup ini ada senang, ada sedih, juga ada bosan. Namun tidak semua orang dapat menerima kenyataan itu, sehingga pada akhirnya malah menyiksa diri sendiri.</p>
<p>Alkisah, ada seorang pria yang memiliki seorang kekasih yang amat dicintainya. Mereka berdua saling mencintai satu sama lain, namun pemikiran mereka sama sekali berbeda.   <br />Sang pria menyadari bahwa cinta sangatlah indah namun sewaktu waktu dapat berubah menjadi racun, karena tidak ada hal yang abadi di dunia ini, termasuk cinta itu sendiri. Sedangkan sang wanita sama sekali tidak memiliki pemikiran itu. Sang wanita selalu berpikir optimis bahwa semuanya akan selalu indah seperti hari ini, selamanya</p>
<p align="justify">Suatu hari, sang pria mengalami sakit parah dan nyawanya sudah diujung tanduk. Peluangnya untuk bertahan hidup sangatlah tipis. Disisa waktu hidupnya yang semakin menipis, ia berpesan kepada kekasihnya agar tetap dapat melanjutkan hidup dengan baik, jangan bersedih terlalu lama dan berharap agar ia dapat menjaga dirinya sendiri dengan baik. Namun kekasihnya yang selalu berpikir optimis kali ini tidak lagi optimis dengan peluang kesembuhan kekasihnya. Ia merasa sangat sedih dan hatinya hancur berkeping keping. Setiap hari ia hanya bisa menangis dan meratapi nasib kekasihnya.</p>
<p align="justify">Sang pria yang melihat keadaan seperti ini merasa sangat kasihan kepada kekasihnya dan karena rasa cintanya yang besar terhadap kekasihnya ia bertekad untuk sembuh, separah apapun keadaannya saat ini.</p>
<p>Karena tekadnya yang kuat itu telah menguasai seluruh tubuhnya, berangsur angsur tubuhnya mulai pulih dan akhirnya ia sembuh total.   <br />Semenjak itu ia bertekad tidak akan mati mendahului kekasihnya karena rasa belas kasihnya yang besar terhadap kekasihnya.     <br />Ditinggalkan lebih menyakitkan dibanding meninggalkan, bukan?</p>
<p>Dari cerita ini kita sudah dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya pikiran kita tidaklah benar benar bebas.    <br />Kita dikuasai oleh kebahagiaan kita dan penderitaan kita. Kitalah yang tidak melepaskan diri dari jeratan yang kita buat sendiri. Kehancuran ataupun kelanjutan/keberlangsungan kebahagiaan kita ditentukan oleh faktor-faktor yang sifatnya tidak pasti. Dengan demikianlah kita jatuh ke kolam lumpur dan/atau terbang ke langit ke 7.</p>
<p align="justify">Oleh karena itulah, jika kita tidak ingin menderita, tidak ingin dilempar kesana kemari, kita harus mampu menerima kenyataan. Apapun yang akan pergi biarkanlah pergi, apapun yang akan datang biarlah datang namun begitu, jangan selalu menyerahkan semuanya kepada nasib. Apa yang masih bisa diperjuangkan, maka perjuangkanlah. Apa yang sudah tidak mungkin diperjuangkan, maka lepaskanlah.</p>
<p align="justify">Semoga semua makhluk mampu menemukan kebahagiaannya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aktivitas di Akhir Pekan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/10/aktivitas-di-akhir-pekan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/10/aktivitas-di-akhir-pekan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Haiiii&#8230; Hari Senin, 26 Oktober 2009 adalah saatnya kembali bekerja. Awal pekan telah tiba dan akhir pekan baru saja lewat. Masih 5 hari lagi harus dilewati sebelum bisa merasakan hari hari tenang di akhir pekan [lagi]. Btw, saya sangat penasaran dengan kisah akhir pekan Anda sekalian, apakah menyenangkan, menyedihkan, atau membosankan ?!? Akhir pekan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Haiiii&#8230; Hari Senin, 26 Oktober 2009 adalah saatnya kembali bekerja. Awal pekan telah tiba dan akhir pekan baru saja lewat. Masih 5 hari lagi harus dilewati sebelum bisa merasakan hari hari tenang di akhir pekan [lagi].</p>
