<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 07:32:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>So, where do we start?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/02/so-where-do-we-start/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/02/so-where-do-we-start/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[chinese new year]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/02/so-where-do-we-start/</guid>
		<description><![CDATA[Hola… New chinese year finally come.   This is a year of Tiger. Tiger is a fierce animal, but in this year somehow tiger will make friends with piggies. Good news!
But you always know that the pig is always lazy. Even if you give them a plate of delicious cakes, maybe they are reluctant [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hola… New chinese year finally come.   <br />This is a year of Tiger. Tiger is a fierce animal, but in this year somehow tiger will make friends with piggies. Good news!</p>
<p>But you always know that the pig is always lazy. Even if you give them a plate of delicious cakes, maybe they are reluctant to walk for a few meter to get the food.</p>
<p>The same happens to me. Sigh… Maybe I’m already overslept these recent days.   <br />The job is on waiting list. First, I need to complete my ebook about meditation. Then I have to finish my translation service website. It’s a lot of work of course. But it can’t be helped.</p>
<p>You must work diligently in order to achieve what you want in life, right?   <br />No need to say, I’m sure that most of you will agree on what I said.</p>
<p>But, why… Why do my eyes can’t kept open in daytime. I’m half aware.</p>
<p>Maybe I’m lack of motivation. That’s why I need to sort out my priorities and the objectives, the goals I want to obtain in near future.</p>
<p>Work.. work… work… work… Sigh… Ganbatte !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/02/so-where-do-we-start/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sad Ending&#8230; Bisakah Anda Menerima Kenyataan ?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/</guid>
		<description><![CDATA[Oh… Damn… God Damn Shit !! – Itulah kata-kata yang selalu berdengung di kepala saya sehabis menonton film/drama yang endingnya buruk. Benar sangat buruk karena perasaan saya menjadi sangat tidak enak sehabis menonton film tersebut.
Dalam hati, saya benar benar membenci film itu dan juga diri sendiri. Mengapa hanya sebuah film &#8211; bukan kenyataan, sudah bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Oh… Damn… God Damn Shit !! – Itulah kata-kata yang selalu berdengung di kepala saya sehabis menonton film/drama yang endingnya buruk. Benar sangat buruk karena perasaan saya menjadi sangat tidak enak sehabis menonton film tersebut.</p>
<p align="justify">Dalam hati, saya benar benar membenci film itu dan juga diri sendiri. Mengapa hanya sebuah film &#8211; bukan kenyataan, sudah bisa menghancurkan hati saya sampai berkeping keping?</p>
<p align="justify">Kebanyakan orang tentu tidak suka dengan ending yang tragis. Namun ada beberapa orang justru senang. Sepertinya memainkan perasaan sendiri adalah pekerjaan yang begitu menyenangkan, huh?</p>
<p align="justify">Hidup itu tidak selalu seindah yang kita kira, dan juga tidak selalu sejelek yang kita kira. Kenyataannya adalah hidup ini ada senang, ada sedih, juga ada bosan. Namun tidak semua orang dapat menerima kenyataan itu, sehingga pada akhirnya malah menyiksa diri sendiri.</p>
<p>Alkisah, ada seorang pria yang memiliki seorang kekasih yang amat dicintainya. Mereka berdua saling mencintai satu sama lain, namun pemikiran mereka sama sekali berbeda.   <br />Sang pria menyadari bahwa cinta sangatlah indah namun sewaktu waktu dapat berubah menjadi racun, karena tidak ada hal yang abadi di dunia ini, termasuk cinta itu sendiri. Sedangkan sang wanita sama sekali tidak memiliki pemikiran itu. Sang wanita selalu berpikir optimis bahwa semuanya akan selalu indah seperti hari ini, selamanya…</p>
<p align="justify">Suatu hari, sang pria mengalami sakit parah dan nyawanya sudah diujung tanduk. Peluangnya untuk bertahan hidup sangatlah tipis. Disisa waktu hidupnya yang semakin menipis, ia berpesan kepada kekasihnya agar tetap dapat melanjutkan hidup dengan baik, jangan bersedih terlalu lama dan berharap agar ia dapat menjaga dirinya sendiri dengan baik. Namun kekasihnya yang selalu berpikir optimis kali ini tidak lagi optimis dengan peluang kesembuhan kekasihnya. Ia merasa sangat sedih dan hatinya hancur berkeping keping. Setiap hari ia hanya bisa menangis dan meratapi nasib kekasihnya.</p>
