<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; kebahagiaan</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/tag/kebahagiaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kebahagiaan dan Penderitaan Selalu Hidup Berdampingan dalam Pikiran Manusia</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 03:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pedang]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[semu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Dalam posting sebelumnya (Kebahagiaan dan Penderitaan), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama. Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam posting sebelumnya (<a title="Kebahagiaan dan Penderitaan" href="http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/" target="_blank">Kebahagiaan dan Penderitaan</a>), saya pernah menyebutkan bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah seperti 2 sisi pada satu pedang yang sama.<br />
Jika Anda melihat pedang samurai, satu sisi adalah sisi yang tumpul dan sisi lainnya adalah sisi yang tajam. Anda tidak akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya disatu sisi dan tidak berbahaya disisi lainnya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang itu berbahaya, jika Anda senang bermain-main dengannya.<br />
<span id="more-735"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya, pedang tidak akan melukai Anda jika Anda tidak menggunakannya atau menggunakannya dengan sangat hati-hati. Jadi bisa disimpulkan, bahaya dari pedang timbul dari aksi yang dilakukan pemakai pedang pada pedang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu pertanyaannya, bagaimana Anda memakai pedang itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Satu sisi pedang tidak akan meninggalkan sisi pedang lainnya. Sisi yang tumpul tidak akan meninggalkan sisi yang tajam, begitupun sebaliknya. 2 sisi tersebut adalah bagian dari satu pedang yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga sama halnya dengan kebahagiaan dan penderitaan.<br />
Kebahagiaan semu tidak akan jauh dari penderitaan semu dan penderitaan semu juga tidak akan jauh dari kebahagiaan semu.<br />
Anda mengenal kebahagiaan semu karena Anda tahu bahwa lawan dari kebahagiaan itu, yaitu penderitaan semu juga eksis (ada), demikian pula sebaliknya. 2 hal tersebut adalah satu set yang tak terpisahkan.<br />
Maka dari itu jika Anda melekat pada salah satunya, tidak tertutup kemungkinan Anda juga akan bertemu dengan sisi yang satunya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mengapa dikatakan semu?<br />
Karena hanya hal-hal yang sifatnya semu yang memiliki dualitas. Hal-hal yang semu adalah hal-hal yang sifatnya sementara, selalu berubah-ubah. Ada panas dan ada dingin, ada badai dan ada hari yang cerah, ada tangis dan ada tawa, ada penderitaan dan ada kebahagiaan.<br />
Jika satu sisi hilang/tenggelam, maka sisi yang lainnya akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika seseorang yang kaya raya tiba-tiba kehilangan kemakmurannya, ia akan menderita. Dan jika seseorang yang dicintai tiba-tiba kehilangan orang yang mencintainya, ia juga akan menderita.<br />
Seseorang yang sakit bisa jatuh sakit, seseorang yang sekarat bisa berjuang dan sembuh. Fluktuasi seperti ini adalah wajar di dunia nyata dan inilah yang dinamakan &#8220;sesuatu yang tidak memuaskan&#8221;.<br />
Hal-hal semu selalu tidak memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa saja mulai merasakan penderitaan saat Anda mulai memikirkannya. Anda juga bisa saja belum merasa puas sebelum kebahagiaan itu berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan bahwa inilah hidup, inilah yang harus kita terima, inilah yang harus kita jalani, inilah takdir kita. Kita harus menderita untuk bahagia. (Dalam arti lain : Kita harus mengenal penderitaan agar kita bisa menghargai kebahagiaan)</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita menderita untuk bahagia dan bahagia untuk menderita. Kita membiarkan diri kita diombang-ambingkan antara kebahagiaan dan penderitaan, penderitaan dan kebahagiaan.<br />
Sebentar di surga kemudian terjun bebas ke neraka?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita makhluk yang merdeka?<br />
Jika kita seperti itu maka kita tidak pernah merdeka. Tidak sekalipun.<br />
Kita seperti sebatang kayu yang diseret arus ke sebuah tempat yang kita sendiri tidak tahu tempat seperti apa yang akan kita tuju.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa saja mengatakan : &#8220;go with the flow&#8221;. Ikuti aliran kehidupan baik itu senang ataupun sedih, bahagia atau menderita, atau tidak kedua-duanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar, ikuti aliran. Kenyataanya, kita tidak bisa lari dari perubahan. Apa yang kita miliki, kita lihat dan kita rasakan saat ini adalah subyek dari perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun tidakkah kita punya kuasa bahkan sedikit saja untuk hidup lebih baik dalam angin perubahan?<br />
Jika kita mengenal perubahan, bisakah kita beradaptasi terhadap perubahan?<br />
Bisakah kita hidup dengan pikiran yang sama seperti saat kita masih sehat jika tiba saatnya tubuh kita mulai melemah dan digerogoti penyakit?<br />
Bisakah kita tersenyum bebas seperti sewaktu kita masih anak-anak pada saat kita sudah hampir menemui ajal?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ada kebahagiaan datang, kita melekat pada kebahagiaan itu, dan jika kemalangan yang datang, kita juga melekat pada kemalangan itu.<br />
Suatu ketika, jika kita lengah, pedang 2 sisi itu akan melukai kita. Apa yang dilukai bukanlah tubuh fisik, namun pikiran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Luka di pikiran adalah asal dari semua penderitaan.<br />
Rasa sakit timbul dipikiran, bukan pada bagian tubuh yang dilukai. Rasa sakit diciptakan pikiran, begitu juga dengan penderitaan dan kebahagiaan semua ada dalam pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita memenuhi pikiran kita dengan semua sensasi itu, baik sakit atau senang.<br />
