<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; kebenaran</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/tag/kebenaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Renungan : Pertanyaan Bagi Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 01:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda ditolak oleh seseorang? Jika pernah, bagaimanakah reaksi Anda? Apakah Anda akan marah, kecewa? Apakah Anda akan berusaha membuat orang yang menolak Anda menyesal di kemudian hari karena telah menolak Anda? Apakah Anda bahkan sudah menyusun plot jika suatu saat nanti orang tersebut menyatakan penyesalannya, Anda secara kejam akan menolak dirinya agar dia merasakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda ditolak oleh seseorang?<br />
Jika pernah, bagaimanakah reaksi Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda akan marah, kecewa? Apakah Anda akan berusaha membuat orang yang menolak Anda menyesal di kemudian hari karena telah menolak Anda?<br />
Apakah Anda bahkan sudah menyusun plot jika suatu saat nanti orang tersebut menyatakan penyesalannya, Anda secara kejam akan menolak dirinya agar dia merasakan bagaimana rasanya ditolak?<br />
<span id="more-621"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak oleh seseorang, jika Anda sudah tahu bagaimana rasanya menderita karena perasaan itu, masih perlukah Anda membuat orang lain merasakan penderitaan yang sama? Apakah hanya dengan melihat penderitaan orang lain barulah penderitaan Anda akan berkurang?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merasa puas setelah melihat orang lain menderita, apakah keadaan Anda akan menjadi lebih baik? Apakah karena sikap yang tidak terpuji itu orang-orang akan menyukai Anda? Apakah Anda benar-benar suka dibenci oleh orang lain?<br />
Apakah Anda berpikir kebencian dapat dipadamkan oleh kebencian? Apakah Anda pikir bahwa api dapat dipadamkan dengan api.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda tahu kebencian tidak membuat perasaan Anda menjadi lebih enak, mengapa Anda terus memelihara kebencian itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merasa sedih, jika Anda merasa kecewa, jika Anda marah, jika Anda bahagia, yang perlu Anda tanyakan adalah mengapa?<br />
Mengapa begini, mengapa begitu?<br />
Seringkali Anda lupa bertanya pada diri sendiri, oleh karena itu Anda tidak tahu mengenai kebenaran yang akan menyingkap akar permasalahan Anda, dan memecahkannya.<br />
Sering juga Anda menarik kesimpulan yang salah karena saat bertanya dan saat menjawab Anda meracuninya dengan racun emosi yaitu kemarahan, kebencian, kesedihan, keputusasaan. Jika pertanyaan dijejali dengan perasaan semacam itu dan disaat membuat jawaban juga disisipkan emosi negatif seperti itu, jawaban seperti apa yang Anda harapkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah itu akan menjadi jawaban yang jujur, apakah jawaban itu adalah kebenaran dari kenyataan yang sebenarnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban itu hanya akan menjadi perwujudan emosi Anda. Anda tidak akan mendapatkan banyak kemajuan yang berarti kecuali dalam hal memperburuk suasana hati Anda sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda ingin tahu kebenarannya, maka janganlah bohongi diri Anda sendiri. Tanyalah secara jujur pada diri Anda sendiri. Apakah keinginan dan harapan Anda selama ini sudah diperjuangkan dengan cara dan motivasi yang benar? Apakah kemalangan memang tidak patut jatuh pada diri Anda yang Anda rasa tidak bersalah?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan mudah.<br />
Ada yang bilang karena pertanyaannya terlalu sulit, namun benar juga adanya bahwa pertanyaan menjadi sulit adalah karena Anda berpikir terlalu sulit (rumit).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda merenungkan dengan baik, bahkan penipu paling pandai, penipu yang tak terlihat namun bekerja di balik layar &#8211; sama sekali tidak akan punya kesempatan untuk menipu Anda.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2011%2F02%2Frenungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri%2F&amp;title=Renungan%20%3A%20Pertanyaan%20Bagi%20Diri%20Sendiri" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2011/02/renungan-pertanyaan-bagi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>October 29, 2009 &#8211; Thoughts &#8211; Pikiran</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2009/11/october-29-2009-thoughts-pikira/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2009/11/october-29-2009-thoughts-pikira/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 15:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Sempat bingung juga saat mau memilih judul untuk blog post hari ini. So, daripada bingung bingung saya kasih nama my thoughts @ october 29, 2009 saja. Beberapa hari ini, entah mengapa saya selalu terbangun jam 5 pagi. Padahal sebelumnya saya adalah tipe pemalas yang susah bangun pagi. Meskipun sudah disengaja tidur larut malam pun tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sempat bingung juga saat mau memilih judul untuk blog post hari ini. So, daripada bingung bingung saya kasih nama my thoughts @ october 29, 2009 saja. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beberapa hari ini, entah mengapa saya selalu terbangun jam 5 pagi. Padahal sebelumnya saya adalah tipe pemalas yang susah bangun pagi. Meskipun sudah disengaja tidur larut malam pun tetap bangun jam 5 pagi. Sebenarnya apa yang terjadi?</p>