<p align="justify">Sang pria yang melihat keadaan seperti ini merasa sangat kasihan kepada kekasihnya dan karena rasa cintanya yang besar terhadap kekasihnya ia bertekad untuk sembuh, separah apapun keadaannya saat ini.</p>
<p>Karena tekadnya yang kuat itu telah menguasai seluruh tubuhnya, berangsur angsur tubuhnya mulai pulih dan akhirnya ia sembuh total.   <br />Semenjak itu ia bertekad tidak akan mati mendahului kekasihnya karena rasa belas kasihnya yang besar terhadap kekasihnya.     <br />Ditinggalkan lebih menyakitkan dibanding meninggalkan, bukan?</p>
<p>Dari cerita ini kita sudah dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya pikiran kita tidaklah benar benar bebas.    <br />Kita dikuasai oleh kebahagiaan kita dan penderitaan kita. Kitalah yang tidak melepaskan diri dari jeratan yang kita buat sendiri. Kehancuran ataupun kelanjutan/keberlangsungan kebahagiaan kita ditentukan oleh faktor-faktor yang sifatnya tidak pasti. Dengan demikianlah kita jatuh ke kolam lumpur dan/atau terbang ke langit ke 7.</p>
<p align="justify">Oleh karena itulah, jika kita tidak ingin menderita, tidak ingin dilempar kesana kemari, kita harus mampu menerima kenyataan. Apapun yang akan pergi biarkanlah pergi, apapun yang akan datang biarlah datang… namun begitu, jangan selalu menyerahkan semuanya kepada nasib. Apa yang masih bisa diperjuangkan, maka perjuangkanlah. Apa yang sudah tidak mungkin diperjuangkan, maka lepaskanlah.</p>
<p align="justify">Semoga semua makhluk mampu menemukan kebahagiaannya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/02/sad-ending-bisakah-anda-menerima-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Moving Forward, Moving Backward, or Just Stand Still?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/12/moving-forward-moving-backward-or-just-stand-still/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/12/moving-forward-moving-backward-or-just-stand-still/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 08:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[happiness]]></category>
		<category><![CDATA[money]]></category>
		<category><![CDATA[wish]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2009/12/moving-forward-moving-backward-or-just-stand-still/</guid>
		<description><![CDATA[It’s near end of year right now.    Usually, every end of year we will try to review what we have achieved in this year. Did we make any progress this year, or just suffering a set back or no progress at all?
For me this year somehow better than previous one. But strangely, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">It’s near end of year right now.    <br />Usually, every end of year we will try to review what we have achieved in this year. Did we make any progress this year, or just suffering a set back or no progress at all?</p>
<p align="justify">For me this year somehow better than previous one. But strangely, I feel the same. Nothing improve too much this year. I’m still lonely, searching for something that I don’t really want… etc etc… I realize that something which is not easy to attain is satisfaction.</p>
<p align="justify">As human, it’s natural that we want more and more. Every time we get something, we’re tend to search more and more. It’s not uncommon when we do love more than one thing. We’re not only seeking for love, we’re also seeking for money, fame, adventure, etc. When we try to stop, we often feel empty. Our mind is keep yelling “Hoi… do something… It’s boring in here !!!”.</p>
<p align="justify">People often tell me if I have a lot of money, I will happy. If I have a goddess like beautiful wife, it will be a bliss.    <br />Is that true?</p>
<p align="justify">I have seen my neighbor committing suicide. He has beautiful wife, a lot of money and good fortune. But what happened was the good fortune come to turn into bad fortune.The lucky star turned into bad luck star which is become the reason that force him to commit suicide.</p>
<p align="justify">So… what’s happiness exactly?</p>
<p align="justify">If you have a lot of money, you will be haunted by fear. If you have someone that you love the most, you’ll keep missing that person when they are not around. That’s why I’m starting to think that worldly happiness is just another mask of suffering.</p>