<p style="text-align: justify;">Btw, saya sangat penasaran dengan kisah akhir pekan Anda sekalian, apakah menyenangkan, menyedihkan, atau membosankan ?!?</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir pekan yang lalu bagi saya tidak terlalu membosankan; ada hal-hal yang menyenangkan juga ada hal-hal yang menyedihkan. Lalu, apa saja yang saya lakukan di rumah?<br />
Jawabannya adalah : duduk, menyilangkan kaki, sambil nonton film seri the proud twins. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Saya lupa, entah berapa lama sejak terakhir kalinya saya menonton film seri karena DVD-ROM saya yang rusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmmm&#8230;.mungkin bagi sebagian orang hanya duduk bersantai nonton di rumah sendirian sepanjang hari adalah kegiatan yang membosankan. Tapi tidak bagi saya, karena bagi saya menonton film itu sama seperti mempelajari dan mengobservasi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak terlalu menggemari film yang selalu membuat penontonnya merasa sedih. Tapi film the proud twins ini ternyata adalah tipe film semacam itu. Hmmmm&#8230; benar benar tidak menyangka, karena jika seandainya saya tahu bahwa ini adalah film sedih, mungkin saya akan menimbang ulang sebelum membeli film ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah&#8230;meskipun nggak begitu suka, namun rasanya juga nggak terlalu menyesal.<br />
Meskipun film ini banyak sedihnya, tapi juga terdapat banyak kegembiraan di dalamnya. Melihat bagaimana <span style="color: #00ccff;"><strong><em><span style="color: #339966;">gembira dan sedih datang dan pergi silih berganti</span></em></strong></span>&#8230; saya merasa film ini lebih mendekati realitas kehidupan manusia yang sebenarnya.<br />
Coba saja pikirkan, jika kita tidak mengenal air mata, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan penderitaan dalam arti yang sesungguhnya, dan jika kita tidak mengenal senyum, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dalam arti sesungguhnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Karena film ini, satu waktu saya dibuat tersenyum, tertawa dan di waktu lainnya saya dibuat menangis. Teman teman saya bilang tertawa sendiri, menangis sendiri persis orgil (orang gila). <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Perubahan kondisi mental yang terjadi secara cepat membuat saya menyadari bahwa <span style="font-size: medium;"><span style="color: #00ccff;"><strong><span style="color: #339966;">kebahagiaan memberi makan kehidupan, kehidupan memberi makan penderitaan, dan penderitaan memberi makan kebahagiaan</span></strong></span></span>. Siklus seperti ini rasanya tidak akan pernah berhenti.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, secara keseluruhan, apa yang dapat saya simpulkan&#8230; <span style="color: #ff0000;"><strong><em>apakah hidup ini bisa dibilang menyedihkan, menyenangkan, atau tidak menyedihkan dan tidak menyenangkan?</em></strong></span><br />
Apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini?<br />
Saya untuk saat ini masih belum menemukan jawaban yang pas&#8230; oleh karena itu untuk sementara pertanyaan ini tidak perlu dijawab dulu. Saya yakin suatu saat nanti saya akan menemukan jawabannya. hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmmm&#8230; waktu sudah siang, sudah waktunya untuk kembali bekerja. TETAP SEMANGAT !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/10/aktivitas-di-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Ketika Dicela Tidak Menjadi Marah (9)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/08/nuansa-hidup-ketika-dicela-tidak-menjadi-marah-9/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/08/nuansa-hidup-ketika-dicela-tidak-menjadi-marah-9/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 09:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Buddha bersabda, O, Athula. Bukan hanya sekarang mereka mencela orang yang banyak bicara. Mereka juga mencela orang yang sedikit bicara. Begitu juga mereka mencela orang yang tidak bicara. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang tidak dicela. Kita harus menahan ego dan tidak menghujani orang yang mengkritik kita dengan kebencian. Jangan menganggap musuh pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buddha bersabda, <em>O, Athula. Bukan hanya sekarang mereka mencela orang yang banyak bicara. Mereka juga mencela orang yang sedikit bicara. Begitu juga mereka mencela orang yang tidak bicara. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang tidak dicela</em>.<br />
Kita harus menahan ego dan tidak menghujani orang yang mengkritik kita dengan kebencian. Jangan menganggap musuh pada orang yang tidak sependapat dengan kita. Kritikan dapat membawa kemajuan. Kita tidak hanya belajar dari teman, namun juga dari mereka yang mengkritik kita.<br />
Mereka mungkin benar. Jika kita tidak mendengarkan apa yang mereka katakan, kita mungkin melepaskan kesempatan untuk belajar. Jadilah seperti seekor gajah di medan perang, bertahan terhadap rasa sakit karena anak panah. Kita juga bisa menahan celaan dari orang lain dan mencapai kedamaian dengan kesabaran.</p>
<p>Pada suatu kesempatan, Buddha diundang oleh seorang brahmana untuk menerima persembahan makanan di rumahnya. Bersama dengan rombongan para bhikkhu, Buddha mengunjungi rumah brahmana tersebut. Setibanya di tempat tujuan, brahmana tersebut bukannya mempersembahkan makanan kepada Buddha dan para bhikkhu, ia malah mencaci maki Buddha dengan kata-kata kasar.</p>
<p>Dengan tenang Buddha bertanya kepada brahmana tersebut, <em>Apakah tamu-tamu mengunjungi rumahmu O brahmana?</em></p>
<p><em>Ya</em>, jawab brahmana.</p>
<p><em>Apa yang engkau lakukan ketika para tamu hadir?</em></p>
<p><em>Saya akan menyiapkan jamuan yang istimewa.</em></p>
<p><em>Jika mereka tidak makan, apa yang engkau lakukan atas hidangan yang telah disiapkan?</em></p>
<p><em>Wah, dengan senang hati saya akan makan sendiri hidangan tersebut.</em></p>
<p><em>Demikianlah O brahmana, engkau telah mengundang Bhagava dan engkau telah menjamu Bhagava dengan caci maki. Bhagava tidak menerimanya. Semua itu akan kembali kepadamu.</em><br />
Buddha mengatakan <em>Jika seseorang mencaci maki seorang suci dengan kata-kata yang tidak pantas, maka semua keburukan itu akan kembali kepadanya. Ini bagaikan melempar debu berlawanan dengan angin dan debu tersebut akan mengenai wajahnya sendiri. Atau bagaikan seseorang yang meludah keatas dan ludah tersebut akan jatuh mengenai wajahnya sendiri.</em></p>
<p>Ada sebuah syair yang berbunyi, <em>Bunga yang mekar siap menerima embun yang jatuh dengan lembut dan tahan dengan hujan yang deras. Sama halnya ketika kita ditegur dengan cara yang halus atau keras, kita mesti tegar.</em></p>
<p>Orang yang mau mendengar kritikan dan memperbaiki kesalahan adalah seorang satria yang memiliki kebesaran jiwa untuk kemajuan dirinya dan yang lain.</p>
<p>Seperti Yang Mulia Dalai Lama katakan, Dari pengalaman saya sendiri, masa yang paling sulit dalam hidup ini merupakan masa yang paling menghasilkan pengetahuan dan pengalaman.&#8221; Jika Anda hanya menjalani segala sesuatunya dengan mudah, Anda akan merasa Semuanya baik baik saja. Hingga pada suatu hari ketika Anda menghadapi masalah, Anda merasa tertekan dan tidak berdaya. Melalui masa masa sulit Anda dapat belajar, dapat mengembangkan kekuatan di dalam diri, pengendalian diri, dan keberanian untuk menghadapi masalah. Siapa yang memberimu kesempatan seperti ini? Musuhmu.</p>
<p>Untuk mengembangkan benih belas kasih, kita mesti memiliki toleransi dan kesabaran. Dalam rangka melatih toleransi ini, musuh kita adalah guru terbaik. Karena musuh dapat mengajarkan kita toleransi, yang tidak dapat diajarkan oleh guru dan orangtua kita. Jadi untuk melatih toleransi, seorang musuh sungguh sangat menolong  mereka adalah kawan dan guru yang terbaik.</p>