<p>Kalo mau dicari alasan, mungkin karena anak paman saya rutin membunyikan alarmnya (maksudnya nangis) setiap jam 5 pagi. Tapi alasan tersebut juga tidaklah terlalu kuat mengingat dulu saya tidak pernah terganggu dengan suara tangisan, dan sejujurnya sampai sekarang pun saya masih merasa tidak terganggu dengan tabiat anak paman saya itu.</p>
<p>Saya juga tak mengerti&#8230;<br />
<span id="more-321"></span></p>
<p>Seperti biasa, kalo bangun kepagian hanya ada 2 hal yang mungkin saya lakukan. Browsing, atau meditasi. Hari ini, dua-duanya saya lakukan. Bangun jam 5 sibuk buka s5.travian.co.id kemudian liat-liat facebook. Udah bosan, baru dilanjutkan dengan meditasi. Entah mengapa belakangan ini juga saya merasa meditasi saya semakin mantap, jarang muncul perasaan bosan ataupun sakit punggung lagi. Haha.</p>
<p>Tapi tetap aja, namanya pikiran itu sangat liar. Berkeliaran kesana kemari nggak bisa diam. Bahkan pada saat mau ke kantor, pas di depan pintu rumah, yang saya keluarkan pertama kali adalah flash disk. Saya sempat bingung sesaat, bagaimana caranya membuka pintu dengan flash disk???<br />
Pikiran saya saat itu tidak berada di tempat yang semestinya ! Tidak mindful ! Saya khawatir suatu saat nanti saya mungkin melakukan kesalahan konyol lainnya &#8211; mencoba membersihkan rumah dengan mancis !</p>
<p>Apapun itu, pikiran saya terus berkelana&#8230; Saya memikirkan mengenai tubuh saya. Apakah tubuh saya yang hari ini akan sama dengan tubuh saya 1 tahun yang akan datang?<br />
Tentu semua orang akan bisa dengan mudah menjawab TIDAK !</p>
<p>1 tahun yang akan datang, mungkin tubuh saya akan bertambah 1, 2, atau 3 garis keriput halus, mungkin juga jumlah helai rambut saya sudah tidak sama lagi, berat saya mungkin bertambah, mungkin juga berkurang. Lalu jika memang demikian halnya apakah diri saya yang sekarang adalah sama dengan diri saya 1 tahun yang akan datang?</p>
<p>Tentu tidak sama&#8230; Seperti kita ketahui setiap detiknya selalu ada sel dalam tubuh kita yang berubah. Yang lama digantikan yang baru. Yang rusak digantikan dengan yang sehat. Meskipun usia masing masing sel dalam tubuh berbeda satu sama lain, tetap saja tubuh kita selalu berubah.<br />
Yang lama digantikan yang baru. Jika yang lama mati atau habis masa tugasnya, dari mana yang baru datang?<br />
Tentu dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi bisa dibilang zat-zat itu keluar dan masuk dari tubuh kita tanpa henti. Tubuh kita persis seperti kota persinggahan yang dilalui kendaraan kendaraan dari berbagai jurusan. Ada yang menetap lama, ada yang cuma sebentar, dan ada yang cuma numpang lewat (Anda tentunya lebih paham apa maksudnya &#8220;numpang lewat&#8221; disini.. hehehe)</p>
<p>Jika secara fisik tubuh kita selalu terjadi perubahan, bagaimana dengan secara mental (batiniah)? Apakah setelah 1 tahun, saya menjadi orang lain atau tetap orang yang sama? Apakah jika saat ini saya adalah orang yang baik, jujur, dan setiap tahun depan saya PASTI akan tetap seperti itu?<br />
Belum tentu juga kan?</p>
<p>Jika tubuh dan batin kita selalu berubah&#8230; lalu siapakah kita &#8211; manusia &#8211; makhluk yang tak jelas asal usulnya ini?</p>
<p>Dan kenapa juga ada orang yang suka berbuat baik, ada yang suka berbuat jahat, ada cuek, dan lain sebagainya. Apakah itu adalah sifat alami mereka atau itu hanya salah satu bentuk pemburaman terhadap kebenaran?</p>
<p>Mungkin Anda akan berpikir bahwa saya sudah gila, terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak melakukan hal-hal tak berguna. Kalo begitu tidak perlu ragu, silahkan anggap saya gila jika itu membuat pertentangan di dalam diri Anda berhenti. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kenyataannya jika kita terlalu sedikit berpikir juga tidak akan mampu melihat kebenaran dengan jelas, seperti halnya mata yang sebagian atau bahkan seluruhnya tertutup debu.</p>
<p>Ketahuilah, tidak setiap orang mampu menerima kebenaran. Saat sebuah pemikiran baru yang sama sekali tidak lazim namun adalah sebuah kebenaran telah terkuak, belum tentu Anda dapat menerimanya&#8230; karena rasa takut Anda adalah benteng terakhir sesuatu yang kita sebut sebagai &#8216;hidup&#8217; ini. <img src='http://www.hardychen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2009%2F11%2Foctober-29-2009-thoughts-pikira%2F&amp;title=October%2029%2C%202009%20%26%238211%3B%20Thoughts%20%26%238211%3B%20Pikiran" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2009/11/october-29-2009-thoughts-pikira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