<p align="justify">So whether I make any progress or no at all it’s not important. The more important thing is whether I’m fully satisfied with my life. Am I making too much complaint or not?    <br />I remember a quote from a story about wishing game… The only happiness that I wished for is when I don’t need any wish to be happy. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/12/moving-forward-moving-backward-or-just-stand-still/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Sederhana dalam Bicara (20)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bicara-20/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bicara-20/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bicara-20/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang karyawan yang telah bekerja lama di sebuah perusahaan dan belum memiliki jabatan tinggi, suatu kali sedang makan malam dengan ubi. Temannya yang hidup enak dan mewah karena menjilat atasannya kemudian berkata, &#34;Kalau kamu mau belajar menjilat kepada atasan, kamu tidak perlu makan sampah seperti ubi itu&#34;.    &#34;Kalau kamu sudah belajar hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seorang karyawan yang telah bekerja lama di sebuah perusahaan dan belum memiliki jabatan tinggi, suatu kali sedang makan malam dengan ubi. Temannya yang hidup enak dan mewah karena menjilat atasannya kemudian berkata, &quot;Kalau kamu mau belajar menjilat kepada atasan, kamu tidak perlu makan sampah seperti ubi itu&quot;.    <br />&quot;Kalau kamu sudah belajar hidup dengan makan ubi, kamu tidak perlu menjilat atasan&quot;, jawab temannya.     <br />Keteguhan hati karyawan yang rela makan ubi daripada menjilat atasan patut dikagumi.     <br />Jarang orang bisa memegang teguh kebenaran ketika ada godaan. Kata-kata yang enak terdengar untuk mempengaruhi orang lain nilainya pantas diragukan dan sering membawa hasil yang lebih buruk. Tidak mengatakan apa yang tidak benar adalah dasar dari perbuatan benar. </p>
<p align="justify">Seseorang yang sederhana dalam berbicara adalah mereka yang tidak banyak bicara. Ia hanya akan berbicara seperlunya. Ia menghindari kegemaran gosip dan omong kosong.    <br />Bila kita suka menyebarkan gosip yang kita dengar dari orang lain, berarti kita membuang jasa dan kebajikan kita.     <br />Ada sebuah syair yang berbunyi; &quot;<em>Banyak berkata banyak bahaya. Diam menjauhkan nasib buruk. Kakaktua bicara dalam sangkar dikurung. Burung burung tak bisa bicara terbang melayang bebas</em>&quot;     <br />Sudah barang tentu jika seseorang banyak bicara, maka semakin besar pula resiko kesalahan yang dibuatnya.     <br />Daripada banyak bicara yang tidak bermanfaat dan membuat orang marah atau benci, lebih baik sepatah kalimat yang bermanfaat dan memberikan kedamaian bagi pendengarnya. Inilah yang disebut kesederhanaan dalam berbicara. </p>
<p align="justify"><strong>Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bicara-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Sederhana dalam Bertindak (19)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bertindak-19/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bertindak-19/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 00:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>
		<category><![CDATA[puas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda yang bercita cita ingin menjadi orang besar berkunjung ke biara untuk meminta bantuan dari seorang guru terkenal. Ketika bertemu dengan guru tersebut, ia langsung bertanya, &#8220;Bagaimana saya dapat menjadi orang besar seperti guru?&#8221;
&#8220;Mengapa mau jadi orang besar? Menjadi orang itu sudah merupakan keberhasilan cukup besar&#8220;, jawab sang guru dengan santai. &#8220;Daripada mengeluh dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang pemuda yang bercita cita ingin menjadi orang besar berkunjung ke biara untuk meminta bantuan dari seorang guru terkenal. Ketika bertemu dengan guru tersebut, ia langsung bertanya, &#8220;<em>Bagaimana saya dapat menjadi orang besar seperti guru?</em>&#8221;<br />
&#8220;<em>Mengapa mau jadi orang besar? Menjadi orang itu sudah merupakan keberhasilan cukup besar</em>&#8220;, jawab sang guru dengan santai. &#8220;<em>Daripada mengeluh dan tidak puas dengan apa yang ada, lebih baik mensyukuri betapa beruntungnya Anda yang hari ini sehat dan masih hidup. Bukankah ini lebih berharga?</em>&#8221; sang guru memberi jawaban lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita menjalani hidup hanya untuk mengejar ketenaran dan keuntungan dalam hidup ini, berarti kita telah memutarbalikkan arti hidup. Orang bijak tidak akan mau menukarkan hidupnya dengan keuntungan sesaat. Kita mesti menyadari bahwa kemashyuran, status, dan kekayaan cenderung membesarkan ego. Sebagai akibatnya, kita dibawa menyimpang seperti pengembara yang tersesat dan tak bisa kembali. Ciri terbaik kebahagiaan saat ini dan yang akan datang adalah pelepasan dari semua keinginan.<br />
