Hardy Chen Power Blog

Powered by STRONG WILL !!!

Wrong Thoughts

What will you do if you get in trouble.
what I do I do?
I looked at others to learn how they solve their problem
I found someone
He is really uncommunicative
He is always smiling… but never explain why is he smile.
I try to make him happy… and he is smiling again.
I try to make him sad… but he keep smiling.
I try to make him angry… but he give me some a glass of water and keep smiling.
Whatever I do, he is not bothered at all.

At first, I thought he is a man without emotion, but it’s not possible. How can someone without emotion can have a very sweet smile?

I think… even if I take his life, he will never complaint !
What the hell !!

Ow… who said hell?

I try to make him angry, but the one who gets angry is me.

Now… who is the loser.

Then he said : “No one win.. no one lose”

Now I know what he means by that.

Thank you very much. Arigatou. Terima Kasih. Xie xie ni. :)

Salad dan Mie

Dalam sebuah jamuan makan malam resmi, seorang ambasador dari negara barat (ketika mengambil makanan) berusaha untuk ramah terhadap seorang nyonya pejabatIndonesia yang berada di depannya :

Ambasador: “Do you like salad ?”
Dikira nanya’in sholat, sang nyonya menjawab : “Oh yes, five times a day.”
Ambasador: “Wow, that’s very healthy. What kind of dressing do you like for salad ?”
Nyonya: “Mukena, of course.”
Sang ambasador berpikir keras, that must be a new dressing for salad I never knew before.

Sampai di bagian chinese food, sang nyonya berusaha membalas keramahan si ambasador. Bahasa Inggris pas-pasan, tapi nekad :

Nyonya (sambil nyendok mie yang masih panas) : “Do you like mie ?”
Ambasador (bingung, dipikirnya me = saya) : “Eeeeem ….. yes. With all respect.”
Nyonya (dengan mantap menimpali lagi) : “Still hot .. you know.”
Ambasador: ?!@?x???

October 29, 2009 – Thoughts – Pikiran

Sempat bingung juga saat mau memilih judul untuk blog post hari ini. So, daripada bingung bingung saya kasih nama my thoughts @ october 29, 2009 saja. :D

Beberapa hari ini, entah mengapa saya selalu terbangun jam 5 pagi. Padahal sebelumnya saya adalah tipe pemalas yang susah bangun pagi. Meskipun sudah disengaja tidur larut malam pun tetap bangun jam 5 pagi. Sebenarnya apa yang terjadi?

Kalo mau dicari alasan, mungkin karena anak paman saya rutin membunyikan alarmnya (maksudnya nangis) setiap jam 5 pagi. Tapi alasan tersebut juga tidaklah terlalu kuat mengingat dulu saya tidak pernah terganggu dengan suara tangisan, dan sejujurnya sampai sekarang pun saya masih merasa tidak terganggu dengan tabiat anak paman saya itu.

Saya juga tak mengerti…
[Read the rest of this entry...]

Nuansa Hidup – Kesederhanaan – Mencari Kekayaan (16)

Seorang tua berusia 70 tahun dalam kesehariannya membuka toko onderdil. Usaha ini telah digelutinya sejak usia muda hingga sekarang. Satu kali teman bermain semasa mudanya mengunjungi dirinya. Mereka larut dalam pembicaraan mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu dalam kebersamaan mereka. Sebagai penutup pembicaraan, temannya mulai bertanya, “Anda sudah memiliki lebih daripada yang Anda perlukan, sekarang usia kita sudah tidak muda lagi. Tidakkah Anda dapat berhenti setiap saat untuk menikmati sisa hidup ini?”
“Saya tidak tahu caranya untuk berhenti”, jawab orang tua tersebut.

Ada pepatah yang berbunyi demikian, “Semakin kita punya, semakin kita cari; semakin kita dambakan, semakin kita tidak puas.
Hal ini dikarenakan seseorang selalu mengejar materi maka perasaan dan pikirannya juga sangat dipengaruhi oleh materi. Akibatnya, ia terperangkap dan sulit untuk melepaskan diri.
[Read the rest of this entry...]