<p><strong>Dikutip dari buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/08/nuansa-hidup-ketika-dicela-tidak-menjadi-marah-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Ciri Orang Bijak (7)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 02:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Siladitya adalah seorang pemuda daerah yang menjadi aktivis di sebuah vihara kecil dan sederhana. Dalam hubungannya dengan teman-teman sesama aktivis, ia sangat disenangi dan dikagumi. Bukan karena penampilannya yang tampan, tetapi lebih dikarenakan adanya keindahan dalam dirinya. Keindahan apakah yang dimilikinya hingga membuat teman-teman menyenanginya? Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja, ia hanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Siladitya adalah seorang pemuda daerah yang menjadi aktivis di sebuah vihara kecil dan sederhana. Dalam hubungannya dengan teman-teman sesama aktivis, ia sangat disenangi dan dikagumi. Bukan karena penampilannya yang tampan, tetapi lebih dikarenakan adanya keindahan dalam dirinya.<br />
Keindahan apakah yang dimilikinya hingga membuat teman-teman menyenanginya?<br />
Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja, ia hanyalah seorang yang periang, rendah hati, suka menolong dan tidak merendahkan yang lain.<br />
Kehadirannya dalam setiap pertemuan menambah semangat dan kegembiraan tersendiri bagi teman-teman lainnya. Ia telah menjadi figur ideal bagi teman-temannya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Seperti yang Buddha sabdakan di hutan Jeta dekat kota Savatthi kepada seorang perumah tangga mengenai ciri orang bijak. Pada waktu itu Buddha bersabda, &#8220;O, perumah tangga, seseorang dikatakan bijak bila ia memiliki empat ciri. Apakah keempat ciri tersebut? Dalam hal ini, ketika ia dipuji orang lain, ia tidak menjadi sombong; begitu juga ketika ia mendapat celaan dari yang lain, ia tidak menjadi marah; ia memuji dengan tulus perbuatan baik orang lain. Dan yang terakhir, ketika ia mengetahui kesalahan orang lain, ia ragu akan hal itu. Inilah empat ciri orang bijak.&#8221;</p>
<p><strong>Dikutip dari buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Can you just sit?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/04/can-you-just-sit/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/04/can-you-just-sit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 05:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[No I can&#8217;t. Of, course it would be very relaxed when you just sit, empty your mind, and enjoy the peacefulness. But this is not the time to do that. We&#8217;re still young. We&#8217;re still have lot to do. Not to say that we have to be workaholic, but just fill the empty space which [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>No I can&#8217;t.</p>
<p>Of, course it would be very relaxed when you just sit, empty your mind, and enjoy the peacefulness. But this is not the time to do that.</p>
<p>We&#8217;re still young.</p>
<p>We&#8217;re still have lot to do. Not to say that we have to be workaholic, but just fill the empty space which can be more useful for our own.</p>
<p>If we&#8217;re just sitting, not doing anything except waiting for the shinigami picking us, then what&#8217;s seperated us from pigs which only know eat and sleep.</p>
<p>It&#8217;s a lot of things we need to care. We&#8217;re living in a cubicle, not physically, but in your mind. Sometimes we need to enlarge to cubicle, or if you ready, you don&#8217;t need any cubicle.</p>