Saat kita tidak menginginkan ketenaran, ketenaran itu terkadang malah datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang berlomba menyombongkan diri dan merendahkan orang lain dengan memamerkan karya dan materi mereka. Orang bijaksana bersikap rendah hati dengan tidak merendahkan orang lain.<br />
Buddha bersabda, &#8220;<em>Kerendahan hati berarti kesederhanaan dalam sikap dan pikiran. Seseorang yang memiliki hal ini berarti telah menyingkirkan kesombongan dan tinggi hati, ia seperti kain pembersih kaki, banteng tak bertanduk, ular yang tak bertaring. Ia lemah lembut, ceria, dan mudah bergaul.</em>&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun orang lain memiliki kekayaan dan popularitas, kita tidak perlu menjadi minder apalagi iri hati. Turut bergembira dan hidup bersahaja adalah hal yang dapat membawa kebahahagiaan terbesar bagi kita. Jangan pernah mengeluh kekurangan dan mencari reputasi. Hidup apa adanya, sederhana, dan merasa puas dengan yang dimiliki adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Seperti yang dikatakan J. Khrisnamurti, &#8220;<em>Kesederhanaan tidak dapat ditemukan kecuali seseorang itu merdeka batinnya. Karenanya, kesederhanaan itu haruslah dimulai dari dalam batin, bukan dari kehidupan lahir.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-sederhana-dalam-bertindak-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Rasa Puas dan Tahu Cukup (18)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-rasa-puas-dan-tahu-cukup-18/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-rasa-puas-dan-tahu-cukup-18/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>
		<category><![CDATA[puas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Seorang saudagar kaya di suatu pagi berjalan menghirup udara segar di tepi pantai. Pada waktu itu ia terus mengamati seorang nelayan yang sedang asyik merokok sambil tiduran di kapalnya.
Kemudian ia mendekati nelayan itu dan bertanya kepadanya, &#8220;Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?&#8221;
&#8220;Saya baru saja selesai menangkap ikan dan hasilnya sudah saya jual cukup untuk makan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang saudagar kaya di suatu pagi berjalan menghirup udara segar di tepi pantai. Pada waktu itu ia terus mengamati seorang nelayan yang sedang asyik merokok sambil tiduran di kapalnya.<br />
Kemudian ia mendekati nelayan itu dan bertanya kepadanya, &#8220;Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?&#8221;<br />
&#8220;Saya baru saja selesai menangkap ikan dan hasilnya sudah saya jual cukup untuk makan hari ini&#8221;, jawab nelayan itu.<br />
&#8220;Hari masih pagi, mengapa engkau tidak melanjutkan menangkap ikan?&#8221; tanya saudagar itu lebih lanjut.<br />
&#8220;Untuk apa?&#8221; tanya balik sang nelayan.<br />
&#8220;Dengan begitu, engkau bisa memperoleh penghasilan lebih untuk mengembangkan usahamu dan kelak engkau dapat menikmati ketenangan dan kenyamanan hidup&#8221;, jawab sang saudagar.<br />
&#8220;Lalu menurut Anda sekarang saya sedang apa?&#8221; jawab nelayan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita menyimak kisah nelayan tersebut diatas, kita dapat mempelajari makna yang terkandung didalamnya. Untuk menikmati hidup, tidaklah perlu menunggu menjadi kaya terlebih dahulu. Banyak hal yang selalu diukur dengan materi sehingga kita menganggap materi sebagai tujuan kebahagiaan. Pola hidup dan cara pandang seperti itu hanya akan menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan.<br />
Apa yang membuat hati kita puas biasanya tidak bisa dibeli dengan uang. Hanya hati yang lega yang bisa merasakan kepuasan.<br />
Uang cuma bisa membeli lebih banyak nafsu. Kita harus memahami bahwa kekayaan tidak diukur dari seberapa banyak harta seseorang, tetapi dari apakah ia merasa cukup.<br />
Ada sebuah ungkapan yang perlu kita renungkan, &#8220;Aku mengeluh tidak punya sepatu hingga bertemu dengan orang yang tak punya kaki&#8221;.<br />
Kita mesti menyadari banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dari kita. Maka bersyukurlah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda ingin menghindari penderitaan, Anda harus merasa puas. Rasa puas adalah dasar dari pencapaian ketenangan dan kedamaian hati.<br />