Aktivitas di Akhir Pekan

Haiiii… Hari Senin, 26 Oktober 2009 adalah saatnya kembali bekerja. Awal pekan telah tiba dan akhir pekan baru saja lewat. Masih 5 hari lagi harus dilewati sebelum bisa merasakan hari hari tenang di akhir pekan [lagi].

Btw, saya sangat penasaran dengan kisah akhir pekan Anda sekalian, apakah menyenangkan, menyedihkan, atau membosankan ?!?

Akhir pekan yang lalu bagi saya tidak terlalu membosankan; ada hal-hal yang menyenangkan juga ada hal-hal yang menyedihkan. Lalu, apa saja yang saya lakukan di rumah?
Jawabannya adalah : duduk, menyilangkan kaki, sambil nonton film seri the proud twins. :)
Saya lupa, entah berapa lama sejak terakhir kalinya saya menonton film seri karena DVD-ROM saya yang rusak.

Hmmmm….mungkin bagi sebagian orang hanya duduk bersantai nonton di rumah sendirian sepanjang hari adalah kegiatan yang membosankan. Tapi tidak bagi saya, karena bagi saya menonton film itu sama seperti mempelajari dan mengobservasi kehidupan manusia.

Saya tidak terlalu menggemari film yang selalu membuat penontonnya merasa sedih. Tapi film the proud twins ini ternyata adalah tipe film semacam itu. Hmmmm… benar benar tidak menyangka, karena jika seandainya saya tahu bahwa ini adalah film sedih, mungkin saya akan menimbang ulang sebelum membeli film ini.

Yah…meskipun nggak begitu suka, namun rasanya juga nggak terlalu menyesal.
Meskipun film ini banyak sedihnya, tapi juga terdapat banyak kegembiraan di dalamnya. Melihat bagaimana gembira dan sedih datang dan pergi silih berganti… saya merasa film ini lebih mendekati realitas kehidupan manusia yang sebenarnya.
Coba saja pikirkan, jika kita tidak mengenal air mata, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan penderitaan dalam arti yang sesungguhnya, dan jika kita tidak mengenal senyum, bagaimana kita bisa mengenal apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dalam arti sesungguhnya?

Karena film ini, satu waktu saya dibuat tersenyum, tertawa dan di waktu lainnya saya dibuat menangis. Teman teman saya bilang tertawa sendiri, menangis sendiri persis orgil (orang gila). :)
Perubahan kondisi mental yang terjadi secara cepat membuat saya menyadari bahwa kebahagiaan memberi makan kehidupan, kehidupan memberi makan penderitaan, dan penderitaan memberi makan kebahagiaan. Siklus seperti ini rasanya tidak akan pernah berhenti.

Lalu, secara keseluruhan, apa yang dapat saya simpulkan… apakah hidup ini bisa dibilang menyedihkan, menyenangkan, atau tidak menyedihkan dan tidak menyenangkan?
Apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini?
Saya untuk saat ini masih belum menemukan jawaban yang pas… oleh karena itu untuk sementara pertanyaan ini tidak perlu dijawab dulu. Saya yakin suatu saat nanti saya akan menemukan jawabannya. hehe.

Hmmmm… waktu sudah siang, sudah waktunya untuk kembali bekerja. TETAP SEMANGAT !!

Nuansa Hidup – Tetap Mengasihi Walau Telah Disakiti (15)

Suatu kali seorang perampok masuk ke biara seorang guru Zen. “Harta atau nyawa” kata perampok itu sambil menunjukkan pisaunya pada sang guru. Sang guru dengan tetap tenang menjawab, “Kalau mau harta, di laci lemari ada sedikit uang. Ambillah.”
Kemudian perampok itu menuju ke lemari yang ditunjukkan oleh guru tersebut. Ia menemukan sedikit uang seperti yang telah dikatakan oleh sang guru. Dengan tergesa-gesa, ia mengambil uang itu dan meninggalkan tempat tersebut.
“Tunggu dulu! Setelah menerima sesuatu, engkau mesti mengucapkan terima kasih”, kata sang guru kepada perampok itu. “Thank you”, jawab perampok itu sambil berlalu.
[Read the rest of this entry...]