<p>Haizz&#8230; I don&#8217;t know how&#8217;s the best way to explain this. My mind is stuck and my language is a mess.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/04/can-you-just-sit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Aku</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/02/cerita-tentang-aku/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/02/cerita-tentang-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 01:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Seseorang yang tidak bisa disakiti secara mental adalah seseorang yang tanpa keakuan (ego). Karena tidak ada ego, maka tidak ada yang bisa disakiti&#8221; Karena ego, kita merasa sakit saat kita dikecewakan. Karena ego, kita merasa sakit saat kita kehilangan. Karena ego, mungkin kita bisa berbalik menyakiti orang lain. Karena ego, kadang-kadang kita menjadi menyakiti diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Seseorang yang tidak bisa disakiti secara mental adalah seseorang yang tanpa keakuan (ego). Karena tidak ada ego, maka tidak ada yang bisa disakiti&#8221;</p>
<p>Karena ego, kita merasa sakit saat kita dikecewakan.<br />
Karena ego, kita merasa sakit saat kita kehilangan.<br />
Karena ego, mungkin kita bisa berbalik menyakiti orang lain.<br />
Karena ego, kadang-kadang kita menjadi menyakiti diri sendiri dan orang lain.<br />
Karena ego, maka ada yang disebut &#8216;pengorbanan&#8217;, berguna ataupun tidak berguna.</p>
<p>Lalu apakah harus melepaskan ego?<br />
Apakah harus melepaskan semuanya begitu saja?<br />
<span id="more-152"></span></p>
<p>Hidup penuh pertimbangan.<br />
Mungkin hanya untuk sebuah jawaban &#8220;Ya !!!&#8221;, butuh lebih dari seribu kali pertimbangan.<br />
Itu karena adanya rasa takut yang terus menerus menghantui.</p>
<p>Terkadang rasa takut itu muncul hanya sesaat dan kemudian pergi.<br />
Rasa takut itu datang dan pergi semaunya.<br />
Meskipun hati ini sangat tenang, namun sesekali tetesan air jatuh dan membuat riak riak kecil di atas air.</p>
<p>Ini adalah sebuah bentuk peringatan.</p>
<p>Terkadang setelah berjalan sangat jauh, ada hal-hal kecil yang terlupakan.<br />
Bahkan karena hal-hal kecil itu, perjalanan jauh bisa jadi sia-sia.</p>
<p>Hal itulah yang mengundang rasa takut itu muncul dalam diriku, sesekali datang dengan frekwensi yang tidak teratur.</p>
<p>Rasa takut itu datang bukan dari tempat yang jauh, namun datang dari sebuah tempat di dalam diri sendiri yang selama ini adalah merupakan daerah abu abu.. daerah sudah lama tak dijamah dan yang telah ditelantarkan sekian lama. Daerah yang penuh dengan pengalaman buruk dan penderitaan yang menyakitkan hati.</p>
<p>Mungkin kebahagiaan saat ini datang karena aku sudah mengabaikan &#8216;daerah&#8217; tersebut. Mungkin apa yang selama ini kurasakan sebagai &#8216;melepaskan&#8217; hanyalah topeng atau bentuk lain yang lebih canggih dari &#8216;mengingkari&#8217;. Mungkin inilah yang disebut ketidaktulusan yang tidak terlihat.</p>
<p>Jika saja tidak ada event yang memicu datangnya rasa takut ini, mungkin aku tidak akan menyadari ini semua.</p>
<p>Yah&#8230; saat ini aku merasa baik baik saja.<br />
Namun setelah rasa takut itu datang untuk pertama kalinya, dan terus menerus datang dengan intensitas yang semakin kuat, aku merasa aku harus menemukan jawabannya. Aku harus menemukan jalan keluarnya.</p>
<p>Kemudian pertanyaan demi pertanyaan mulai bergulir.<br />
Aku terpaksa menghentikan perjalananku untuk sementara waktu, menghabiskan waktu untuk berpikir dan lebih banyak mendengarkan dan menyimak pendapat dan pengalaman orang lain. Meskipun tidak bertanya, namun aku terus mengamati keadaan dan pengalaman orang lain. Aku terus berusaha mencari sebuah jalan keluar.<br />
Apa yang kupelajari dari luar nantinya akan menjadi variabel input bagiku untuk menemukan jalan/jawaban di dalam diriku sendiri.</p>
<p>Namun suatu hari, sesuatu yang tidak kukenal yang datang entah dari mana, datang untuk memperingatkan aku. Ia mengatakan padaku bahwa aku harus melanjutkan perjalananku, terlepas dari berhasil tidaknya aku menemukan jawaban dari dalam diri sendiri. Waktunya sudah dekat, aku tidak boleh hanya berdiam diri disini dan terus menerus mengasihani diri sendiri.</p>