Seseorang yang penuh dengan rasa puas, walaupun ia berbaring diatas tanah, tetap juga berada dalam keadaan tenang dan bahagia.<br />
Ia yang tidak merasa puas, walaupun ia kaya, tetap juga disebut miskin!<br />
Ia yang merasa puas, walaupun ia miskin, dapat dikatakan orang kaya yang sebenarnya. Orang yang tidak pernah puas terikat oleh bermacam-macam keinginan dan karenanya sering dikasihani oleh orang yang puas. Inilah makna dari rasa puas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/12/nuansa-hidup-rasa-puas-dan-tahu-cukup-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan (17)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/11/nuansa-hidup-uang-tidak-dapat-membeli-kebahagiaan-17/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/11/nuansa-hidup-uang-tidak-dapat-membeli-kebahagiaan-17/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Ada kisah seorang yang bekerja sebagai pengayam keranjang. Ia adalah orang sederhana yang menikmati pekerjaannya sebagai pengayam keranjang. Ia bersiul dan bernyanyi selagi mengerjakan pekerjaannya dan menjalani hari harinya dengan gembira dan bahagia.
Di malam hari ia beristirahat di dalam pondoknya yang kecil dan tidur nyenyak.
Suatu hari ada orang kaya yang lewat di depan pondoknya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img style="border:0;" title="uang money - give money" src="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/stock_Photos/3274973_blog.jpg" alt="" width="144" height="116" align="right" />Ada kisah seorang yang bekerja sebagai pengayam keranjang. Ia adalah orang sederhana yang menikmati pekerjaannya sebagai pengayam keranjang. Ia bersiul dan bernyanyi selagi mengerjakan pekerjaannya dan menjalani hari harinya dengan gembira dan bahagia.<br />
Di malam hari ia beristirahat di dalam pondoknya yang kecil dan tidur nyenyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari ada orang kaya yang lewat di depan pondoknya dan melihat pengayam keranjang yang miskin tersebut. Ia merasa kasihan pada orang ini dan memberinya 1000 dolar.<br />
&#8220;Ambillah ini, dan nikmatilah hidup Anda&#8221;, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengayam keranjang mengambil uang tersebut dengan sangat berterima kasih. Ia tidak pernah melihat uang sebanyak itu selama hidupnya. Ia membawa ke dalam pondoknya yang reyot dan bingung hendak menyimpannya di mana. Tetapi gubuknya tidaklah aman. Sepanjang malam itu ia tidak dapat tidur nyenyak karena kuatir dengan perampok, atau bahkan tikus yang dapat mengerogoti lembaran uang kertas tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari berikutnya ia membawa uang itu ke tempat kerjanya, tetapi ia tidak lagi bersiul dan bernyanyi karena ia terlalu kuatir dengan uangnya. Malam berikutnya ia kembali tidak dapat tidur dengan nyenyak, dan di pagi harinya uang tersebut ia kembalikan kepada pemiliknya dan berkata, &#8220;Kembalikan kebahagiaan saya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="money circle" src="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/stock_Photos/4982130_blog.jpg" alt="" width="141" height="106" align="left" />Ajaran Buddha tidak menentang seseorang untuk mengembangkan kekayaan atau giat dalam berusaha mengumpulkan materi. Buddha bahkan menganjurkan bagi perumah tangga untuk menggunakan kepandaian yang dimiliki dengan bijaksana untuk mendapatkan penghasilan dengan cara yang sah dan jujur.<br />
Yang menjadi pokok penyampaian disini adalah untuk bersikap puas dengan apa yang telah dimiliki dan tidak menjadi budak dari keserakahan kita.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span style="color: #808080;"><strong>Uang bagaikan api. Jika api digunakan secara tepat dan benar, maka akan membawa manfaat besar bagi diri kita dan yang lain. Jika digunakan secara keliru, maka akan membawa penderitaan bagi kita dan yang lain.</strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/11/nuansa-hidup-uang-tidak-dapat-membeli-kebahagiaan-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Earn up to $100 with Paypal WishList</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/11/earn-up-to-100-with-paypal-wishlist/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/11/earn-up-to-100-with-paypal-wishlist/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 05:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[This is a easy money opportunities !