Nuansa Hidup – Tetap Tenang Saat Menerima Buah Karma Buruk (14)

Meskipun Anda sudah pernah membaca artikel di bawah ini atau tidak sepenuhnya setuju dengan beberapa paragraf awal dari artikel ini, saya sarankan agar Anda meneruskan membaca sampai akhir.
Anda tidak akan pernah tahu apa yang bakal Anda lewatkan.
Ambil apa yang Anda butuhkan, dan buang yang tidak Anda perlukan. :)

++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ada sebuah keluarga kecil yang hanya terdiri dari suami istri dan seorang anak laki-laki. Satu-satunya harta berharga yang mereka miliki adalah seekor kuda. Pada suatu hari, kuda tersebut lepas dan melarikan diri ke hutan, semua tetangganya bersimpati akan hal ini, mereka datang mengunjungi keluarga tersebut dan berkata, “Sungguh malang nasibmu, saya turut bersedih akan hal ini.”
“Terima kasih, tapi saya percaya bahwa ini bukanlah sebuah kemalangan, mungkin ini adalah awal keberuntungan,” jawab tuan rumah. “Semoga demikian”, jawab tetangganya sambil berpamitan dan menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti.
[Read the rest of this entry...]

Nuansa Hidup – Orang Yang Tidak Pernah Mengeluh (13)

Ketika saya melakukan perjalanan ke daerah dengan kereta api, waktu yang ditempuh dalam perjalanan untuk tiba pada tujuan adalah sembilan jam. Saya berada pada gerbong kelas ekonomi tanpa AC. Waktu keberangkatan adalah pukul sembilan pagi.
Awalnya semua berjalan lancar, saya tidak merasakan sesuatu yang membuat tidak nyaman. Tapi karena perjalanan telah berlangsung empat jam, saya mulai merasakan ketidaknyamanan. Hal ini dikarenakan cuaca panas di siang hari dan tebalnya jubah yang saya gunakan. Yang membuat suasana semakin gerah adalah penumpang penumpang lain yang merokok sehingga udara di dalam gerbong tersebut semakin penat. Pada situasi seperti ini, saya sempat mengeluh dan mulai menyalahi orang lain atas ketidaknyamanan yang saya alami. Ada rasa kesal, gelisah dan ingin lari dari kenyataan ini. Saya terus berusaha mengakhiri ketidaknyamanan ini dengan berpikir positif. Saya mencoba menghibur diri dengan mengatakan, “Bukankah ini saat terbaik untuk berlatih menerima kenyataan?”
[Read the rest of this entry...]

Nuansa Hidup – Ukuran Kesabaran (12)

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berdiskusi dengan anak-anak muda berkenaan dengan kesabaran. Diskusi ini terjadi saat saya mendengar salah seorang dari mereka memuju teman lainnya yang dianggap mereka memiliki kesabaran. Sesaat, saya merenungi pembicaraan tersebut, dan kemudian saya mulai bertanya kepada mereka, “Kita sering membuat pernyataan yang menyimpulkan seseorang itu sabar atau tidak sabar. Sebenarnya apa yang menjadi ukuran kesabaran itu? Atas dasar apa kita menyimpulkan seseorang itu sabar atau tidak sabar?”
Pertanyaan saya ini sempat mengejutkan mereka. Diantara mereka kemudian ada yang nyeletuk, “Iya, ya. Kalau dipikir-pikir ukuran kesabaran itu berbeda-beda dari setiap orang. Ada yang tahan terhadap celaan, tapi tidak tahan kalau dipukul. Ada yang sabar dalam bekerja, tapi tidak sabar dengan omongan orang. Wah… kalau begitu sebenarnya ukuran kesabaran itu seperti apa ya?”