Kita tidak pernah bebas dari penjara pikiran kita sendiri. Kita tidak dapat mencegah pikiran kita membuat penjara bagi dirinya sendiri setelah menerima respon-respon dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah pikiran kita seperti anak kecil yang tersesat. Anak kecil yang akan senang saat dapat permen dan menangis saat tidak diberikan permen.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika kita sudah mengerti semua ini, apa yang bisa kita lakukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita akan tetap seperti anak kecil, atau kita akan tumbuh dewasa?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih akan terikat pada sesuatu yang semu dan hidup diseret-seret masa lalu ataupun masa depan ataupun masa sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kita masih ingin memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kita miliki (karena sifatnya yang semu).?<br />
Siapa Anda dan siapa saya? Apa yang saya miliki yang Anda tidak miliki atau sebaliknya apa yang Anda miliki yang saya tidak miliki?</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya tidak satupun dari Anda ataupun saya memiliki apa yang (saya ataupun Anda) kira bahwa (saya atau Anda) memilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang sesungguhnya berbahagia adalah orang yang tidak diikat tempat dan waktu yang dilaluinya, sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.<br />
Inilah yang disebut kebahagiaan yang sebenarnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F11%2Fkebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia%2F&amp;title=Kebahagiaan%20dan%20Penderitaan%20Selalu%20Hidup%20Berdampingan%20dalam%20Pikiran%20Manusia" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/11/kebahagiaan-dan-penderitaan-selalu-hidup-berdampingan-dalam-pikiran-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Tidak Untuk Dikejar</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/10/kebahagiaan-tidak-untuk-dikejar/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/10/kebahagiaan-tidak-untuk-dikejar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 06:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda berusaha terlalu keras untuk mengejar kebahagiaan, Anda akan semakin jauh dari kebahagiaan tersebut. Kebahagiaan bukanlah untuk dikejar melainkan untuk dirasakan. Kebahagiaan tidak semata-mata mengenai apa yang harus Anda korbankan untuk mendapatkan sesuatu yang membuat Anda bahagia. Kebahagiaan juga berfokus pada apa yang Anda miliki saat ini. Apakah Anda sudah cukup berterima kasih untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika Anda berusaha terlalu keras untuk mengejar kebahagiaan, Anda akan semakin jauh dari kebahagiaan tersebut.<br />
Kebahagiaan bukanlah untuk dikejar melainkan untuk dirasakan.<br />
Kebahagiaan tidak semata-mata mengenai apa yang harus Anda korbankan untuk mendapatkan sesuatu yang membuat Anda bahagia.<br />
Kebahagiaan juga berfokus pada apa yang Anda miliki saat ini.<br />
Apakah Anda sudah cukup berterima kasih untuk apa yang Anda miliki saat ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah ada orang yang mengatakan bahwa mengejar kebahagiaan tidaklah mesti menderita. Jika Anda menghargai apa yang Anda miliki saat ini dan bekerja bersama-sama dengan semuanya itu untuk meraih kebahagiaan lainnya maka Anda tidak punya alasan untuk menderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang Rasa Sakit<br />
Rasa sakit yang kita rasakan adalah sebesar perhatian dan kekhawatiran yang kita berikan kepada rasa sakit itu.<br />
Jika kita menerima rasa sakit itu apa adanya, memperhatikannya dengan pikiran yang tenang, lambat laun rasa sakit itu tidak akan mengganggu kita lagi, meskipun ia hanya akan tetap berada disana.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>the taste of bitterness is not only provided by the food but also the one who eat it. even consession doesn&#8217;t prove anything if every mind are troubled.</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F10%2Fkebahagiaan-tidak-untuk-dikejar%2F&amp;title=Kebahagiaan%20Tidak%20Untuk%20Dikejar" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/10/kebahagiaan-tidak-untuk-dikejar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keterikatan dan Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 07:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[keterikatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ada keterkaitan antara keterikatan dan kebahagiaan? Katakanlah Anda bertemu seseorang gadis yang mempunyai rupa yang membuat Anda tidak sadarkan diri. Well.. memakai kata tidak sadarkan diri mungkin terlalu berlebihan, namun saya yakin Anda tahu maksud saya. Apakah Anda merasa senang dengan pertemuan seperti itu? Ketika saya masih diusia remaja, saya merasa tidak ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apakah ada keterkaitan antara keterikatan dan kebahagiaan?<br />
Katakanlah Anda bertemu seseorang gadis yang mempunyai rupa yang membuat Anda tidak sadarkan diri.<br />
Well.. memakai kata tidak sadarkan diri mungkin terlalu berlebihan, namun saya yakin Anda tahu maksud saya.<br />
<span id="more-681"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda merasa senang dengan pertemuan seperti itu?<br />
Ketika saya masih diusia remaja, saya merasa tidak ada yang salah dengan hal itu. Menyukai seseorang adalah hal yang alami dan menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ketika usia beranjak dewasa, saya merasa hal itu tidaklah terlalu menyenangkan. Saya merasa keterikatan seperti itu membuat saya tidak merdeka. Apakah perasaan rindu benar-benar menyenangkan?<br />