Just create your paypal wishlist, share it to your friend and get paid $1 for each friend that create the paypal wishlist.
What you need is just facebook account and paypal account, and you have to be resident of these country : India, Thailand, Malaysia, Korea, Vietnam, Philippines, Indonesia or [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">This is a easy money opportunities !<br />
Just create your paypal wishlist, share it to your friend and get paid $1 for each friend that create the paypal wishlist.</p>
<p style="text-align: justify;">What you need is just facebook account and paypal account, and you have to be resident of these country : India, Thailand, Malaysia, Korea, Vietnam, Philippines, Indonesia or Singapore.</p>
<p style="text-align: justify;">Here is the simple way to do this :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">1. Just go to this site : <a href="http://apps.facebook.com/paypalwishlist/?ppref=562607319&amp;ref=mf">Paypal WishList</a> .<br />
2. Login with your facebook username.<br />
3. Create wishlist.<br />
4. Share your wishlist to all your friend in your facebook friend list.<br />
5. Submit your email address associated with paypal account.<br />
6. Finished. Easy right?</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="paypal wishlist" src="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/paypal.jpg" alt="" width="500" height="292" /></p>
<p style="text-align: justify;">You will be entitled to $1 USD for your own Paypal Wishlist, plus an additional $1 USD per friend who uses your invitation to create his or her own PayPal WishList, provided your friend has a PayPal account. Each person is only entitled to create one (1) PayPal WishList. For the avoidance of doubt, in the event your friend receives more than one invitation, only the person whose invitation is used to create the former’s PayPal WishList, will be entitled to the $1 USD.</p>
<p style="text-align: justify;">You will be notified by PayPal no later than February 28th, 2010, via email or any other method as PayPal may from time to time determine, of how much you have earned.</p>
<p style="text-align: justify;">Prizes will be credited to your PayPal account as per your submission to PayPal via the Paypal Wishlist, no later than February 28th, 2010. If you do not provide Paypal.com with this, Paypal will not be able to deposit your earnings.</p>
<p style="text-align: justify;">To submit the PayPal email address you would like linked to your PayPal WishList, go to the Paypal Wishlist and click the link below to the ’submit your email address’ in the upper left side of the page. Any cash prizes to be paid to your PayPal account, will be credited in the currency as set out herein and currency conversion fees (if applicable) or any other related fees, will be borne solely by you.</p>
<p style="text-align: center;"><!-- Begin PayPal Logo --><a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=HWSU92EZ5NU4J" target="_blank"><img style="border: 0" src="http://images.paypal.com/id_ID/i/bnr/paypal_mrb_banner.gif" border="0" alt="Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan." /></a><!-- End PayPal Logo --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/11/earn-up-to-100-with-paypal-wishlist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Letter from my friend</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/11/letter-from-my-frien/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/11/letter-from-my-frien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[This is a letter from my friend. So long not to see him&#8230; I think he is very well right now.  
How are you doing brother…
I hope you are fine there.
Here,… I think I’m fine too… but&#8230;. eh Can’t be helped, right… human is always complaint about their life. Just like me. Hehe.
