<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardy Chen Power Blog &#187; menerima</title>
	<atom:link href="http://www.hardychen.com/tag/menerima/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hardychen.com</link>
	<description>Powered by STRONG WILL !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 18:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Nuansa Hidup &#8211; Memberi berarti juga menerima (23)</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/06/nuansa-hidup-memberi-berarti-juga-menerima-23/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/06/nuansa-hidup-memberi-berarti-juga-menerima-23/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 10:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Buddha bersabda, &#8220;Seandainya semua makhluk mengerti seperti Aku (Tathagata) mengetahui manfaat berdana, mereka tidak akan menikmati apa yang mereka miliki tanpa membaginya pada orang lain. Ia tidak memberikan noda kekikiran berkembang pada dirinya.&#8221; Jelas sekali bahwa seorang yang suka memberi pasti akan menerima buah dari kemurahan hatinya. Buddha telah mengerti manfaat dari memberi, sehingga Belia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buddha bersabda, &#8220;S<em>eandainya semua makhluk mengerti seperti Aku (Tathagata) mengetahui manfaat berdana, mereka tidak akan menikmati apa yang mereka miliki tanpa membaginya pada orang lain. Ia tidak memberikan noda kekikiran berkembang pada dirinya.</em>&#8221;<br />
Jelas sekali bahwa seorang yang suka memberi pasti akan menerima buah dari kemurahan hatinya.<br />
Buddha telah mengerti manfaat dari memberi, sehingga Belia menganjurkan kepada kita agar jangan ragu dalam memberi. Banyak diantara kita masih berpikir bahwa memberi berarti berkurang. Cara berpikir seperti ini menunjukkan kurangnya pemahaman kita terhadap hukum karma. Siapa yang menabur benih, dia yang akan memetik hasilnya.<br />
Karenanya berikanlah dana pada mereka yang membutuhkan. Kebajikanmu akan memberikan kebahagiaan, tidak peduli apakah engkau memintanya atau tidak.</p>
<p>Seorang Boddhisatva bernama Sumedha, suatu kali di keheningan malam menyadari kehampaan dunia yang indah ini. Ia berkata, &#8220;<em>Aku kehilangan dengan apa yang kusimpan, namun aku memperoleh dengan apa yang kuberikan. Memberi adalah menyebar benih yang akan membuahkan hasil.</em>&#8221;<br />
Keesokan harinya, ia mendermakan semua kekayaannya bagi para miskin, sambil mengucapkan pernyataan perlindungan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Inilah salah satu praktek kesempurnaan kemurahan hati dari seorang boddhisatva yang tidak lagi melekat pada kekikiran dan mementingkan diri sendiri. Kita harus menyadari bahwa tidaklah mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri sendiri, atau merugikan orang lain tanpa merugikan diri sendiri. Memberi berarti juga akan menerima.</p>
<p>Suatu hari seorang guru zen mendatangi rumah seorang saudagar kaya yang terkenal dengan kekikirannya. Setibanya di rumah saudagar tersebut, sang guru memberi sebuah teka-teki (koan). &#8220;<em>Bagaimana menurutmu jika tangan selalu terbuka?</em>&#8221; tanya sang guru.<br />
&#8220;<em>haha..Itu berarti tangan yang tidak berguna</em>&#8220;, jawab saudagar tersebut.<br />
&#8220;<em>Kalau tangan yang selalu tertutup?</em>&#8220;, tanya guru lagi.<br />
&#8220;<em>Itu juga tidak berguna</em>&#8220;, jawabnya dengan mantap.<br />
&#8220;<em>Bagus. Tangan yang selalu terbuka atau tertutup adalah tangan yang mati. Burung yang tidak dapat membuka dan menutup sayapnya, tidak akan pernah dapat terbang. Jika engkau mengerti dan menjalani hidup sesuai dengan pengertian tersebut, maka engkau akan menjadi orang makmur yang sebenarnya. Renungkan itu.</em>&#8220;, kata sang guru sambil berlalu.<br />
Setelah mendengar Dharma dari guru, saudagar tersebut mengerti bahwa kekikiran dan pemborosan adalah dua hal yang tidak berguna. Esok harinya ia membagikan beras kepada orang-orang yang tidak mampu. Sang guru setelah mengetahui hal ini berkata, &#8220;<em>Ia sedang membuat jalan ke surga.</em>&#8221;</p>