Tidak mengertikah Anda bagaimana rasanya ketika Anda memikirkan seseorang namun orang tersebut tidak berada di dekat Anda? Merindukan seseorang sangat membuat frustasi apalagi jika Anda tidak punya kemampuan imajinasi yang kuat. Anda tidak mampu membuat sosok imajiner dari orang yang Anda rindukan dalam pikiran Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itulah saya mulai menyadari bahwa merindukan seseorang bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Keterikatan itu seperti pisau bermata dua. Disatu sisi ia membuat Anda bahagia, di sisi lainnya ia menyiksa Anda dengan perasaan kehilangan seseorang yang penting bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda mungkin berkata jika Anda hidup bersama-sama dengan orang yang Anda cintai maka tidak perlu khawatir berpisah, namun di dunia ini banyak peristiwa tak terduga. Tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan dan oleh karena itu ada resiko dimana perpisahan akan menghampiri kehidupan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang bilang semakin besar rasa cinta semakin sakit juga perasaan kita saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam hubungan kita dengan orang yang kita kasihi. Dan apakah keadaan seperti itu baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin bertambah umur saya, semakin banyak yang saya alami. Orang bilang semakin tua padi, semakin merunduk karena semakin banyak isinya. Begitupun juga dengan semakin banyaknya pengalaman yang saya alami saya merasa lelah dengan semua perasaan itu. Perasaan suka yang bisa dalam sekejap berubah jadi benci, dari benci kemudian menjadi cinta, dari cinta kembali menjadi benci, kemudian perasaan bersalah, kecewa, sedih. Benar-benar sangat melelahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Anda mungkin bertanya-tanya untuk apa kita hidup jika kita tidak berusaha mengejar kebahagiaan. Anda mungkin menuduh saya takut dengan resiko kehidupan dan hanya mau enaknya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda benar-benar menanyakan pertanyaan itu, saya tidak tahu bagaimana harus menjawab.<br />
Namun saya yakin bahwa didunia ini ada jalan lain menuju kebahagiaan tanpa harus diikat oleh kebahagiaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama halnya seperti ketika di masa muda saya punya fisik yang prima, dan otak yang encer. Sekarang saya sama sekali tidak sebaik diri saya yang dulu, namun saya tidak pernah merasa menyesal dengan keadaan saya yang sekarang atau merindukan diri saya yang dulu.<br />
Saya adalah saya yang sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga dengan kebahagiaan, saya berpikir bagaimana saya dapat merasakan kebahagiaan itu dari waktu ke waktu, menikmati setiap momennya tanpa harus memutar ulang kaset kenangan masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingin belajar untuk tidak memaksakan perasaan saya hidup di masa lalu dan hanya menempatkan diri saya di masa sekarang, hidup dari waktu ke waktu tanpa penyesalan ataupun kerinduan akan masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah hal tersebut mungkin?<br />
Selama saya mencoba, harapan itu akan tetap hidup dan waktulah yang menjadi saksi akan hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita semua selalu hidup berbahagia.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F07%2Fketerikatan-dan-kebahagiaan%2F&amp;title=Keterikatan%20dan%20Kebahagiaan" id="wpa2a_6"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/07/keterikatan-dan-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Kata-Kata Yang Menginspirasi</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang. *** Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak. *** Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Seseorang sudah semestinya melakukan pekerjaannya dengan dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.</p>
<p>***</p>
<p>Jika kita tidak pernah berada di lembah, kita tidak akan terlalu menghargai keberuntungan kita pada saat kita berada di puncak.</p>
<p>***</p>
<p>Ketika kita berada di puncak kesuksesan, tidak baik untuk tenggelam dalam hegemoni dan perayaan yang berlebihan.</p>
<p>***</p>
<p>Kebahagiaan ekstrim tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan yang lahir dari kedamaian.</p>
<p>***</p>
<p>Hati yang tenang dan gembira ibarat perahu di sungai yang tenang dan damai. Air yang tenang memupuskan kesedihan yang datang dari dalam diri sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Kadang-kadang ketika kita melihat dan berada di sebuah tempat dan waktu, hati dan pikiran kita terikat oleh tempat dan waktu itu. Orang yang berbahagia tidak diikat oleh tempat dan waktu dan sebaliknya membawa kebahagiaan dalam setiap tempat dan waktu yang dilaluinya.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang memegang kebahagiaan semu juga turut memegang kesedihan. Ada hal-hal yang hanya terlihat oleh kekinian dan ada hal-hal yang disembunyikan oleh masa depan.</p>
<p>***</p>
<p>Orang yang berbahagia tidak berusaha memegang atau menangkap kebahagiaan. Ia akan terus menerus menjadi sumber kebahagiaan itu sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Seseorang tidak disebut bijak karena bisa melihat dan mencaci kebodohan orang lain. Seseorang yang bijak tidak akan masuk ke dalam perangkap yang sama seperti yang mereka lihat dan temukan dari diri orang lain.</p>
<p>***</p>
<p>Memahami diri sendiri adalah jalan pertama untuk memahami kebenaran lainnya yang lebih luas . Diri sendiri ibarat televisi kecil yang menyiarkan banyak kejadian dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p>***</p>
<p>Sifat yang tenang adalah perisai terkuat dari kepribadian seseorang. Hinaan, ejekan, cemoohan, ancaman lebih seperti bulu angsa yang mencoba menembus kerasnya baja.</p>
<p>***</p>
<p>Menjadi kuat bukan berarti selalu teguh dengan sebuah pandangan atau pendirian. Menjadi fleksibel juga bukan berarti mudah percaya begitu saja dengan sebuah ajaran atau kepercayaan.<br />
Kebijaksanaan seringkali tidak punya bahasa untuk diungkapkan.</p></blockquote>
<p>Lihat juga : <a href="http://www.hardychen.com/2011/01/kutipan-kata-kata-bijak/">Kata-Kata Bijak</a></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F05%2Fkumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi%2F&amp;title=Kumpulan%20Kata-Kata%20Yang%20Menginspirasi" id="wpa2a_8"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/05/kumpulan-kata-kata-yang-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Saya Adalah Sesuatu Yang Paling Saya Suka</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 04:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya. Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kemarin saya menulis artikel tentang sesuatu yang paling saya benci, maka kali ini saya menuliskan yang sebaliknya yaitu bahwa hal-hal yang paling saya sukai juga adalah kelemahan terbesar saya.</p>