Pembicaraan mereka akhirnya terfokus pada kesabaran. Setiap diantara mereka mulai saling bertanya-tanya sambil memberikan pandangan-pandangan mereka sendiri terhadap standar kesabaran. Saya membiarkan mereka berdiskusi dan mengeluarkan pendapat mereka. Ini dimaksudkan agar mereka dapat merenung untuk menumbuhkan kebijaksanaan dan mengembangkan pengertian yang luas dalam hal ini. Setelah diskusi berjalan cukup panjang, akhirnya mereka sepakat menyimpulkan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Lalu mereka meminta pendapat saya mengenai kesimpulan mereka. Saya katakan pada mereka bahwa kesabaran itu tiada batas namun bertingkat.

Setiap orang memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. Ada tiga tingkatan seseorang yang dapat dikatakan memiliki kesabaran, yaitu : orang yang tidak pernah mengeluh, orang yang tetap tenang menerima buah karma buruk dan orang yang tetap mengasihi walaupun disakiti. Inilah tiga tingkatan yang menjadi ukuran apakah seseorang itu memiliki kesabaran atau belum.

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup – karangan Bhikkhu Nyanakumuda

Nuansa Hidup – Melihat Kesalahan Orang Lain, Ia Ragu Akan Hal Itu (11)

Seorang guru berjalan mengelilingi biara. Suatu kali ia melewati dapur dan melihat seorang muridnya sedang mencomot makan siangnya.
“Wah, murid ini kurang ajar! Saya akan menegurnya nanti saat makan bersama nanti!” kata sang guru dalam hati.
Ketika waktu makan tiba, semua murid berkumpul di aula ruang makan. Sang guru kemudian memanggil murid yang mencomot makanan tadi di dapur.
“Saya tadi melihat kamu mencomot makanan yang seharusnya dipersembahkan kepada Buddha. Kenapa kamu lakukan hal itu?” tanya sang guru. “O, iya guru, pada makanan tersebut ada kotoran yang menempel. Saya ingat pesan guru bahwa kita hendaknya tidak membuang makanan. Karena itulah akhirnya saya makan bagian yang kotor dari makanan itu”, jawab murid. Mendengar penjelasan muridnya itu, sang guru merasa bersalah telah menuduh muridnya yang bukan-bukan. “Maafkanlah saya, ternyata mata ini tidak dapat dipercaya”, kata sang guru.

Ada orang yang dengan hanya mendengar tanpa melihat, langsung percaya. Inilah sebab dari timbulnya prasangka dan perselisihan yang semestinya tidak perlu terjadi. Setiap orang tentu memiliki alasan tersendiri dalam melakukan sesuatu. Jangan mudah terpengaruh oleh apa yang kita dengar dari orang lain sebelum kita mengetahuinya dengan pasti. Sebab orang yang mengabarkan berita ini tentunya sudah menambah bumbu-bumbu di dalamnya (hiperbola) dan mengurangi intinya sehingga cerita itu sudah tidak utuh dan dapat menyesatkan. Orang sering bertengkar untuk hal yang tidak membawa manfaat. Katakanlah ia menang/benar, lalu apa yang ia peroleh? Kecuali menambah ego, ketidaktenangan dan permusuhan. Seperti yang Buddha katakan, “Ia yang selalu mencari kesalahan orang lain dan tidak memperhatikan kesalahan diri sendiri, maka pikirannya akan tercemar.”
Adalah baik bagi kita memiliki pola pikir secara positif untuk menghindari prasangka dan perselisihan yang timbul dari kesalahpahaman.

Meskipun engkau bisa menunjukkan kesalahan orang lain, kesimpulan engkau sendiri juga belum tentu benar. Pun begitu engkau yakini benar.
Syair Zen

Dikutip dari Buku Nuansa Hidup – Karangan Bhikkhu Nyanakumuda

  • Categories

  • Archives

  • Amazon Product

  • Sponsors