<p>Mengasihani diri sendiri??? Benarkah???<br />
Apakah aku memang sedang mengasihani diri sendiri???</p>
<p>Karena pendapat itu datang dari tempat lain, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja, karena terkadang pihak lain bisa melihat diri kita secara lebih jelas, apa adanya.</p>
<p>Aku terus berpikir dan berpikir, namun tetap belum berjalan sedikit pun.<br />
Kemudian sesuatu itu berkata lagi, &#8220;Jika kamu tidak cepat berjalan dan pergi dari tempat ini, ketakutan yang selama ini menghantuimu akan datang lagi dan mewujudkan diri menjadi kenyataan. Menghancurkanmu berlipat lipat dari sebelumnya dan yang paling buruk: meskipun kamu menang, namun dengan cara yang salah maka kamu akan mendapatkan berkah kekuatan negatif yang akan merubahmu menjadi setan, yang pada akhirnya akan membuat orang orang disekitarmu menderita !!! Ini sama saja dengan kalah !!! Dan seandainya kamu tidak &#8216;menang&#8217; dan tidak &#8216;kalah&#8217;, kamu akan memulai perjalanan dari awal lagi.&#8221;</p>
<p>Aku hanya terdiam&#8230; aku tidak berkata apapun padanya.<br />
Namun dalam hati aku tahu apa yang dikatakannya mempunyai potensi untuk menjadi kenyataan.<br />
Jika memang aku tidak siap pada waktunya, maka biarkanlah aku hancur berkeping keping.<br />
Bahkan jika aku harus menjadi setan sekalipun, yang menghancurkan hidup orang banyak, biarkanlah aku menjadi terkutuk dan dikirim ke neraka selamanya.<br />
Aku lelah terus berlari. Aku hanya ingin menang atau sebaliknya dikalahkan. Ini adalah pilihan hidupku.</p>
<p>Kemudian sesuatu itupun pergi, dengan penuh rasa jengkel.<br />
Mungkin karena aku telah mengecewakan dia.<br />
Namun aku tidak menyesal dengan jawabanku, aku ingin terus tersenyum seperti ini. Aku harus terus bertahan.</p>
<p>Melihat kejengkelan yang timbul dari &#8216;sesuatu&#8217; itu, aku pun mulai berspekulasi tentang siapakah &#8216;sesuatu&#8217; itu?<br />
Mengapa ia harus merasa jengkel, mengapa ia begitu peduli, dan mengapa ia datang, padahal aku tidak mengundangnya. Mungkin dia adalah rasa takut itu sendiri yang datang dalam bentuk lain, mencoba mempengaruhi diriku untuk terus menerus melarikan diri darinya.<br />
Mungkin ia melakukan itu untuk mempertahankan eksistensi dirinya sendiri, karena pada saat kondisi terakhir terjadi : aku menang ataupun aku kalah, rasa takut itu takut akan mati, dan menghilang.</p>
<p>Namun sebenarnya dalam pandanganku rasa takut tidak akan hilang, ia hanya akan kehilangan sebagian besar kekuatannya.<br />
Rasa takut telah dimakan oleh kekuatannya sendiri. Namun aku berterima kasih pada rasa takut itu, karena berkat dialah aku menemukan hal lainnya yang akan menjadi tambahan kekuatan bagiku yaitu : Kepercayaan terhadap diri sendiri.</p>
<p>Meskipun aku tidak tahu apakah modalku sudah cukup, namun aku tetap akan menghadapinya.<br />
Aku akan mulai menghidupkan kendaraanku, melanjutkan perjalananku, namun tidak untuk menghindari rasa takut itu.<br />
Jika dia memang harus datang, maka datanglah. Aku akan menerimanya dengan tangan terbuka lebar, tidak untuk mengalah namun untuk menerimanya dengan kasih dan kehangatan. Aku berharap suatu saat disaat aku &#8216;menang&#8217;, rasa takut itu akan mengganti bajunya dan melebur kedalam diriku. Rasa takut itu sebenarnya adalah bagian dari diriku yang telah kupisahkan dan kuasingkan di tempat yang jauh, padahal tempatnya adalah bersama diriku, disini saat ini juga. Aku baru menyadarinya, dan sekarang karena aku telah bersalah, aku bertanggung jawab untuk mengambilnya kembali, dan membersihkan semua noda yang telah membuatnya menjadi rasa takut yang mengerikan seperti sekarang.</p>