<p>Berapa dari kita yang berharap bahwa keinginan kita terpenuhi. Ada berapa banyak orang di dunia ini yang tidak henti-hentinya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka akan menjadi ini atau menjadi seperti itu.</p>
<p>Setelah semua impian-impian itu tercapai apakah artinya pekerjaan telah usai dan kebahagiaan itu tidak akan pernah hilang?<br />
<span id="more-655"></span></p>
<p>Kenyataannya di dunia ini semua berubah.<br />
Semua yang kita miliki sekarang pada saatnya nanti akan kita tinggalkan. Baju-baju yang baru dibeli akan terlihat sangat menawan hari ini namun akan menjadi usang beberapa tahun kemudian.<br />
Kulit yang mulus hari ini juga perlahan-lahan akan menjadi keriput.<br />
Kebahagiaan tanpa henti juga akan membangun rasa bosan, karena mencapai kebahagiaan terkadang sama sulitnya dengan menghargai kebahagiaan tersebut.</p>
<p>Jika semua hal baik yang saya benci ataupun saya suka pada akhirnya akan membuat saya menderita maka hal apakah yang benar-benar akan membuat saya bahagia?</p>
<p>Pada awalnya saya berpikir bahwa segala jenis kebahagiaan ini adalah palsu, dan saya berusaha menolak kenyataan. Namun kenyataannya, baik kebahagiaan ataupun kesengsaraan berada pada koin yang sama di sisi yang berbeda.</p>
<p>Jika saya hanya melihat penderitaan dan mengabaikan sisi sebaliknya yaitu kebahagiaan, maka saya akan merana. Sebaliknya jika saya hanya melihat kebahagiaan dan mengabaikan sisi lainnya, maka saya hanya akan terus bermimpi.</p>
<p>Yang perlu saya lakukan adalah melihat segala hal sebagaimana adanya. Tidak terlarut dalam kesedihan ataupun kegembiraan, dan dengan hati ceria mengarungi lautan kehidupan.<br />
Ada sinar terang mentari pagi, ada juga terik matahari di siang hari, ada badai dan ada hujan, semuanya adalah permainan dalam kehidupan. Jika saya memainkannya dengan benar, tidak panik dan tidak kecewa, tidak benci dan tidak menggantungkan harapan berlebihan, saya akan mengetahui celah dimana saya bisa hidup dengan ceria. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F04%2Fkelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka%2F&amp;title=Kelemahan%20Saya%20Adalah%20Sesuatu%20Yang%20Paling%20Saya%20Suka" id="wpa2a_10"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/04/kelemahan-saya-adalah-sesuatu-yang-paling-saya-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why is This Tears Won&#8217;t Stop?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/why-is-this-tears-wont-stop/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/why-is-this-tears-wont-stop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 08:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Kata-kata ini saya comot dari status update facebook teman saya. Mendengarnya, kita bisa menarik kesimpulan cepat bahwa teman saya tidak sedang dalam kondisi psikologis yang baik, meskipun ada juga orang yang berpendapat bahwa menangis itu justru sehat. Tapi jika kita tidak menarik kesimpulan terlalu cepat, mungkin kita sedang berpikir apakah teman saya itu sedang menangis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kata-kata ini saya comot dari status update facebook teman saya. Mendengarnya, kita bisa menarik kesimpulan cepat bahwa teman saya tidak sedang dalam kondisi psikologis yang baik, meskipun ada juga orang yang berpendapat bahwa menangis itu justru sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jika kita tidak menarik kesimpulan terlalu cepat, mungkin kita sedang berpikir apakah teman saya itu sedang menangis bahagia atau menangis sedih?</p>
<p style="text-align: justify;">Anyway, sungguh sangat mengherankan manusia itu menangis baik di kala sedih maupun senang, meskipun mungkin tidak semua orang punya kebiasaan yang sama. Mungkin karena terlalu banyak nonton drama kali ya..  <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-631"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Back to the topic, saat teman saya menuliskan status di facebook, sebenarnya siapa yang sedang dia tanyakan? Apakah dirinya sendiri atau ia mengharapkan orang lain membantunya untuk menjawab pertanyaan itu? Atau mungkin ini cuma semacam bentuk &#8216;curhat&#8217; yang setidaknya bisa menenangkan kegalauan di hati/pikirannya walau cuma sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika itu ditanyakan kepada saya, apakah jawaban saya?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika saya berpura-pura bodoh mungkin saya akan menjawab : &#8220;karena Anda sedang mengupas bawang.&#8221;<br />
Tapi apakah teman saya mengharapkan jawaban yang tidak lucu seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Well, bagi saya hampir mustahil untuk menjawab pertanyaan seperti itu karena saya tidak tahu siapa yang menangis. Dia tidak secara jelas menjelaskan air mata itu milik siapa. Apakah milik dia? Jika benar, kenapa dia sendiri tidak tahu alasannya mengapa dia menangis? Apakah karena ada kelainan pada kelenjar air mata? Atau ada sesuatu hal yang membuatnya berpikir, lalu menjadi sedih, kemudian meneteskan air mata?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk kasus yang terakhir, tentu dia sudah punya jawabannya mengapa dia menangis. Tapi pertanyaan yang sebenarnya mungkin adalah : bagaimana supaya saya bisa melupakan kesedihan ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Kaboom ! Itu benar-benar adalah pertanyaan yang sulit. Bagaimana saya mesti menjawabnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Mari saya analogikan motor saya tiba-tiba rusak. Katakanlah karena businya sudah tidak bekerja dengan sempurna, oleh karena itulah motor saya jadi penyakitan. Lalu apa yang harus saya lakukan untuk menyembuhkan penyakit motor saya? Jelas sekali : Ganti Businya !!!</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit manusia juga kurang lebih sama, tapi &#8216;sparepart&#8217; manusia tidak begitu mudah diganti begitu saja.<br />
Jika kita sakit, kita masih bisa makan obat dan istirahat. Namun jika yang sakit adalah pikiran kita, obatnya juga adalah pikiran kita.<br />
Tidak akan mungkin kita bisa menyembuhkan kesedihan dengan meminum panadol. It won&#8217;t works ! Baygon ? Don&#8217;t make it better !</p>
