<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; bijak</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/tag/bijak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kebahagiaan dan Penderitaan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 09:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Luka di tubuh tidak lebih sakit dibanding duka di pikiran. Pada saat pikiran ini merasa sedih, semuanya terlihat tidak sama. Semuanya terlihat buruk, dan masa depan terasa suram. Anda benci sinar matahari, nyanyian burung terdengar tidak merdu, dan hembusan angin sejuk membuat pikiran ini semakin sepi dan menderita. Pada saat itu pikiran ini seperti sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Luka di tubuh tidak lebih sakit dibanding duka di pikiran.<br />
Pada saat pikiran ini merasa sedih, semuanya terlihat tidak sama.<br />
Semuanya terlihat buruk, dan masa depan terasa suram. Anda benci sinar matahari, nyanyian burung terdengar tidak merdu, dan hembusan angin sejuk membuat pikiran ini semakin sepi dan menderita.<br />
<span id="more-591"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu pikiran ini seperti sedang berjalan menuju ke jurang dengan kecepatan tinggi, mengerem ataupun mengelak tidak akan sempat.<br />
Satu-satunya harapan adalah keajaiban. Bisakah jurang itu menghilang tepat ketika saya akan menabraknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Jurang adalah simbolisasi dari kehancuran. Ketika saya jatuh ke jurang, pada saat itu saya akan hancur.<br />
Saya mengerti bahwa saya tidak boleh membawa kerinduan ataupun penyesalan dalam pikiran saya. Lebih-lebih saya tidak boleh membawa siksaan dalam pikiran saya karena semua hal itu akan menyebabkan saya jatuh ke jurang.<br />
Namun mengusir pikiran seperti itu bukan perkara gampang. Rasanya saya seperti diikuti seorang anak yang sangat nakal yang selalu mengganggu saya. Sekuat apapun saya berusaha mengusir anak itu, ia tetap tidak mau pergi.<br />
Lalu saya berpikir, jika dia tidak mau pergi, bagaimana jika saya yang pergi?<br />
Saya berpikir bahwa di tempat lain tidak akan ada anak nakal yang mengganggu saya lagi.<br />
Namun ternyata saya keliru. Di dunia yang luas ini anak nakal ada di mana-mana. Anda tidak dapat melarikan diri darinya. Ia ada karena Anda mengizinkannya untuk berada di sana, berada di dalam pikiran Anda. Kenakalannya ada di dalam pikiran Anda. Yang Anda benci adalah pikiran Anda tentang kenakalan anak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerinduan adalah tali yang mengikat diri saya dengan penderitaan. Ikatan ini begitu kuat dan akan semakin kuat ketika saya memaksa untuk melepaskan diri.<br />
Saya sadar, agar dapat sepenuhnya terbebas, saya harus &#8216;menghilang&#8217;.<br />
Saya harus melupakan siapa diri saya, darimana saya datang, dan kemana saya akan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaan selalu melekat pada ego. Dan ketika ego menghilang dimanakah ia dapat melekat?<br />
Saya tahu begitu saya dipenjara oleh pemikiran negatif, saya melihat dunia dengan cara yang negatif pula.<br />
Jika saya melihat dunia dengan kaca mata positif, maka saya juga akan melihat dunia dengan cara yang positif.<br />
Dua hal tersebut, negatif dan positif selalu berkecamuk dalam pikiran saya. Mereka seperti 2 saudara yang tidak kenal lelah membuat kekacauan dimana-mana. Mereka adalah 2 sisi dari satu pedang yang sama.<br />
Yang satu adalah sisi yang tumpul dan satunya lagi adalah sisi yang tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sudut pandang pengamat, Anda akan melihat bahwa pedang adalah benda yang berbahaya. Anda tidak akan mengatakan bahwa satu sisi pedang sangat berbahaya dan sisi pedang lainnya tidak berbahaya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang sangat berbahaya,  jika Anda senang bermain-main dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah sisi pedang tidak akan meninggalkan sisi lainnya. Begitupun juga kebahagiaan semu tidak akan jauh meninggalkan kesedihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang bijak, mereka tidak lagi bermain-main dengan pedang, melainkan memanfaatkan pedang itu dengan hati-hati sehingga tidak melukai diri mereka sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dalam kehidupan, orang bijak hendaknya sadar sepenuhnya sehingga dirinya tidak dipermainkan oleh permainan kehidupan yang mengandung 2 sisi yang saling berlawanan namun berada dalam satu entitas yang sama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjadi orang bijak, selalu eling dan waspada setiap saat. Tidak tenggelam dalam kesedihan dan tidak terlena oleh kebahagiaan. Pikirannya murni seperti air. Pedang setajam apapun tidak akan mampu membelahnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fkebahagiaan-dan-penderitaan%2F&amp;title=Kebahagiaan%20dan%20Penderitaan" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haus Pengakuan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/11/haus-pengakuan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/11/haus-pengakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 03:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[pengakuan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Saya merasa sedikit tertohok pada saat salah satu teman saya mengatakan bahwa pada dasarnya manusia selalu haus akan perhatian. Saya merasa,.. mungkin saya juga seperti itu. Bagi orang yang jarang mendapatkannya,  mereka akan berusaha mendapatkannya dengan banyak cara. Ada yang berusaha mendapatkan perhatian dengan menyebabkan chaos/kekacauan, ada yang berusaha menjadi &#8216;lucu&#8217;, menjadi &#8216;cool&#8217; atau sebaliknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya merasa sedikit tertohok pada saat salah satu teman saya mengatakan bahwa pada dasarnya manusia selalu haus akan perhatian.<br />