<p>Aku tidak tahu apakah aku akan &#8216;menang&#8217;, atau &#8216;menangis&#8217;, ataupun tidak menang tidak kalah.<br />
Aku akan berusaha, sementara itu aku akan terus belajar, belajar dari orang lain, belajar dari hal-hal yang baik ataupun hal-hal yang buruk.</p>
<p>~~~</p>
<p>Semakin dekat aku dengan rasa sakit, semakin dekat aku dengan rasa kecewa, semakin dekat aku dengan kemarahan, kebencian, kegelisahan dan segala hal yang aku takuti, asalkan aku terus berusaha menjaga kesadaranku maka aku bisa semakin mengenali mereka, bagaimana cara kerja mereka, dan bagaimana mengatasi mereka. Semoga aku bisa tetap bertahan dengan kesadaranku. Aku meletakkan satu tanganku pada keteguhan diriku sendiri, dan satu tanganku yang lain pada keluarga, dan teman temanku. Dengan cara demikianlah aku berusaha tetap teguh untuk menjaga kesadaranku.</p>
<p>Aku berharap suatu saat nanti aku bisa mencintai seseorang seperti apa yang aku inginkan : tanpa penguasaan, tanpa penghakiman, tanpa pamrih, tanpa kecemburuan, tanpa kecurigaan. Murni berlandaskan keinginan untuk membahagiakan satu sama lain, pengertian, kepercayaan, kejujuran dan ketulusan. Jika hal tersebut tidak dapat berjalan dalam hubungan timbal balik, maka biarkanlah ia berjalan satu arah, sampai saatnya tiba dimana hal tersebut berakhir karena termakan usia/waktu ataupun kejadian. Dengan demikian aku tidak akan menyakiti diri sendiri,karena sudah tidak ada yang bisa disakiti dan memberi usaha maksimal untuk tidak menyakiti orang yang kukasihi.</p>
<p>Sampai saatnya tiba, aku tidak boleh menyerah. Aku harus tetap berusaha. Oleh karena itu aku harus TETAP SEMANGAT !!!<br />
Semoga kita semua menemukan jalan kita. Semoga semua makhluk berbahagia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/02/cerita-tentang-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jing Jing De</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2008/09/jing-jing-de/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2008/09/jing-jing-de/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 14:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[song lyrics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Song Title: ??? Jing Jing De Silently (SILENCE OST: Opening Theme Song) Artist: ??? Harlem Yu/Yu Cheng Qing ??????? Kong qi li duo zhe shen me Whats hidden in the air? ??????? You dian lang man de xin dong Theres a hint of romantic feeling ????? Wo tou tou kan ni Im looking at you [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Song Title: ???<br />
Jing Jing De<br />
Silently<br />
(SILENCE OST: Opening Theme Song)</p>
<p>Artist: ???<br />
Harlem Yu/Yu Cheng Qing</p>
<p>???????<br />
Kong qi li duo zhe shen me<br />
Whats hidden in the air?</p>
<p>???????<br />
You dian lang man de xin dong<br />
Theres a hint of romantic feeling</p>
<p>?????<br />
Wo tou tou kan ni<br />
Im looking at you secretly</p>
<p>??????<br />
Ni ye tou tou kan wo<br />
Youre also secretly looking at me</p>
<p>???????<br />
Shi jie shang duo le shen me<br />
Seems like the worlds getting something more</p>
<p>???????<br />
Hao xiang bian de hen bu tong<br />
It doesnt feel the same anymore</p>
<p>?????<br />
Zhan zai ni shen bian<br />
Standing by your side</p>
<p>???????<br />
Zhe yi qie dou hao kuan kuo<br />
All become so much bigger</p>
<p>??????<br />
Wo hai zai deng zhe ni<br />
Im still waiting for you</p>
<p>?????<br />
Jing jing de ai wo<br />
To love me silently</p>
<p>??????<br />
Zhi yao you ni pei wo<br />
So long as youre by my side</p>
<p>??????<br />
Jing jing de jiu zu gou<br />
Silently is good enough<br />
??????<br />
Ni ye zai deng zhe wo<br />
Youre also waiting for</p>
<p>?????<br />
Jing jing de wen rou<br />
My silent tenderness</p>
<p>??????<br />
Jiu zhe yang shou qian shou<br />
Holding hands like this</p>
<p>???????<br />
Jing jing de kan zhe tian kong<br />
Silently gazing at the sky</p>