<p style="text-align: justify;">So, obat satu-satunya adalah pikiran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hidup ini kita melekatkan pikiran kita dengan banyak hal. Kita berpikir keras bagaimana punya uang yang banyak, bagaimana membahagiakan orang yang kita sayangi, bagaimana agar kita bisa makan enak, tidur nyenyak dan berlibur kemanapun kita mau. Kita tidak henti-hentinya mengejar kesenangan duniawi.<br />
Tidak ada yang salah dengan semua itu, namun dalam prosesnya kita tidak sadar kita sudah terlalu tergantung dengan semua yang kita miliki. Kebahagiaan kita menjadi tergantung pada harta, keluarga, kekuasaan, dan keleluasaan yang kita miliki. Kita tidak lagi banyak menggantungkan kebahagiaan pada diri kita sendiri. Seolah-olah kesehatan yang kita miliki sekarang tidak lebih penting dibanding uang dan semua kebahagiaan yang dipicu oleh kesenangan dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah hidup seperti ini berharga?</p>
<p style="text-align: justify;">Bukannya saya bermaksud mengkerdilkan hal-hal lain seperti uang, keluarga, kekuasaan ataupun hal-hal lainnya. Namun yang saya maksudkan adalah keadilan.<br />
Mengapa kita hanya peduli pada harta namun melupakan kesehatan kita sendiri?<br />
Mengapa kita terus menerus memikirkan orang yang telah pergi, malahan tidak memperdulikan orang yang selama ini masih bersama kita dan peduli pada kita?<br />
Mengapa kita terus melihat ke belakang namun tidak melihat ke depan?<br />
Mengapa kita terus melihat ke depan dan melupakan orang yang ada di samping kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini adalah perubahan. Kita tidak mungkin cuma melihat ke belakang tanpa mau melihat ke depan, atau hanya melihat ke depan dan lupa menoleh kesamping.<br />
Lihatlah ke belakang, ke depan dan kesamping, ke atas dan kebawah jika perlu. Jangan hanya terpaku pada satu titik kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihatlah ke belakang untuk belajar dari pengalaman masa lalu; ke depan untuk memastikan perjalanan yang minim goncangan; ke samping agar kita sadar bahwa selalu ada keluarga, teman-teman yang peduli pada kita sebagaimana kita juga harus peduli pada mereka; ke atas bahwa selalu ada orang yang lebih baik dibanding kita, dan ke bawah bahwa ada orang-orang yang selalu membutuhkan bantuan/pertolongan dari kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda hidup seperti ini. Jika Anda menghargai diri Anda sebaik Anda menghargai orang lain. Jika Anda tahu kapan saatnya menutup dan membuka tangan dan bukannya hanya menutup saja atau hanya membuka saja, Anda akan mengerti apa esensi dari hidup ini. Yaitu hidup dalam perubahan, namun tidak tenggelam di dalamnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fwhy-is-this-tears-wont-stop%2F&amp;title=Why%20is%20This%20Tears%20Won%26%238217%3Bt%20Stop%3F" id="wpa2a_12"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/why-is-this-tears-wont-stop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Tidak Selalu Seindah Yang Kita Bayangkan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 10:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Well, pendapat tersebut tidak salah. Hidup tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Bagaimana kita memandang hidup ini seringkali tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya. Pada saat kita bahagia, kita memusatkan pikiran pada kebahagiaan itu, terikat dan tenggelam didalamnya. Kita melupakan dimensi waktu. Dan ketika dimensi waktu menyentuh dan merubah hidup kita, semua kebahagiaan itu lenyap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Well, pendapat tersebut tidak salah. Hidup tidak selalu seindah yang kita bayangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kita memandang hidup ini seringkali tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat kita bahagia, kita memusatkan pikiran pada kebahagiaan itu, terikat dan tenggelam didalamnya.<br />
Kita melupakan dimensi waktu. Dan ketika dimensi waktu menyentuh dan merubah hidup kita, semua kebahagiaan itu lenyap dan kita terseret dalam kerinduan, kesedihan, penyesalan ataupun kekecewaan.<br />
<span id="more-628"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya keindahan bukan terletak pada kehidupan, melainkan eksis dalam pikiran kita. Bagaimanapun juga, hidup akan tetap seperti sebagaimana adanya, cara pandang kitalah yang membuat perbedaan dan menentukan apakah hidup cukup indah bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika demikian faktanya, maka apabila kita memasang standar yang kaku tentang keindahan, hidup tentunya akan selalu mengecewakan harapan kita.<br />
Oleh karena itulah, kita perlu untuk belajar melihat hidup tidak hanya dari satu sisi. Kita mesti melihat hidup dari banyak sisi, sehingga kita bisa mengerti bahwa mungkin apa yang selama ini membuat kita menderita sebenarnya tidaklah nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu, pernah ada sebuah cerita mengenai seseorang yang tiba-tiba dalam 1 malam menjadi sangat jenius. Orang-orang tidak paham mengapa dia bisa menjadi seperti itu, bahkan dirinya sendiri juga tidak paham.<br />
Otaknya menjadi sangat aktif dan ia tidak berhenti belajar mengenai banyak hal, sampai akhirnya ia mengetahui bahwa ia menjadi jenius karena ada tumor yang tumbuh diotaknya. Tumor itu membuat dirinya menjadi lebih pintar, akan tetapi juga mengurangi usia hidupnya hanya sampai 30 hari kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga sama. Kadang-kadang kita begitu terlena dalam kebahagiaan sampai akhirnya kita sadar bahwa ada kesedihan dibalik kebahagiaan; ada udang dibalik kwetiaw.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun kita menyadari kenyataan tersebut, kita jarang mampu lepas dari kesedihan itu.<br />
Lalu kita akan merasa diri sendiri sangat kasihan. Ah, begitu malangnya, ah begitu sedihnya. Langit yang cerah menjadi mendung, sinar matahari hilang ditelan hujan badai.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah yang disebut perubahan.<br />
Tidak ada satu pun hal apapun di dunia ini yang lolos dari perubahan.<br />