Saya merasa,.. mungkin saya juga seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang yang jarang mendapatkannya,  mereka akan berusaha mendapatkannya dengan banyak cara. Ada yang berusaha mendapatkan perhatian dengan menyebabkan chaos/kekacauan, ada yang berusaha menjadi &#8216;lucu&#8217;, menjadi &#8216;cool&#8217; atau sebaliknya &#8216;hot&#8217;, dan tidak sedikit juga yang berusaha mendapatkannya dengan cara mencoba menjadi orang &#8216;bijak&#8217;, pahlawan bagi orang-orang yang hidup tertekan dalam kesedihan dan kemalangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Harus diakui memang terkadang nasihat yang diberikan boleh dikatakan memang sangat bagus sekali. Namun disadari atau tidak, selalu ada kemungkinan bahwa sang pemberi nasehat sendiri juga sedang memiliki masalah dengan dirinya sendiri.<br />
Mungkin mereka sendiri tidak merasakannya, ataupun tidak bersedia mengakuinya. Namun dalam lubuk hati yang terdalam tidak tertutup kemungkinan tumbuh keinginan seperti itu, sebuah bentuk ego yang selalu haus akan pengakuan dari orang lain.<br />
Rumus dasarnya kurang lebih seperti ini : &#8220;Menjadi &#8216;hebat&#8217; adalah perlu agar hidup ini berarti&#8221;  :)</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya cukup disayangkan karena orang-orang yang berakting menjadi bijak berusaha mencari kebahagiaan dengan menjadi orang hebat, sedangkan orang bijak menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sebagai orang biasa.<br />
Oleh karena itulah salah satu teman pernah berkata &#8220;kebahagiaan sejati timbul bukan karena kamu berusaha mendapatkannya, tapi karena kamu memang pantas mendapatkannya&#8221;<br />
Yah&#8230; Tidak mengherankan memang. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang &#8216;awam&#8217; kata-kata orang yang mereka anggap bijak adalah kata-kata mutiara yang indah, sedangkan bagi orang-orang bijak kata kata tersebut hanyalah hal biasa yang sudah dilupakan kebanyakan orang. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa bisa begitu?<br />
Menurut pandangan saya sebagai pengamat, itu karena pemikiran orang bijak tidak tercemar oleh kepentingan-kepentingan tertentu, tidak terjebak dalam dualisme dan konvensi umum, dan tidak berdasarkan suasana hati ataupun emosi sesaat. Sepenuhnya murni dan tidak ternoda.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2010%2F11%2Fhaus-pengakuan%2F&amp;title=Haus%20Pengakuan" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/11/haus-pengakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Ciri Orang Bijak (7)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 02:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Siladitya adalah seorang pemuda daerah yang menjadi aktivis di sebuah vihara kecil dan sederhana. Dalam hubungannya dengan teman-teman sesama aktivis, ia sangat disenangi dan dikagumi. Bukan karena penampilannya yang tampan, tetapi lebih dikarenakan adanya keindahan dalam dirinya. Keindahan apakah yang dimilikinya hingga membuat teman-teman menyenanginya? Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja, ia hanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Siladitya adalah seorang pemuda daerah yang menjadi aktivis di sebuah vihara kecil dan sederhana. Dalam hubungannya dengan teman-teman sesama aktivis, ia sangat disenangi dan dikagumi. Bukan karena penampilannya yang tampan, tetapi lebih dikarenakan adanya keindahan dalam dirinya.<br />
Keindahan apakah yang dimilikinya hingga membuat teman-teman menyenanginya?<br />
Sebenarnya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja, ia hanyalah seorang yang periang, rendah hati, suka menolong dan tidak merendahkan yang lain.<br />
Kehadirannya dalam setiap pertemuan menambah semangat dan kegembiraan tersendiri bagi teman-teman lainnya. Ia telah menjadi figur ideal bagi teman-temannya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Seperti yang Buddha sabdakan di hutan Jeta dekat kota Savatthi kepada seorang perumah tangga mengenai ciri orang bijak. Pada waktu itu Buddha bersabda, &#8220;O, perumah tangga, seseorang dikatakan bijak bila ia memiliki empat ciri. Apakah keempat ciri tersebut? Dalam hal ini, ketika ia dipuji orang lain, ia tidak menjadi sombong; begitu juga ketika ia mendapat celaan dari yang lain, ia tidak menjadi marah; ia memuji dengan tulus perbuatan baik orang lain. Dan yang terakhir, ketika ia mengetahui kesalahan orang lain, ia ragu akan hal itu. Inilah empat ciri orang bijak.&#8221;</p>
<p><strong>Dikutip dari buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2009%2F05%2Fnuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7%2F&amp;title=Nuansa%20Hidup%20%26%238211%3B%20Ciri%20Orang%20Bijak%20%287%29" id="wpa2a_6"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/05/nuansa-hidup-ciri-orang-bijak-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