<p><strong>Dikutip dari Buku Nuansa Hidup karangan Bhikkhu Nyanakumuda</strong></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2010%2F06%2Fnuansa-hidup-memberi-berarti-juga-menerima-23%2F&amp;title=Nuansa%20Hidup%20%26%238211%3B%20Memberi%20berarti%20juga%20menerima%20%2823%29" id="wpa2a_2"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/06/nuansa-hidup-memberi-berarti-juga-menerima-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyata atau Tidak Nyata ?</title>
		<link>http://www.hardychen.com/2010/06/nyata-atau-tidak-nyata/</link>
		<comments>http://www.hardychen.com/2010/06/nyata-atau-tidak-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 03:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hardy Chen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian Language]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[ilusi]]></category>
		<category><![CDATA[kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[melepas]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hardychen.com/2010/06/nyata-atau-tidak-nyata/</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang pernah bertanya kepada saya, apa yang nyata dan apa yang tidak nyata? Saya tidak bisa memberikan jawabannya, karena saya merasa saya memang tidak perlu menemukan jawabannya. Jika saya tetap berkutat dengan pertanyaan itu, maka apa yang saya pikirkan waktu itu adalah tidak nyata. Namun jika saya berhenti bertanya dan menerima segala sesuatu apa adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang pernah bertanya kepada saya, apa yang nyata dan apa yang tidak nyata?<br />
Saya tidak bisa memberikan jawabannya, karena saya merasa saya memang tidak perlu menemukan jawabannya.</p>
<p>Jika saya tetap berkutat dengan pertanyaan itu, maka apa yang saya pikirkan waktu itu adalah tidak nyata. Namun jika saya berhenti bertanya dan menerima segala sesuatu apa adanya maka itulah kenyataan.<span id="more-433"></span></p>
<p>Jawaban atas sebuah pertanyaan sangatlah tergantung dari kondisi sang penanya. Saya tahu bahwa teman saya sedang bimbang. Dia merasa bahwa sekarang ini dia sudah memiliki segalanya, tapi mengapa dia tetap tidak merasa bahagia ?<br />
Oleh karena itulah sebabnya mengapa dia mulai meragukan pemikirannya sendiri dan mulai bertanya tentang apa yang nyata dan apa yang tidak nyata.</p>
<p>Hal ini sangatlah wajar.<br />
Jika saya berusaha untuk menjawab pertanyaannya dengan menggunakan logika saya, maka ia akan dapat dengan segera menemukan kelemahan atas jawabannya saya dan lama-kelamaan saya akan ikut terjebak ke dalam kebingungan yang dirasakannya saat ini. Maka dari itulah sebabnya mengapa saya tidak secara langsung menjawab pertanyaan dia.</p>
<p>Nyata atau tidak nyata hanyalah sebuah kata-kata rekaan manusia untuk menjelaskan sebuah kondisi sebagaimana yang mereka tangkap dengan indera mereka ataupun yang mereka rasakan dan pikirkan dalam pikiran mereka. Sedangkan cara kita mempersepsikan keadaan luar antara satu orang dengan orang lainnya tidaklah persis sama. Oleh karena itu cara paling baik untuk mengerti adalah dengan mengamati sendiri kenyataan yang ada dihadapan kita.<br />
Menerima dan melihat kenyataan apa adanya, maka sedikit demi sedikit kita akan bisa mengerti bahwa tidak ada yang “nyata” ataupun “tidak nyata” di dunia ini. Perlahan-lahan kita akan meninggalkan dualisme buta dan tidak terjebak dalam kata-kata yang kita ciptakan sendiri.</p>
<blockquote><p><em>Kita harus belajar untuk menerima dan melepas. Menerima segala sesuatu apa adanya dan melepas belenggu pikiran kita. Dengan demikianlah kita dapat mencari jalan pembebasan.</em></p></blockquote>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.hardychen.com%2F2010%2F06%2Fnyata-atau-tidak-nyata%2F&amp;title=Nyata%20atau%20Tidak%20Nyata%20%3F" id="wpa2a_4"><img src="http://www.hardychen.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hardychen.com/2010/06/nyata-atau-tidak-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