Tidak ada orang yang hidup abadi, tidak ada api yang tidak padam, juga tidak ada hujan yang tidak pernah berhenti. Jika pun ada, itu karena kita tidak hidup cukup lama untuk menyaksikan perubahan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang setelah kita tahu mengenai hal ini, bukankah ini adalah saatnya bagi kita untuk merubah cara pandang kita terhadap hidup?</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu tidak pernah berhenti bergerak, sama halnya kita juga tidak boleh berhenti pada satu titik kehidupan &#8211; karena jika kita berhenti, waktu akan menyeret kita, dan itu pastinya akan sangat menderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dari itu, teruslah berjalan, dan jangan berhenti. Terimalah hidup apa adanya, dan oleh karena itu, terimalah juga perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika suatu hari nanti kita beruntung dan berjodoh, berkat usaha yang benar, pada akhirnya kita mungkin akan mengerti bahwa hidup ini tidak memiliki arti, akan tetapi juga bukan tanpa arti sama sekali.<br />
Tidak akan ada pertentangan lagi, dan pastinya tidak akan ada alasan untuk tidak bahagia. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fhidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan%2F&amp;title=Hidup%20Tidak%20Selalu%20Seindah%20Yang%20Kita%20Bayangkan" id="wpa2a_14"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/hidup-tidak-selalu-seindah-yang-kita-bayangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Kebahagiaan Hidup adalah Hidup dengan Sedikit Pengharapan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/kunci-kebahagiaan-hidup-adalah-hidup-dengan-sedikit-pengharapan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/kunci-kebahagiaan-hidup-adalah-hidup-dengan-sedikit-pengharapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 04:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu saya masih muda, teman-teman menasehati saya bahwa jadi orang saya harus punya pengharapan tinggi, harus punya cita-cita tinggi. Karena hanya dengan begitulah maka hidup ini akan jadi lebih berarti. 28 tahun sudah saya hidup di dunia ini, saya telah merasakan begitu banyak asam garam kehidupan, dan saya punya pemikiran sendiri berdasarkan pengalaman hidup saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sewaktu saya masih muda, teman-teman menasehati saya bahwa jadi orang saya harus punya pengharapan tinggi, harus punya cita-cita tinggi. Karena hanya dengan begitulah maka hidup ini akan jadi lebih berarti.</p>
<p style="text-align: justify;">28 tahun sudah saya hidup di dunia ini, saya telah merasakan begitu banyak asam garam kehidupan, dan saya punya pemikiran sendiri berdasarkan pengalaman hidup saya bahwa nasehat teman-teman saya sewaktu saya masih muda adalah sama sekali tidak benar.<br />
<span id="more-618"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pernah menyimpan harapan. Harapan yang nampaknya kelewat besar, hanya untuk menyaksikannya roboh diterjang angin perubahan.<br />
Hidup tidak selalu seindah mimpi-mimpi saya. Saya pernah berpikir, mengapa saya tidak selamanya tinggal saja di dalam dunia mimpi itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dunia mimpi itu bukanlah tempat tinggal saya. Tempat tinggal saya adalah dunia/realitas ini. Dunia yang meskipun saya berusaha menolaknya tapi tetap saja tidak dapat menghindar darinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Darisanalah saya sadar, bahwa berpengharapan tinggi adalah filosofi hidup yang salah. Namun meski begitu, saya juga tidak mau terjebak dalam pesimisme yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kini menyadari bahwa dunia tempat saya tinggal ini selalu bergerak, selalu berubah. Menginginkan kebahagiaan abadi di dunia ini sama saja dengan memungut bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya boleh punya pengharapan, namun saya tidak boleh meletakkan pengharapan itu dimana pun juga, karena begitu pengharapan itu diletakkan di satu tempat dan karena satu sebab tempat itu hancur, pengharapan itu akan ikut hancur dengan membawa serta kebahagiaan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengharapan itu harus selalu berada di dalam hati saya, tidak berada dimana pun juga dan tidak terlalu boleh berlebihan yang mana hanya akan menjadi beban di hati saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, mulai hari ini saya bertekad akan melemahkan semua harapan-harapan yang saya miliki. Dengan demikian tidak ada lagi beban yang menahan kaki saya, kemanapun saya pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya juga akan bekerja demi diri saya sendiri. Orang lain boleh tidak membalas kebaikan yang saya lakukan pada mereka, namun saya tidak akan menyesal atas semua kebaikan yang sudah saya perbuat.<br />
Orang lain juga boleh meremehkan diri saya, namun saya tidak akan meremehkan diri saya sendiri.<br />
Orang lain boleh saja memuji prestasi yang telah saya capai, namun saya tidak akan membiarkan diri saya dibuai oleh semua pujian itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak boleh overconfidence dalam melakukan sesuatu, namun begitu saya juga tidak akan mengecilkan kemampuan diri sendiri dalam melakukan sesuatu hal.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya dengan berjalan di jalur yang seimbang inilah, saya tidak akan terjebak dalam 2 ekstrim yang telah membuat banyak orang menderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya akan menikmati perjuangan yang saya lakukan, tidak berpikir lagi tentang masa depan ataupun menyesali masa lalu.<br />
Apapun yang saya lakukan, saya mesti melakukannya dengan sepenuh hati, dengan perasaan senang dan tanpa harapan berlebih tentang balasan ataupun hadiah yang akan saya terima di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengerti bahwa hanya dengan ketulusan hati dalam melakukan sesuatu, barulah saya bisa menghormati diri saya sendiri. Hanya dengan cara itulah saya tidak akan mengecewakan diri saya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun juga, saya adalah seorang pengembara, yang tidak membawa apa-apa selain kebahagiaan kemanapun saya pergi, kapanpun, dan apapun yang terjadi. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fkunci-kebahagiaan-hidup-adalah-hidup-dengan-sedikit-pengharapan%2F&amp;title=Kunci%20Kebahagiaan%20Hidup%20adalah%20Hidup%20dengan%20Sedikit%20Pengharapan" id="wpa2a_16"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/kunci-kebahagiaan-hidup-adalah-hidup-dengan-sedikit-pengharapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Tuan Bagi Sendiri</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/jadilah-tuan-bagi-sendiri/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/jadilah-tuan-bagi-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 04:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesenangan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari ada 2 orang yang berdebat tentang sebuah bendera yang berkibar. Orang pertama mengatakan bahwa benderalah yang bergerak, sedangkan orang kedua berpendapat bahwa angin yang bergerak. Jika angin tidak bergerak mana mungkin bendera bisa berkibar. Pada saat itu muncullah seorang menyela pembicaraan mereka. Dia mengatakan bahwa yang bergerak adalah pikiran mereka sendiri. Di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hari ada 2 orang yang berdebat tentang sebuah bendera yang berkibar.<br />