<p>???????<br />
Xin li mian cang zhe shen me<br />
Whats hidden inside this heart?</p>
<p>???????<br />
Ni zhi xiang yao rang wo dong<br />
You are only trying to let me understand</p>
<p>?????<br />
Yuan lai wo de meng<br />
It turns out that my dream</p>
<p>??????<br />
Ye jiu shi ni de meng<br />
Is also yours</p>
<p>?<br />
Wo~<br />
Oh~</p>
<p>???????<br />
Zhi tiao shang xie le shen me<br />
Whats written on this piece of paper?</p>
<p>???????<br />
Wo hao xiang yao ting ni shuo<br />
How I wish I could hear you say</p>
<p>?????<br />
Rang zi zi ju ju<br />
Let every word, every sentence</p>
<p>???????<br />
Chong man wo men de xiao rong<br />
Is filled with our smiles</p>
<p>??????????????<br />
Yong yuan yao ji de na tian bi ci xu xia de cheng nuo<br />
Forever we shall remember of the promise we made to each other on that day</p>
<p>???????<br />
Shun jian dian liang de huo hua<br />
That sudden, bright spark</p>
<p>??????<br />
Shi wo men de yong you<br />
Belongs to us</p>
<p>??????<br />
Jing jing de shou qian shou<br />
Holding hands silently</p>
<p>??????<br />
Shi zui jian dan de meng<br />
Is the simplest dream</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2008/09/jing-jing-de/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Dicintai atau Mencintai ?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2008/07/apakah-anda-dicintai-atau-mencintai/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2008/07/apakah-anda-dicintai-atau-mencintai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 03:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang benar benar mencintai kamu tidak berusaha menunjukkan rasa cintanya kepada kamu. Orang yang benar benar mencintai kamu selalu membantumu tanpa kamu sadari. Orang yang benar benar mencintai kamu ingin kamu hidup bahagia meskipun dia tahu suatu saat nanti kamu akan pergi dan meninggalkan dia. Orang yang benar benar mencintai kamu benar benar ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu tidak berusaha menunjukkan rasa cintanya kepada kamu.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu selalu membantumu tanpa kamu sadari.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;"><span id="more-50"></span>Orang yang benar benar mencintai kamu ingin kamu hidup bahagia meskipun dia tahu suatu saat nanti kamu akan pergi dan meninggalkan dia.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu benar benar ingin mencintai, lebih besar hasratnya daripada sekedar dicintai.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu tidak terus menerus mengingat pujian yang kamu berikan, tapi sangat waspada dan berusaha menginstropeksi diri jika kamu memberikan kritikan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu punya kesabaran yang sangat tinggi, jika ia sampai meninggalkanmu maka itu hanya untuk membiarkanmu berpikir sendiri mengenai kesalahan-kesalahanmu. Dan ketika kamu sudah sadar dan memperbaiki sifatmu dia akan dengan mudah memaafkanmu.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: medium;">Orang yang benar benar mencintai kamu tidak berusaha memaksakan kehendaknya kepadamu. Dia kebanyakan hanya memberi saran dan jika ia sampai memaksamu, itu berarti dia melihat bahaya yang besar meliputimu.</span></li>
</ul>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><strong>Apakah kamu mempunyai seseorang yang benar benar sangat mencintai kamu ?</strong></span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;">Atau <strong></strong></span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><strong>A</strong></span><span style="font-size: medium;"><strong>pakah kamu adalah orang yang benar benar sangat mencintai seseorang ?</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2008/07/apakah-anda-dicintai-atau-mencintai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
