Haiiii… Hari Senin, 26 Oktober 2009 adalah saatnya kembali bekerja. Awal pekan telah tiba dan akhir pekan baru saja lewat. Masih 5 hari lagi harus dilewati sebelum bisa merasakan hari hari tenang di akhir pekan [lagi].
Btw, saya sangat penasaran dengan kisah akhir pekan Anda sekalian, apakah menyenangkan, menyedihkan, atau membosankan ?!?
Akhir pekan yang lalu bagi saya tidak terlalu membosankan; ada hal-hal yang menyenangkan juga ada hal-hal yang menyedihkan. Lalu, apa saja yang saya lakukan di rumah?
Jawabannya adalah : duduk, menyilangkan kaki, sambil nonton film seri the proud twins. 
Saya lupa, entah berapa lama sejak terakhir kalinya saya menonton film seri karena DVD-ROM saya yang rusak.
Hmmmm….mungkin bagi sebagian orang hanya duduk bersantai nonton di rumah sendirian sepanjang hari adalah kegiatan yang membosankan. Tapi tidak bagi saya, karena bagi saya menonton film itu sama seperti mempelajari dan mengobservasi kehidupan manusia.
Saya tidak terlalu menggemari film yang selalu membuat penontonnya merasa sedih. Tapi film the proud twins ini ternyata adalah tipe film semacam itu. Hmmmm… benar benar tidak menyangka, karena jika seandainya saya tahu bahwa ini adalah film sedih, mungkin saya akan menimbang ulang sebelum membeli film ini.
Yah…meskipun nggak begitu suka, namun rasanya juga nggak terlalu menyesal.
Meskipun film ini banyak sedihnya, tapi juga terdapat banyak kegembiraan di dalamnya. Melihat bagaimana gembira dan sedih datang dan pergi silih berganti… saya merasa film ini lebih mendekati realitas kehidupan manusia yang sebenarnya.
Coba saja pikirkan, jika kita tidak mengenal air mata, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan penderitaan dalam arti yang sesungguhnya, dan jika kita tidak mengenal senyum, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dalam arti sesungguhnya?
Karena film ini, satu waktu saya dibuat tersenyum, tertawa dan di waktu lainnya saya dibuat menangis. Teman teman saya bilang tertawa sendiri, menangis sendiri persis orgil (orang gila). 
Perubahan kondisi mental yang terjadi secara cepat membuat saya menyadari bahwa kebahagiaan memberi makan kehidupan, kehidupan memberi makan penderitaan, dan penderitaan memberi makan kebahagiaan. Siklus seperti ini rasanya tidak akan pernah berhenti.
Lalu, secara keseluruhan, apa yang dapat saya simpulkan… apakah hidup ini bisa dibilang menyedihkan, menyenangkan, atau tidak menyedihkan dan tidak menyenangkan?
Apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini?
Saya untuk saat ini masih belum menemukan jawaban yang pas… oleh karena itu untuk sementara pertanyaan ini tidak perlu dijawab dulu. Saya yakin suatu saat nanti saya akan menemukan jawabannya. hehe.
Hmmmm… waktu sudah siang, sudah waktunya untuk kembali bekerja. TETAP SEMANGAT !!