Orang pertama mengatakan bahwa benderalah yang bergerak, sedangkan orang kedua berpendapat bahwa angin yang bergerak. Jika angin tidak bergerak mana mungkin bendera bisa berkibar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu muncullah seorang menyela pembicaraan mereka. Dia mengatakan bahwa yang bergerak adalah pikiran mereka sendiri.<br />
<span id="more-611"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia ini, tidak jarang kita temui orang berdebat hanya karena masalah sepele yang meskipun ditemukan jawabannya juga tidak akan terlalu berpengaruh selain membuat ego pemenang menjadi semakin besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua hal mulai dari ego, yang berlanjut pada kebanggaan, kesenangan, penderitaan, kekecewaan, kesedihan semuanya berasal dari pikiran (persepsi).<br />
Orang yang tidak memiliki kesadaran yang tinggi akan terjebak diantara itu semua, dan hal tersebut tentunya tidak memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman saya suatu kali pernah berkata bahwa ia merasa sangat bosan, waktu berjalan terlalu lambat. Sedangkan teman yang lain malah berkata waktu berjalan sangat cepat.<br />
Lalu diantara mereka mana yang benar?</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa jadi karena yang satu punya banyak pekerjaan yang tidak cukup waktu untuk diselesaikan, sedangkan yang lainnya punya banyak waktu sehingga tidak tahu harus melakukan apa.<br />
Bisa juga karena yang satu bergerak sangat cepat sehingga ia menganggap orang lain/dunia sekitarnya yang bergerak terlalu lambat atau sebaliknya ada orang yang bergerak terlalu lambat sehingga merasa dunia sekitarnya bergerak sangat cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua hanya masalah relativitas dan orang yang tidak dapat menyeimbangkan dirinya akan terjebak ke dalam dualisme yang tak berkesudahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ritme, ada dalam pikiran manusia. Setiap manusia punya ritmenya sendiri-sendiri.<br />
Mungkin Anda dirasa terlalu cepat oleh teman-teman Anda atau sebaliknya mereka merasa Anda terlalu lambat dalam mengerjakan sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagaimanapun sebuah pekerjaan mesti diselesaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia ini ada banyak hal, ada banyak frekwensi, ada banyak variasi, dan ada banyak ritme, dan setiap orang punya habitatnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda bisa menemukan tempat yang cocok bagi diri Anda sendiri, baik di luar ataupun di dalam (kesadaran) diri Anda sendiri, Anda tidak akan mudah disesatkan oleh dinamisme di luar ataupun di dalam diri Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya lebih tertarik untuk membahas dinamisme di dalam diri kita.<br />
Seperti kita ketahui, pikiran kita adalah apa yang kita persepsikan sebagai &#8216;dunia&#8217;. Kita mengenal sesuatu sebagai bagus, atau jelek, harum atau bau, rapi atau berantakan &#8211; semuanya berdasarkan persepsi kita sendiri.<br />
Dari persepsi itu, kita mengembangkan yang dinamakan keinginan. Oh, itu bagus dan ini tidak bagus; saya suka yang bagus. Oh itu menyenangkan dan itu menyebalkan; saya benci hal-hal menyebalkan. Oh, itu menarik dan ini membosankan; saya menginginkan hal itu.<br />
Intinya dari penilaian muncullah keinginan dan ketidakinginan (ketidaksukaan).<br />
Sedangkan seperti yang kita ketahui bersama, dunia ini tidak selalu seperti yang kita harapkan. Tidak semua harapan kita bisa terkabul. Dari sanalah kita senang dan kemudian menderita, dan kemudian senang dan menderita lagi.<br />
Perasaan kita tidak henti-hentinya berkutat pada kesenangan dan penderitaan. Dan kita menganggap, inilah yang dinamakan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah.. memang beginilah hidup. Kita dikekang oleh kesenangan dan penderitaan. Kita bukanlah makhluk merdeka sepenuhnya. Kita adalah tawanan dari kehidupan yang memiliki sisi atas dan sisi bawah, ada kesenangan dan ada penderitaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana caranya kita lepas dari hal tersebut?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang yang menyarankan supaya kita berusaha keras melenyapkan keterikatan semacam itu.<br />
Namun melenyapkan bukannya perkara gampang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bilang karena hidup ini tidak berarti, mengapa tidak mengakhiri hidup?<br />
Itu jelas adalah cara berpikir yang salah. Kemanapun kita pergi, bahkan setelah kematian, hukum universal tentang penderitaan dan kesenangan tidak akan meninggalkan diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sebuah kitab bela diri Tiongkok kuno pernah dikatakan bahwa terkadang cara terbaik untuk bertahan bukanlah menahan serangan lawan dengan tenaga (keras dilawan dengan keras), sebaliknya adalah dengan menerima pukulan lawan dan mengembalikan tenaga serangan kepada aggressor.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini nampaknya mustahil, namun ini bisa dilakukan, asalkan kita mengerti tekniknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan diri kita yang selalu dihujani dengan banyak jenis penderitaan, kita bisa mengelak dengan jalan menerima perasaan itu apa adanya. Biarkan ia disana dan jangan diganggu gugat. Biarkan pikiran kita tenang seperti halnya batu karang yang tidak bergeming saat diterjang ombak.<br />