I wonder… always [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">This is a letter from my friend. So long not to see him&#8230; I think he is very well right now. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>How are you doing brother…<br />
I hope you are fine there.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Here,… I think I’m fine too… but&#8230;. eh Can’t be helped, right… human is always complaint about their life. Just like me. Hehe.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>I wonder… always wonder… why I live in this world for so long?<br />
Why do I live? It seems like I’m complicating myself huh?? Haha<br />
Ok then let’s think simple way.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>In my life, I always thought that I need to have this or that, I need to pursue my dream. Why? Of course because I love it ! Why I love it? Duh… I’m complicating myself once again. Haha</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>I don’t know… but I feel the harder I try to reach my dream, the more unpleasant feeling I got. It feel like I force myself into the cliff.<br />
I realize that the pleasure need to be paid with suffering and pressure from the environment where I live right now.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Even though I get all I want, will I be satisfied with all of it? *sigh…<br />
I feel that I’m very stupid.<br />
Maybe I’m not fully aware about my consciousness. Maybe I’m still dreaming and never wake up even though I got bad dreams.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>No satisfaction at all.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Brother…Did you ever loved someone? I think I’m falling in love with… more than one person.<br />
Please don’t judge me as crazy but this is the truth. I’m easily attracted with girl. I don’t know why. If you wise you’ll say that I’m good at looking at someone’s quality, but if you not- I think you’ll say that I’m flirtatious. Haha..</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>You know what,… Usually I’m not easily bribed with money, but if it’s about women… I think I’m not firm enough to stand against them… haha KicK My AsS !!! <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Maybe this is my last obstacle. If I can get through this… maybe I’ll feel better. But who can guess.. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Woman is not easy to handle… they’re just like small little cup… so fragile. You always want to handle it with care because you don’t want to make it break…. That’s why it’s not easy to get along with them. Somehow,… you’ll feel that you’re already lost your freedom.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>But this is life, and it can’t be helped that I love them so much.</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Brother… how about you? You’re always silent about your feeling. So long we have become friend but I never know much about your relationship with woman.<br />
Brother… maybe I can give you some advice… If you can let go of everything, you will not afraid of losing anything. So, just be calm and see this life the way it is. OK?</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Brother… see you later.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/11/letter-from-my-frien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimanakah letak kebahagiaan, dimanakah penderitaan?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/11/dimanakah-letak-kebahagiaan-dimanakah-penderitaan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/11/dimanakah-letak-kebahagiaan-dimanakah-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[
Orang bilang punya banyak harta membahagiakan. Punya orang yang dicintai juga membahagiakan. Kenyataannya orang yang punya banyak harta terus menerus mengkhawatirkan hartanya, juga terus mengkhawatirkan kekasihnya.
Walaupun tidak khawatir, namun saat uang dan cinta pergi&#8230; tetap saja akan menderita.
Lalu apakah yang seperti ini yang bisa disebut sebagai kebahagiaan?

Kebahagiaan seperti ini sifatnya sesaat, tidak akan bertahan selamanya.
Orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="moon" src="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/stock_Photos/2286939_blog.jpg" alt="" width="267" height="280" align="center" /><br />
Orang bilang punya banyak harta membahagiakan. Punya orang yang dicintai juga membahagiakan. Kenyataannya orang yang punya banyak harta terus menerus mengkhawatirkan hartanya, juga terus mengkhawatirkan kekasihnya.<br />
Walaupun tidak khawatir, namun saat uang dan cinta pergi&#8230; tetap saja akan menderita.<br />
Lalu apakah yang seperti ini yang bisa disebut sebagai kebahagiaan?<br />
<span id="more-333"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kebahagiaan seperti ini sifatnya sesaat, tidak akan bertahan selamanya.<br />
Orang bilang mengapa harus berpikir pesimistis. Kebahagiaan saat ini adalah kebahagiaan saat ini, tidak perlu memikirkan masa depan yang tidak pasti.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini betul, namun hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa penderitaan akibat ketidakpastian masa depan juga tidak dapat dihindarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu penyebab penderitaan manusia adalah adanya pemikiran tentang kepemilikan. Harta ini adalah milikku, cinta ini adalah milikku, kebahagiaan ini adalah milikku.<br />