Seiring berjalannya waktu, kita akan lebih sadar, lebih eling terhadap perasaan dalam diri kita sendiri.<br />
Kita akan memiliki kontrol yang lebih kuat terhadap perasaan, sedangkan penderitaan itu akan tetap kita rasakan sampai ia hilang dengan sendirinya karena kita tidak lagi memberikan makanan bagi perasaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Perasaan lain akan datang dan mengganggu, namun jika kita dispilin dengan menjaga pikiran tetap tenang, halangan-halangan itu justru akan membuat kesadaran kita lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan &#8216;dunia luar&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan-lahan, kita akan keluar dari cengkreman kesenangan dan penderitaan duniawi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu kita seperti berjalan tanpa beban. Kemanapun kita pergi, kita membawa kedamaian dalam diri kita dan secara otomatis ikut membawa kebahagiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada satupun hal yang akan membuat kita terikat sepanjang perjalanan hidup kita. Pada saat itu, kita bisa dikatakan sudah memenangkan pertempuran dengan diri sendiri.<br />
Pada saat itulah kita bisa mengatakan bahwa kita adalah tuan bagi diri kita sendiri.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fjadilah-tuan-bagi-sendiri%2F&amp;title=Jadilah%20Tuan%20Bagi%20Sendiri" id="wpa2a_18"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/jadilah-tuan-bagi-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan dan Penderitaan</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 09:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Luka di tubuh tidak lebih sakit dibanding duka di pikiran. Pada saat pikiran ini merasa sedih, semuanya terlihat tidak sama. Semuanya terlihat buruk, dan masa depan terasa suram. Anda benci sinar matahari, nyanyian burung terdengar tidak merdu, dan hembusan angin sejuk membuat pikiran ini semakin sepi dan menderita. Pada saat itu pikiran ini seperti sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Luka di tubuh tidak lebih sakit dibanding duka di pikiran.<br />
Pada saat pikiran ini merasa sedih, semuanya terlihat tidak sama.<br />
Semuanya terlihat buruk, dan masa depan terasa suram. Anda benci sinar matahari, nyanyian burung terdengar tidak merdu, dan hembusan angin sejuk membuat pikiran ini semakin sepi dan menderita.<br />
<span id="more-591"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu pikiran ini seperti sedang berjalan menuju ke jurang dengan kecepatan tinggi, mengerem ataupun mengelak tidak akan sempat.<br />
Satu-satunya harapan adalah keajaiban. Bisakah jurang itu menghilang tepat ketika saya akan menabraknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Jurang adalah simbolisasi dari kehancuran. Ketika saya jatuh ke jurang, pada saat itu saya akan hancur.<br />
Saya mengerti bahwa saya tidak boleh membawa kerinduan ataupun penyesalan dalam pikiran saya. Lebih-lebih saya tidak boleh membawa siksaan dalam pikiran saya karena semua hal itu akan menyebabkan saya jatuh ke jurang.<br />
Namun mengusir pikiran seperti itu bukan perkara gampang. Rasanya saya seperti diikuti seorang anak yang sangat nakal yang selalu mengganggu saya. Sekuat apapun saya berusaha mengusir anak itu, ia tetap tidak mau pergi.<br />
Lalu saya berpikir, jika dia tidak mau pergi, bagaimana jika saya yang pergi?<br />
Saya berpikir bahwa di tempat lain tidak akan ada anak nakal yang mengganggu saya lagi.<br />
Namun ternyata saya keliru. Di dunia yang luas ini anak nakal ada di mana-mana. Anda tidak dapat melarikan diri darinya. Ia ada karena Anda mengizinkannya untuk berada di sana, berada di dalam pikiran Anda. Kenakalannya ada di dalam pikiran Anda. Yang Anda benci adalah pikiran Anda tentang kenakalan anak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerinduan adalah tali yang mengikat diri saya dengan penderitaan. Ikatan ini begitu kuat dan akan semakin kuat ketika saya memaksa untuk melepaskan diri.<br />
Saya sadar, agar dapat sepenuhnya terbebas, saya harus &#8216;menghilang&#8217;.<br />
Saya harus melupakan siapa diri saya, darimana saya datang, dan kemana saya akan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaan selalu melekat pada ego. Dan ketika ego menghilang dimanakah ia dapat melekat?<br />
Saya tahu begitu saya dipenjara oleh pemikiran negatif, saya melihat dunia dengan cara yang negatif pula.<br />
Jika saya melihat dunia dengan kaca mata positif, maka saya juga akan melihat dunia dengan cara yang positif.<br />
Dua hal tersebut, negatif dan positif selalu berkecamuk dalam pikiran saya. Mereka seperti 2 saudara yang tidak kenal lelah membuat kekacauan dimana-mana. Mereka adalah 2 sisi dari satu pedang yang sama.<br />
Yang satu adalah sisi yang tumpul dan satunya lagi adalah sisi yang tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sudut pandang pengamat, Anda akan melihat bahwa pedang adalah benda yang berbahaya. Anda tidak akan mengatakan bahwa satu sisi pedang sangat berbahaya dan sisi pedang lainnya tidak berbahaya. Anda hanya akan mengatakan bahwa pedang sangat berbahaya,  jika Anda senang bermain-main dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah sisi pedang tidak akan meninggalkan sisi lainnya. Begitupun juga kebahagiaan semu tidak akan jauh meninggalkan kesedihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang bijak, mereka tidak lagi bermain-main dengan pedang, melainkan memanfaatkan pedang itu dengan hati-hati sehingga tidak melukai diri mereka sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dalam kehidupan, orang bijak hendaknya sadar sepenuhnya sehingga dirinya tidak dipermainkan oleh permainan kehidupan yang mengandung 2 sisi yang saling berlawanan namun berada dalam satu entitas yang sama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjadi orang bijak, selalu eling dan waspada setiap saat. Tidak tenggelam dalam kesedihan dan tidak terlena oleh kebahagiaan. Pikirannya murni seperti air. Pedang setajam apapun tidak akan mampu membelahnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Fkebahagiaan-dan-penderitaan%2F&amp;title=Kebahagiaan%20dan%20Penderitaan" id="wpa2a_20"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/kebahagiaan-dan-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