Karena adanya pemikiran seperti ini, maka ketika ketidakpastian merenggut semuanya itu&#8230;akibatnya timbullah penderitaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita seakan tidak sadar bahwa bahkan tubuh kita juga bukanlah milik kita. Setiap detiknya ada sel sel yang mati dan lahir dalam tubuh kita. Apa yang dulunya dianggap sebagai kepunyaan, sekarang mati dan digantikan yang lain. Jika begitu, masih relevankah konsep kepemilikan ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hidup ini setiap bentuk kehidupan akan terus berusaha mempertahankan eksistensinya. Tanpa adanya sifat seperti itu, tidak akan pernah ada makhluk yang bisa hidup, tidak ada regenerasi, tidak ada kehidupan.<br />
Demikian juga dengan kita. Adalah sudah kodratnya kita makan, dan minum untuk mempertahankan hidup kita. Juga sudah kodratnya kita mencintai sesama kita; namun terkadang, tanpa kita sadari kita telah melakukannya secara berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang pernah bertanya, apakah mungkin kita bisa mencintai orang lain tanpa terikat dengan orang tersebut?<br />
Orang tersebut menjawab tidak mungkin.<br />
Dia bertanya lantas menjawab sendiri. Tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapat.<br />
Dalam cerita zen, orang tersebut seperti cangkir yang telah penuh. Apapun yang diisikan kedalamnya akan tumpah keluar. Apapun hal yang kita sampaikan tidak akan didengar, kecuali jika hal tersebut sesuai dengan pemikirannya sendiri. Orang tersebut tidak pernah belajar apapun kecuali pandangan-pandangannya sendiri terhadap kehidupan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Dimanakah penderitaan?</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya salah satu alasan mengapa kita menderita adalah kita sendiri yang telah mengikatkan diri ke dalam penderitaan itu. Sebagai contoh, pada saat kita mencintai seseorang, kemudian orang tersebut meninggalkan kita &#8211; kita lantas berpikir bahwa mereka benar benar telah meninggalkan kita. Ini adalah sebuah pandangan yang mungkin tidak tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, apa definisi yang paling tepat untuk kata &#8216;ditinggalkan&#8217;?<br />
Apakah karena orang tersebut tidak ada lagi?<br />
Jika orang tersebut masih ada (masih hidup), namun tidak terlihat oleh kita entah karena sudah pergi ke tempat yang jauh atau karena alasan lain &#8211; apakah itu masih dapat disebut ditinggalkan?<br />
Jika demikian istilah ditinggalkan lebih mengacu kepada apakah orang tersebut masih bisa dilihat dengan mata kepala kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika begitu halnya&#8230;seumpamanya kita masih bisa melihatnya (tubuhnya), tapi orang tersebut sudah mati, apakah masih bisa disebut ditinggalkan?<br />
Anngaplah orang tersebut masih hidup namun tiba tiba dia berubah mempunyai perangai (tabiat/sifat) yang lain dari yang kita kenal&#8230; apakah itu juga bisa didefinisikan bahwa orang tersebut telah pergi?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya &#8216;orang&#8217; tersebut tidaklah benar-benar pergi.<br />
Semua yang telah dilakukan orang tersebut telah membuat banyak kesan di pikiran kita. Pada saat orang tersebut meninggalkan kita (meninggal atau telah pergi jauh) &#8211; kesan-kesan tentang dirinya di pikiran kita tetap ada, namun ia telah berhenti berkembang, atau dengan kata lain sudah berhenti bergerak.<br />
Dan karena sudah berhenti bergerak inilah, kita cenderung menganggapnya sebagai mati. Padahal sebenarnya, meskipun orang tersebut telah hilang secara fisik, namun ia tetap hidup dalam pikiran kita. Bahkan ketika orang tersebut masih hidup, yang kita kenali/akui sebenarnya bukanlah fisik dari orang yang kita cintai itu, melainkan kesan kesan yang muncul dalam pikiran kita. Fisik hanyalah salah satu input untuk menciptakan kesan dalam pikiran kita. Creatornya tetap adalah pikiran kita.<br />
Lagipula, jika memang kita mengakui orang tersebut hanya secara fisik, tentunya kita tidak akan merasa tidak nyaman jika orang yang kita cintai bersikap/bertindak tidak sesuai dengan harapan kita, karena yang kita cintai hanya fisiknya. Juga kita tidak akan keberatan jika fisiknya jelek karena yang kita cintai adalah fisiknya, bukan hasil penilaian (kesan) terhadap fisik tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya,&#8230; yang kita cintai bukanlah fisik orang tersebut, melainkan kesan yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri mengenai orang tersebut. Penciptaan kesan tersebut bervariasi tergantung penilaian pikiran kita terhadap orang yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika semua hal itu tinggal dalam pikiran kita, mengapa kita harus khawatir bahwa ini telah pergi dan itu telah datang? Apa yang harus pergi biarkanlah pergi&#8230; apa yang harus datang biarkanlah datang, tidak perlu terikat kepada banyak hal, karena hal-hal itu tidak pernah benar-benar meninggalkan kita, juga tidak pernah benar-benar mendatangi kita. Semuanya berasal dari pikiran dan dapat diselesaikan dalam pikiran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/11/dimanakah-letak-kebahagiaan-dimanakah-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
